Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

News

Seminar Online : Pemanfaatan Anjungan Minyak dan Gas Lepas Pantai untuk Kepentingan Sektor Kelautan dan Perikanan

E-mail Print PDF


Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik bekerja sama dengan PII Learning Center mengadakan webinar:

"Pemanfaatan Anjungan Minyak dan Gas Lepas Pantai untuk Kepentingan Sektor Kelautan dan Perikanan"

Webinar ini akan diselenggarakan pada:
Selasa, 23 Maret 2021
09.30 – 12.00 WIB

Pembicara Kunci:
Ir. Sakti Wahyu Trenggono, MM., IPU
Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

Pembukaan:
Dr. Ir. Heru Dewanto, IPU, ACPE.
Ketua Umum PII

Pembicara:
1. Basilio Dias Araujo
Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
2. Prof. Ir. Sjarief Widjaja, Ph.D.
Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia
Kementerian Kelautan dan Perikanan
3. Julius Wiratno
Deputi Operasi SKK Migas
4. Dr. Tb. Haeru Rahayu
Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut
Kementerian Kelautan dan Perikanan

Join ZOOM Meeting:
https://us02web.zoom.us/j/82059877905?pwd=QnlSYU1qV21RWmZQN1JQMFk4VWV2Zz09

Meeting ID: 820 5987 7905
Password: piikkp21

Dapat Disaksikan juga di Link Youtube Pusriskel

FREE ENTRY

Untuk mendapatkan sertifikat, peserta wajib melakukan registrasi melalui https://bit.ly/daftarwebinar23maret

Segera registrasi dan jangan sampai ketinggalan!

Contact (WA)
Anastasia: 0811-232-994


Last Updated on Monday, 22 March 2021 13:54
 

Pendangkalan Pelabuhan Perikanan Karangsong, Indramayu: Pendekatan Integrasi hulu-hilir dan hilir-hilir

E-mail Print PDF




Pendangkalan yang terjadi di Pelabuhan Perikanan mendapatkan perhatian khusus dari Menteri Kelautan dan Perikanan pada kesempatan kunjungan kerjanya di Pelabuhan Perikanan Karangsong Indramayu. Selain pendangkalan, menteri KP juga menyoroti keruhnya air dan adanya sampah di alur lintasan kapal di sekitar pelabuhan.

Pelabuhan Perikanan Karangsong dibangun pada salahsatu sodetan Sungai Cimanuk yang dialirkan ke pantai timur Indramayu. Sodetan tersebut selain digunakan untuk keperluan pengairan juga dimanfaatkan untuk alur lintasan kapal nelayan. Sungai Cimanuk sendiri merupakan gabungan dari beberapa anak sungai yang hulunya berada di sekitar Kabupaten Garut melewati 3 kabupaten termasuk Sumedang, Majalengka, Indramayu hingga bermuara di Laut Jawa.

Tingginya muatan sedimen yang dibawa oleh Sungai Cimanuk menyebabkan terbentuknya morfologi delta bertipe telapak kaki burung (birdfoot-type delta) di muara sungai. Tipe delta tersebut menunjukkan dominannya proses fluvial atau pasokan sedimen yang cukup besar dari daratan dan debit aliran sungai yang tinggi.

Data BPS tahun 2010 menunjukkan bahwa debit sungai rata-rata Sungai Cimanuk di Kertasmaya, Indramayu mencapai 205 m3/detik. Sedangkan  rata-rata kandungan lumpurnya mencapai 2,85 gr/liter. Artinya, ada sekitar 0,5 ton material lumpur dialirkan oleh Sungai Cimanuk setiap detiknya. Debit sungai tersebut dapat mencapai debit maksimum 1.200 m3/detik pada saat musim hujan.

Dengan kandungan lumpur yang tinggi, tentu saja manajemen sedimennya harus terintegrasi hulu-hilir berbasis DAS (daerah aliran sungai) dan hilir-hilir berbasis pergerakan sedimen di pantai. Solusi jangka pendek tentu saja dengan melakukan pengerukan secara rutin di alur lintasan kapal menuju pelabuhan. Dalam jangka panjang, upaya reboisasi atau penghijauan di daerah hulu harus terus dilakukan, pengendalian konversi lahan hutan menjadi sawah atau kebun harus terus digalakkan, penataan kembali ruang terbuka hijau yang cukup untuk daerah resapan, hingga pembuatan embung, waduk atau situ dapat menjadi alternatif untuk menahan laju sedimen ke daerah hilir.

Secara struktural, Pesisir Kabupaten Indramayu merupakan salah satu yang cukup banyak mendapatkan intervensi manusia seperti pembangaunan infrastruktur pelabuhan dan struktur pelindung pantai guna menstabilkan garis pantai dan mengatasi bencana rob serta abrasi pantai. Hasil penelitian Pusriskel pada tahun 2020 mencatat bahwa Pesisir Indramayu memiliki 2 buah Pelabuhan khusus, 6 buah PPI (Pangkalan pendaratan ikan), dan 1 PPP (Pelabuhan Perikanan Pantai). Untuk bangunan pelindung pantai, Indramayu memilki 9 buah dermaga jetty, 23 buah groin, 7 buah jetty access channel, 19 buah breakwater, 22 buah detached breakwater, 5 KGM (Karung Geotextile Memanjang) dan seawall di 13 lokasi lebih dari 18 km atau terpanjang se-Pantura Jawa.

Dengan kondisi seperti ini, intervensi lanjutan atau rencana pembangunan infrastruktur pesisir di kawasan ini baik itu yang bertujuan untuk pengembangan sentra ekonomi ataupun mitigasi kebencanaan betul-betul perlu dikaji secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk memastikan upaya-upaya tersebut tepat sasaran, efektif dan efisien. (Ditulis Oleh : Tb. Solihuddin, Ph.D dan Dr. -Ing Semeidi Husrin/Peneliti Madya Pusriskel)



Last Updated on Wednesday, 17 March 2021 11:46
 

Telah Terbit Buku Pusriskel :"Manajemen Bencana dan Pembangunan Berkelanjutan di Pesisir Selat Sunda"

E-mail Print PDF

Penulis :

Ahmad Arif, Aida Herawati, Ardian Ulvan, August Daulat, Ayu Nur Safi'i, Citra Persada, Dini Purbani, Fadhilah Rusmiati, Feni Ismiati, Gegar Prasetya, Hadiwijaya Lesmana Salim, M. Hikmat Jayawiguna, M. Ramdhan, Melvi, Mona Batubara, Semeidi Husrin, Syarifah Fauzah, Triyono, Tubagus Solihudin, Yudo Dwi Hanggodo Patriabekti

Editor :

Ahmad Arif, Gegar Prasetya, M. Hikmat Jayawiguna, Triyono, Tubagus Solihuddin

Penerbit :

PT. Penerbit IPB Press

Selat Sunda berdasarkan potensi dan posisinya merupakan salah satu Kawasan Strategis Nasional (KSN) berdasarkan PP No. 32 Tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Laut. Akan tetapi, potensi yang ada di Selat Sunda tidak hanya potensi sumber daya, namun juga terdapat potensi bencana geologi yang cukup besar. Letusan Gunung api Krakatau di tahun 1883 yang menyebabkan korban lebih  dari 35 ribu jiwa, dan tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 merupakan contoh bencana geologi yang bisa dijadikan pelajaran dan membangkitkan kesadaran akan pentingnya sebuah

Berdasarkan kondisi rawan bencana ini, perlu adanya pengetahuan mengenai kerentanan, risiko dan dampak untuk dapat memetakan upaya mitigasi dan adaptasi bencana. Berangkat dari Perpres No. 93 tahun 2019 tentang Penguatan dan Pengembangan Sistem Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami, Kementerian Kelautan dan Perikanan dituntut untuk berkontribusi.

Buku ini menghadirkan informasi terkini terkait manajemen bencana berbasis tata ruang, dimana data yang diperoleh merupakan hasil kajian riset Pusat Riset Kelautan BRSDM KP Kementerian Kelautan dan Perikanan yang Komprehensif. Informasi ini berupa strategi dan opsi manajemen bencana untuk pembangunan berkelanjutan di pesisir Selat Sunda sebagai referensi pembanding pelengkap dari kajian-kajian scientific kebencanaan yang telah ada sehingga outputnya bisa digunakan oleh para stakeholder terkait.

Download Buku


Last Updated on Monday, 15 March 2021 13:22
 

Telah Terbit Buku Pusriskel : "Realita dan Rekomendasi Pengelolaan Sampah di Kepulauan"

E-mail Print PDF

Penulis :

Achmad Baidowi, Agoes Santoso, Cecep Ahmad Hatori, Daud Saputra Amare Sianturi, Didik Ari Purwanto, Djoko Riato Budi Hartono, Fajar Yudi Prabawa, Farikhah Elida, Handy Chandra, Hariyanto Triwibowo, I Nyoman Radiarta, Marza Ihsan Marzuki, Miskli Iska Ananda, Mochamad Syamsiro, Penny Dyah Kusumaningrum, Raja Oloan Saut Gruning, Ricky, Rinny Rahmania, Rudhy Akhwady, Suri Purnama Febri, Teddie Yustisia Firdaus.

Editor:

Handy Chandra

Penerbit:
PT. Penerbit IPB Press

Sampah Laut adalah salah satu tantangan terbesar di abad 21. Sebagai Negara penghasil sampah laut terbesar kedua di dunia, Pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Presiden no.83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut sebagai langkah strategis yang perlu diimplementasikan dengan teknis yang terukur serta tepat sasaran. Pusat Riset Kelautan, dibawah naungan Badan Riset dan Sumberdaya Manusia dan Perikanan (BRSDM KP) sebagai sebuah unit kerja dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berusaha menjawab Perpres 83/2018 tersebut melalui riset dan penelitian. Buku ini adalah salah satu hasil (output) dari kegiatan riset strategis yang telah dilakukan di tahun 2020 untuk menjawab masalah serta memberikan rekomendasi pengelolaan sampah di kepulauan. Lokus yang dibahas secara detail yakni dua Kabupaten Kepulauan, yaitu Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta dan Kecamatan Karimun Jawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Buku ini menjabarkan realita lapangan pengelolaan sampah di dua lokasi dan memberikan rekomendasi pengelolaan sampah berupa teknologi insinerator dan kapal insinerator. Diharapkan buku ini dapat memberikan rmanfaat, terutama bagi pengelolaan sampah dan pemeliharaan ekosistem perairan di pulau-pulau kecil, serta memberikan wawasan dan pengetahuan bagi pembaca dari semua kalangan.

Download Buku


Last Updated on Monday, 29 March 2021 09:30
 

Solusi Alternatif Manajemen Sedimentasi di Pelabuhan Adikarto, Kulonprogo

E-mail Print PDF

Peneliti Pusriskel yang tergabung dalam kelompok penelitian Mitigasi Adaptasi Kebencanaan Pesisir dan Laut mengusulkan beberapa solusi alternatif terkait sedimentasi yang terjadi di alur lintasan kapal Pelabuhan Adikarto Kulonprogo Yogyakarta.

Sebagaimana diberitakan di kkpnews bahwa pendangkalan alur lintasan kapal selama ini menjadi kendala pelabuhan belum beroperasi optimal.

Solusi jangka pendek yang bisa diterapkan adalah dengan melakukan pengerukan pasir yang selama ini memenuhi alur lintasan kapal menuju pelabuhan. Solusi alternatif jangka panjang adalah menuntaskan pembangunan pemecah gelombang yaitu dengan memperpanjang pemecah gelombang terutama di sisi timur alur lintasan kapal menuju pelabuhan. Berdasarkan hasil analisis citra satelit menunjukkan bahwa arah pergerakan sedimen sejajar pantai (longshore drift) dominan dari arah timur, sehingga diduga sedimen yang masuk ke alur lintasan adalah sedimen dari sisi timur yang melewati pemecah gelombang. Solusi alternatif lainnnya adalah dengan memasang seri groin di sisi timur untuk menghambat pergerakan sedimen, ruang antar groin dapat berfungsi sebagai kantung sedimen.

Namun demikian, dibutuhkan pengambilan data dan analisis yang lebih lengkap untuk dapat menghitung dimensi pemecah gelombang dan groin yang dibutuhkan serta untuk memprediksi pergerakan sedimen di masa mendatang. (Ditulis oleh : Dr. Tubagus Soihudin & Dr.-Ing Semeidi Husrin)


Last Updated on Sunday, 14 March 2021 18:58
 

Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Bp. Imam Suharto

E-mail Print PDF





Last Updated on Tuesday, 09 March 2021 16:14