KELOMPOK PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN MANAJEMEN SUMBERDAYA PESISIR

“OPTIMALISASI KAWASAN BUDIDAYA PULAU BURU, PROVINSI MALUKU”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Latar Belakang

Karakterisrik kawasan pulau-pulau kecil seperti; smallness, isolatian, dependence dan vulnerability (Adrianto 2008) menyebabkan cakupan ekonomi (economies of scope), skala ekonomi (economies of scale) dan kekhasan ekonomi (economies of uniqueness) setiap kawasan berbeda dengan pada kawasan daratan besar. Oleh sebab itu, nilai kekhasan dan saling terkait antar berbagai faktor ekonomi serta konfigurasi spasial setiap daerah  penting dan perlu mendapat perhatian utama dalam perumusan rencana kebijakan pengembangan kawasan pulau-pulau kecil. Model analisis spasial tersebut dapat menjadi alternatif model pendukung perumusan rencana kebijakan pengembangan kawasan pulau-pulau kecil, sehingga berbagai keterkaitan potensi ekonomi dan konfigurasi wilayah dapat dipertimbangkan dalam kebijakan pengembangan kawasan pulau-pulau kecil.

Untuk mengopimalkan kinerja pembangunan Gugusan Pulau Buru Maluku, maka diperlukan pendekatan model analisis spasial untuk dapat memetakan berbagai keterkaitan potensi dan konfigurasi wilayah baik antar kabupaten maupun antar wilayah pulau. Studi optimalisasi pengembangan budidaya laut di pulau buru menjadi penting dalam rangka peningkatan produksi perikanan budidaya.

 

Tujuan
  1. Menganalisis pola spasial tipologi
  2. potensi ekonomi kawasan Pulau Buru
  3. Mengetahui daya dukung kawasan untuk pengembangan budidaya laut
  4. Menganalisis dan merumuskan rekomendasi kebijakan untuk pengembangan budidaya laut.di Pulau Buru

 

Metoda

Teknik Pengumpulan Data

- Kajian luas lahan dan sebaran serta potensi pengembangannya dilakukan melalui pendekatan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis, survei lahan, dan penelusuran peta tematik.

- Data kondisi sosial ekonomi, kebijakan pemerintah, serta permasalahan diperoleh melalui wawancara, konsultasi publik, dan penelusuran data sekunder.

Teknik Analisa

- Potensi lahan dan tata ruang pengembangannya dilakukan melalui analisis Sistem Informasi Geografis (SIG)

- Analisis daya dukung kawasan dilakukan melalui analisis biogeokimia kawasan teluk dan perairan

- Penyusunan rekomendasi pengelolaan kawasan budidaya dan industri minapolitan, melalui analisis AHP.

 

Hasil

- Teluk Kayeli sebagian besar wilayahnya sangat layak dikembangkan budidaya lautnya, bahkan dapat dikembangkan sebagai kawasan industri perikanan tangkap dan minapolitan, wisata bahari dan mancing

-   Secara faktual sangat sedikitnya usaha budidaya dan nelayan pebudidaya bukan karena faktor kelayakan kawasan tapi karena faktor kultur masyarakatnya.

- Kegiatan penambangan di sekitar teluk tak berpengaruh signifikan terhadap kualitas dan kegiatan budidaya.

Satuan Kerja

:

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA PESISIR (P3SDLP)

Alamat

:

Jl. Pasir Putih no 1 Ancol Timur Jakarta Utara.

Lokasi Kegiatan

:

Pulau Buru, Propinsi Maluku, Kabupaten Buru, Teluk Kayeli, kota Namlea.

Penanggungjawab

:

Fajar Y Prabawa

DKP Kab Buru, BAPPEDA Kab Buru, LSM, masyarakat nelayan.

Peneliti

:

-        Fajar Yudi Prabawa

-        DR.Dini Purbani

-        Muhammad Ramdhan

-        DR.Taslim Arifin