Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

News

Tim Riset Strategi Mitigasi Penurunan Tanah dan Banjir Rob Pantura Jawa melakukan diskusi dengan ahli/pakar terkait strategi jangka panjang penanganan penurunan tanah dan banjir rob

E-mail Print PDF


Tim Riset "Strategi Mitigasi Penurunan Tanah dan Banjir Rob di Pantura Jawa" melakukan kunjungan ke Bandung dalam rangka pengumpulan data sekunder dan konsultasi dengan narasumber. Tim Riset diantaranya tubagus Solihudin, P.hD, Dr. Sri Suryo Sukorahardjo, Dr. M Ramdhan dan Yulius ,M.Si.

Narasumber pertama adalah Dr. Wahyudi Memed dari Pusat Air Tanah dan Geologi Lingkungan, Badan Geologi, Kementerian ESDM menyampaikan beberapa poin penting diantaranya: 1). Penurunan muka tanah di sepanjang Pantura Jawa lebih disebabkan oleh kompaksi alamiah batuan pesisir Pantura Jawa yg umumnya berupa endapan aluvial sungai berupa lempung, 2). Pembebanan oleh bangunan terutama yang tidak menggunakan tiang pancang beton atau sheet pile, 3). Struktur geologi berupa patahan terutama yang membentuk struktur graben, 4). Pengambilan Air Tanah berlebih mempercepat proses penurunan tanah.

Strategi mitigasi yang ditawarkan adalah: 1). Tata ruang yang ramah lingkungan dan terintegrasi hulu-hilir, 2). Manajemen lahan pesisir dan sumberdaya air yang berkelanjutan.

Narasumber kedua adalah Dr. Heri Andreas dari Teknik Geodesi ITB  menyampaikan beberapa poin penting diantaranya: 1). Land subsidence dan banjir rob merupakan bahaya yang tidak terasa (silent killer) yg telah masuk dalam kategori bencana dalam UU no.24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana; 2). Hingga saat ini belum jelas instansi mana yang memiliki tupoksi melakukan pemetaan risiko bahaya land subsidence dan banjir rob ;3). Perlu adanya upaya monitoring dan pemetaan risiko sebelum melakukan upaya mitigasi dan adaptasi; 4). Penurunan tanah di Pantura Jawa lebih diakibatkan oleh aktivitas pengambilan air tanah secara berlebih dan eksploitasi minyak dan gas bumi; 5). Kompaksi secara alamiah batuan pesisir hanya berkontribusi sebesar 2 cm/tahun, dengan adanya penyedotan air tanah, penurunan muka tanah di bisa mencapai 10-20 cm/thn; 6). Pengukuran telah dilakukan di pantai Pondok Bali dan Patimban Subang dalam 5 tahun terakhir dengan rate penurunan tanah sebesar 10 cm/tahun, sedangkan di Pantai Losari Cirebon rate penurunan tanahnya baru 3 cm/tahun.

Upaya mitigasi yang ditawarkan adalah: 1) Water management termasuk stop pengambilan air tanah dan beralih ke air permukaan yang dikelola oleh pemerintah; 2). Menerapkan manejemen risiko bencana yg terdiri dari: a. Monitoring, b. Pemetaan Risiko, c. Adaptasi/mitigasi, d. Penanganan saat bencana, e. Rehabilitasi/rekonstruksi. (Oleh : TB. Solihudin, P.hD)


Last Updated on Tuesday, 30 March 2021 11:16
 

Belajar dari IJReSES untuk Menuju Jurnal Segara Go Internasional

E-mail Print PDF


(26/3/21) - Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) LAPAN menggelar workshop yang dihadiri para anggota dewan editor International Journal Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES). Editor in Chief IJReSES yang sekaligus Kepala Pusfatja Dr.rer.nat. Rokhis Khomarudin memaparakn hasil evaluasi dari lembaga SCOPUS terhadap pengajuan IJReSES yang tahun lalu diusulkan diindeksasi oleh lembaga tersebut.

Turut Hadir salah satu anggota editor Jurnal Segara yang dikelola oleh Pusat Riset Kelautan, Dr.-Ing. Widodo S. Pranowo , pada workshop tersebut dalam rangka turut belajar proses pengusulan indeksasi SCOPUS. Mulai tahun 2021, seluruh nomer terbitan di Jurnal Segara menjadi berbahasa inggris dalam rangka menuju jurnal ilmiah internasional. Jurnal Segara ditargetkan secara jangka pendek terakreditasi SINTA 1, dan dalam jangka menengah bisa diusulkan untuk diindeksasi oleh SCOPUS/Web of Science.



Last Updated on Tuesday, 30 March 2021 11:25
 

Peneliti Pusriskel dalam Seminar dan FGD Sustainable Ocean Economy di Infonesia

E-mail Print PDF



Last Updated on Monday, 29 March 2021 09:14
 

Galeri Maritim Belitung Timur Diresmikan, Begini Pujian Kepala Riset Kelautan KKP RI

E-mail Print PDF


POSBELITUNG.CO , BELITUNG - Bupati Belitung Timur (Beltim), Burhanudin, Kepala Riset Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI I Nyoman Radiarta, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Evi Nardi dan Kepala Dinas Perikanan Yeni Srihartati, Minggu (28/3/2021) meresmikan Galeri Maritim Belitung Timur di Desa Baru, Manggar.

Kepala Riset Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI I Nyoman Radiarta, Minggu (28/3/2021) mengatakan, ia sangat mengapresiasi terwujudnya sarana edukasi barang-barang bawah laut di Belitung Timur ini.

Dia menilai galeri maritim ini cukup representatif, edukatif, dan penampilannya yang kekinian dipadukan pada teknologi QR code.

"Saya pikir tempat ini menarik sekali. Penataan dan displaynya sungguh kekinian. Bahkan saya lihat banyak sudutnya yang instagramable. Hal ini bisa bantu pemerintah dalam promosi saat wisatawan mengupload fotonya saat berada di sini," kata Radiarta.

Dia yang mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono ini mengatakan galeri ini sebagai wujud sinergisitas antara KKP dengan pemda setempat. Radiarta mengatakan riset dan kajian terkait lokasi benda muatan kapal tenggelam ini sudah sejak 2016 dilakukan.

"Saya harap tempat ini bisa dijadikan sebagai catatan bagi generasi muda bahwa Belitung Timur dulunya jadi titik penting konektivitas perdagangan dunia seperti dari Eropa dan Tiongkok. Generasi muda bisa belajar dari sini mengenai misteri bawah laut dan juga jalur rempah yang ada di daerah ini," kata Radiarta.

Sementara itu, Bupati Belitung Timur Burhanudin, Minggu (28/3/2021) mengatakan, peresmian galeri maritim ini tidak hanya menitikberatkan pada upaya perlindungan koleksi, tapi juga jadi titik penting dalam menjaga nilai-nilai yang dikandung oleh benda-benda peninggalan sejarah.

Burhanudin bilang galeri ini sebagai bentuk konkret pemda dalam menjaga kelestarian sejarah khususnya bawa laut. Koleksi-koleksi yang dipajang pun sudah dianalisis oleh KKP dan Kemendikbud terkait dengan cerita sejarahnya.

"Jadi di dalam galeri ini tidak cuma keramik-keramik, tapi juga sarat informasi sejarah yang bisa meneguhkan identitas bangsa kita," tambah Aan sapaan akrab Burhanudin.

Dia ingin bahwa galeri ini dimanfaatkan secara maksimal tidak hanya ada gedung dan koleksi tapi juga pengunjung. Dia meminta pada sekolah-sekolah agar membawa anak didiknya ke tempat ini supaya bisa memperluas wawasan anak-anak terkait sejarah jalur rempah Belitung Timur.

"Saya juga sudah koordinasi dengan perusahaan-perusahaan agar memberikan CSR berupa perahu kater yang bisa dipajang di depan galeri ini sebagai spot berfoto. Jadi wisatawan yang lewat tertarik untuk mengunjungi tempat ini," katanya.

Galeri ini memuat koleksi lebih dari 1000 benda bersejarah yang berasal dari beberapa sumber, seperti hibah Kemendikbud, koleksi Dinas Perikanan Beltim, dan hibah dari Kejaksaan Negeri Belitung Timur.

Galeri ini sangat mudah dicapai oleh masyarakat karena lokasinya yang berada di tengah Pasar Manggar.

Video : Klik Disini

Sumber Berita : Tribunnews


Last Updated on Monday, 29 March 2021 08:05
 

Permudah Menangkap Ikan, KKP Kembangkan Aplikasi Laut Nusantara

E-mail Print PDF



BELITUNG (27/3) – Laut Nusantara adalah sebuah inovasi teknologi penangkapan ikan dalam bentuk aplikasi berbasis android. Saat ini aplikasi tersebut terus dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), agar semakin besar manfaatnya bagi nelayan Indonesia.

Hadirnya aplikasi ini ditujukan sebagai motor penggerak transformasi budaya nelayan dari “mencari ikan” menjadi “menangkap ikan” melalui pemanfaatan teknologi informasi. Hanya dalam satu genggaman aplikasi, nelayan dapat merencanakan kegiatan penangkapan ikan dengan lebih baik, mulai menentukan secara mandiri lokasi penangkapan ikan terdekat, estimasi kebutuhan BBM, dan estimasi harga jual, dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang saat bekerja di laut.

“Ya nelayan diajarin. Ada Pak Bupati. Pak Kades sudah tahu belum ada aplikasi Laut Nusantara? Ya harus tahu,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada kunjungan kerjanya, Jumat (26/3), di Kampung Nelayan Maju, Desa Suak Gual, Belitung.

“Ini mengombinasikan data-data satelit. Data-data observasi dan pemodelan kita padukan semua jadi ini real time Pak setiap hari kita perbarui datanya. Selain ini pun kita coba mengombinasikan dengan berbagai kemudahan,” tutur Kepala Pusat Riset Kelautan BRSDM I Nyoman Radiarta.

Saat ini terdapat pengembangan berupa fitur baru yang mampu menunjukkan tiga jenis ikan dengan nilai ekonomis tinggi, yaitu yellow fin tuna, blue fin tuna, dan tuna albakore. Sebelumnya telah ada pada aplikasi Laut Nusantara yaitu ikan lemuru, tuna mata besar dan cakalang.

“Kami dari BRSDM. Jadi aplikasi ini sudah versi kelima Pak. Jadi kita mengombinasikan antara lokasi ikan secara nasional kemudian lokasi ikan secara spesies. Ada lemuru, ada  berbagai spesies tuna serta lokasi ikan secara nasional,” kata Nyoman.

Dalam mengembangkan aplikasi ini, Balai Riset dan Observasi Laut BRSDM bersinergi dengan PT. XL Axiata Tbk. “Meskipun kita sudah kerja sama dengan XL Axiata, tapi semua platform bisa menggunakan aplikasi ini,” lanjut Nyoman.

Hingga saat ini, Laut Nusantara telah diunduh oleh 52 ribu pengguna dan disosialisasikan di 28 wilayah di Indonesia. Melalui kinerja Laut Nusantara dan inovasi pelayanan digital KKP lainnya, KKP juga telah memperoleh anugerah Keterbukaan Informasi Publik pada tahun 2020.

Sumber Berita : Siaran Pers KKP Nomor: SP.324/SJ.5/III/2021


Last Updated on Sunday, 28 March 2021 10:49
 

WakatobiAIS Sukses Terpasang di PPN Karangantu

E-mail Print PDF



10 Unit WakatobiAIS terpasang hari jumat 26 Maret 2021 di 10 kapal penangkap ikan di PPN Karangantu. Wakatobi AIS adalah sebuah perangkat AIS Class B yang dapat mengirim posisi kapal secara simultan sehingga keberadaannya dapat diketahui oleh kapal-kapal lain disekitarnya dan stasiun monitoring di darat. Kegunaannya sebagai alat keselamatan nelayan apabila kapal mengalami bahaya yang mengancam keselamatan nelayan.


Kepala PPN Karangantu bapak Asep Saefuloh sangat mendukung implementasi alat keselamatan nelayan di kapal-kapal nelayan terutama nelayan di wilayah pengawasannya apalagi dipilihnya PPN Karangantu merupakan pertama kali dimanfaatkannya alat keselamatan nelayan hasil temuan para perekayasa Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK) Wakatobi tersebut.

Sebagai salah satu inventor alat, bapak Arif Rahmat telah memimpin kegiatan instalasi alat didampingi Sub Koordinator Kelompok Pelayanan Jasa bapak Donal Daniel, Tim dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin KKP) dan Pengawas Perikanan PPN Karangantu, mulai dari menghubungi pemilik kapal, menentukan kapal yang memenuhi syarat, menyiapkan peralatan, instalasi, menghidupkan alat hingga memberikan edukasi singkat kepada pemilik dan ABK di atas kapal. Alat ini sendiri dirancang sangat kecil dan ringan serta mudah dioperasikan nelayan. Instalasi di kapal hanya membutuhkan waktu 7 hingga 10 menit alat dapat langsung dinyalakan dan otomatis kapal dapat dilihat posisinya di layar monitor.

Adapun sistem WakatobiAIS terdiri dari:
1. Unit di kapal: AIS transmitter, perangkat AIS
2. Unit di darat: menara antenna AIS receiver+ mini PC, Modem
3. Layar ship monitoring

Kegiatan ini adalah hasil sinergi diantara unit Eselon II KKP yaitu Pusat Riset Kelautan BRSDM KKP dan Pusat Data dan Informasi Sekjen KKP untuk memanfaatkan hasil inovasi di KKP guna mensukseskan program Pelabuhan Digital dimana Pilot Project pertama dilaksanakan di PPN Karangantu Banten.

Setelah melalui tahapan instalasi, sosialisasi kegunaan alat kepada nelayan perlu dilakukan guna memantapkan program ini agar dapat diketahui oleh lebih banyak lagi nelayan dan stakeholder lain. Direncanakan pada 29 Maret 2021 diadakan kegiatan sosialisasi yang dihadiri Kepala Pusat Datin dan Kepala Pusat Riskel serta Kepala PPN Karangantu Kementerian Kelautan dan Perikanan.


Last Updated on Sunday, 28 March 2021 10:47