Jakarta -Indonesia berduka. KRI Nanggala-402 telah ditemukan di kedalaman 838 meter, kawasan laut NKRI yang amat ganas. Laut Bali disebut-sebut berbahaya karena sangat dalam. Banyak berita beredar kalau sang "Monster Bawah Laut" sudah berada jauh di dalam palung. Nyatanya, tidak.

detikTravel mewawancarai Dr. -Ing Widodo S Pranowo, peneliti madya Bidang Oseanografi Terapan Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan SDM, Kementerian Kelautan dan Perikanan. "Laut Bali adalah laut yang berbatasan dengan Pulau Bali dan Selat Lombok di sisi selatan," kata dia. Pada sisi timur, Laut Bali berbatasan dengan Laut Flores, di sisi utara berbatasan dengan Kepulauan Kangean dan kanal yang berhubungan dengan Kanal Labani di Selat Makassar. Di sisi barat Laut Bali berbatasan dengan Selat Madura dan Pulau Jawa. "Sementara kondisi dasar Laut Bali sendiri berbentuk basin atau seperti mangkuk," dia menjelaskan.

Dari yang paling dangkal berkisar antara 100 meter di bagian barat. Laut akan semakin dalam ke bagian timur, yaitu lebih dari 1.000 meter. Pada kedalaman lebih dari 1.000 meter tersebut, Laut Bali terhubung dengan dasar Selat Lombok dan Laut Flores. Bagian laut dalam inilah yang banyak diartikan sebagai palung. Padahal, tak ada palung di Laut Bali. Hal ini juga didukung dengan data batimertri dari KKP. "Kalau palung pasti laut dalam, tapi tidak semua laut dalam adalah palung," kata dia.

Lanjut ke karakteristik Laut Bali pada musim barat. Musim barat berlangsung pada bulan Desember-Februari. Musim ini dipengaruhi oleh angin musim barat yang bergerak dari arah barat menuju ke timur.

"Pada musim ini kondisi massa air laut permukaan di Laut Bali mendapatkan pasokan dari Laut Jawa dan dari Samudera Hindia. Massa air laut dari Laut Jawa yang cenderung bersuhu panas (29 - 31 derajat Celsius) bertemu dengan air laut dari Samudera Hindia yang bersuhu lebih dingin (27-28 derajat Celsius). Sehingga suhu permukaan Laut Bali menjadi hangat (28 - 29 derajat Celsius)," dia menjelaskan.

Untuk musim timur akan berlangsung pada bulan Juni-Agustus. Laut Bali akan dipengaruhi oleh angin musim timur yang bergerak dari arah timur menuju ke barat.

"Massa air laut dari Laut Flores dan Selat Makassar cenderung bersuhu dingin (27-28 derajat Celsius), sehingga suhu permukaan Laut Bali pada musim timur sedikit lebih dingin daripada saat musim barat. Suhu permukaan Laut Bali ini juga lebih dingin daripada suhu permukaan Laut Jawa dan Selat Madura," kata Widodo. bagaimana soal kuatnya arus di Laut Bali yang merupakan musuh abadi dari kapal selam NKRI?

"Kondisi arus di Laut Bali, secara umum, arus di lapisan permukaan laut dipengaruhi oleh angin monsun barat dan timur. Namun, pada kedalaman tertentu kemudian dipengaruhi oleh arus dari Samudera Hindia dan arus dari Selat Makassar," kata Widodo.

Masuk pada kedalaman sekitar 200 meter terdapat arus menuju ke utara dari Selat Lombok yang merupakan terusan dari Samudera Hindia, ini terlihat pada 22 April 2021. Arus tersebut akan terbelah menjadi dua arah (barat dan timur), ketika menabrak dinding basin Laut Bali bagian utara. Arus dari Selat Lombok yang berbelok ke barat kemudian bergerak mengikuti dinding basin Laut Bali yang berbentuk seperti wadah mangkuk. Sehingga, arus berpusar akan melawan arah jarum jam. Sedangkan arus dari Selat Lombok yang berbelok ke timur berpusar searah jarum jam. "Beda lagi dengan arus pada kedalaman 110 m. Melalui contoh keadaan ditanggal pada 25 April 2021, arus dominan datang dari arah Kanal Labani, Selat Makassar," dia menuturkan.

Arus ini dikenal sebagai Arus Lintas Indonesia (Arlindo) atau dikenal oleh komunitas internasional sebagai Indonesian Through-Flow (ITF). Arlindo akan semakin menguat ketika periode musim timur yakni Juni hingga Agustus. Sebagian kecil Arlindo berpusar di Laut Bali, dan sebagian besar mengalir menuju Samudera Hindia melewati Selat Lombok.

"Laut Bali punya karakter unik sebagai habitat organisme laut dan pesisir. Fakta menunjukkan bahwa komunitas lumba-lumba banyak terlihat di sekitar kawasan perairan Pantai Lovina yang merupakan bagian dari Laut Bali," kata dia.

Begitulah keadaan di bawah Laut Bali.Kini, area itu dijaga abadi oleh KRI Nanggala-402.

Sumber Berita : Detik Travel