SUMBERDAYA LAUT DAN PESISIR – TAHUN 2014

Kajian Dampak Penambangan Pasir Laut Pantai Utara Banten Untuk Reklamasi Teluk Jakarta Terhadap Sumberdaya Laut Dan Pesisir

Sebaran Padatan Tersuspensi di Laut dan Pesisir Serang, Banten

Dinamika Pesisir di Kecamatan Tirtayasa, Banten

Latar Belakang :

Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta, di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Tahun 2030 Pemerintah Daerah DKI Jakarta (PERDA Provinsi DKI Jakarta No. 1 Tahun 2012), merencanakan program reklamasi di kawasan Pesisir Utara Jakarta. Reklamasi yang direncanakan akan dilaksanakan hingga 2020/2030 akan membangun pulau pulau baru, yang diperuntukkan untuk berbagai kegiatan strategis, yang dibagi menjadi 3 cluster kepulauan, seperti: Pulau rekalamasi kawasan peruntukkan permukiman (cluster bagian barat); Pulau rekalamasi kawasan peruntukkan perkantoran, perdagangan dan jasa (cluster bagian tengah); Pulau reklamasi kawasan peruntukkan industri dan pergudangan (cluster bagian timur). Untuk memenuhi kebutuhan material reklamasi pulau pulau tersebut, direncanakan terdapat 2 kandidat lokasi penambangan pasir, yakni kawasan Pantai Utara Banten dan kawasan Lampung.  Secara teoritis, penambangan pasir di kawasan pantai akan merubah struktur geomorfologi pantai dan batimetri yang secara lebih lanjut akan merubah pola arus susur pantai yang berpotensi menyebabkan erosi dan akresi pantai di kawasan penambangan pasir dan di sekitarnya. Teraduknya lumpur/ lanau akibat penambangan pasir tersebut dapat juga berpotensi berdampak terhadap kualitas air, dimana kekeruhan air yang kontinyu dan/atau tersuspensinya kandungan biogeokimia yang lain. Kekeruhan air tersebut dapat menghambat penetrasi sinar matahari yang merupakan energi utama yang menggerakkan siklus hidup ekosistem perairan pesisir. Apabila suatu ekosistem terganggu, maka ekosistem tersebut akan mencari suatu kesetimbangan yang baru ataupun hilang. Dikawatirkan, kedepan, akibat adanya kegiatan penambangan pasir secara besar-besaran yang akan berdampak kepada ekosistem perairan pesisir, secara lebih jauh juga akan berdampak kepada kegiatan aktivitas kelautan dan perikanan di Provinsi tersebut.

Tujuan :

-    Mengetahui dampak penambangan pasir laut terhadap sumber daya laut dan pesisir di pantai utara Banten.

-   Mengestimasi kapasitas pasir laut di banten untuk kebutuhan reklamasi Teluk Jakarta

Metode :

  1. Studi Literatur
  2. Pengumpulan data sekunder (Peta Laut Dishidros TNI AL, Peta LPI BIG, Peta RBI BIG, Peta Geologi, Data Meteorologi, Citra Satelit Landsat)
  3. Pengumpulan data primer (SBP, Sedimen Permukaan, Batimetri, Pasut, Arus, Kualitas Air)
  4. Pengolahan, pemodelan, dan analisis data
  5. FGD
  6. Penyusunan laporan dan Karya Tulis Ilmiah

Hasil :

Berdasarkan hasil pengukuran kualitas air dapat dikatakan bahwa perairan di Kabupaten Serang berada di atas baku mutu yang disyaratkan Kep.Men LH Nomor. 51 Tahun 2004. Nilai kualitas air yang berada di atas baku mutu tersebut bisa jadi disebabkan oleh limbah industri yang terbawa oleh arus sungai dan menyebar di laut. Berdasarkan pengakuan dari masyarakat isu pencemaran ini mengakibatkan menurunnya produksi rumput laut di sekitar Pulau Panjang, dan menurunnya produksi ikan budidaya tambak di Desa Lontar. Meskipun demikian rumput laut tumbuh subur dan jumlah tangkapan ikan tidak mengalami penurunan di Desa Lontar, Kec. Tirtayasa.

Hasil pengukuran batimetri menunjukkan adanya cekungan di bekas area penambangan yang mengindikasikan bekas pengerukan di area tersebut. cekungan tersebut dapat mengakibatkan perubahan pola arus yang mungkin dapat mengakibatkan abrasi dan juga mengganggu pelayaran nelayan. Meskipun demikian, hasil analisis garis pantai menggunakan citra satelit landsat secara multitemporal menunjukkan proses abrasi pantai di Kec. Tirtayasa telah terjadi sebelum aktivitas penambangan pasir laut dimulai. Proses abrasi pantai diduga terjadi sejak adanya pengalihan aliran sungai Ci Ujung yang pada awalnya bermuara di Tanjung Pontang dialihkan ke Tengkurak. Untuk mengetahui dampak penambangan pasir terhadap abrasi pantai ini perlu dilakukan pemodelan hidrodinamika di daerah pesisir tersebut.

Dampak secara langsung dari aktivitas penambangan pasir laut tidak teramati. Hal ini dikarenakan pada saat survei dilakukan sedang tidak ada aktivitas penambangan pasir laut yang berjalan. Penambangan pasir laut terakhir terjadi pada tahun 2012. Oleh karena itu disarankan dilakukan penelitian kembali pada saat ada aktivitas penambangan di perairan Serang untuk membuktikan dugaan-dugaan pada penelitian ini. Hasil temuan pada penelitian ini sebaiknya dijadikan pertimbangan untuk lebih memperkuat penegakan hukum atau peraturan yang telah dibuat. Tanpa penegakan hukum maka kerusakan lingkungan akan terjadi dengan cepat.

 

Unit Kerja

Alamat

:

:

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir

Gedung Balitbang KP II Lantai 4, Jl. Pasir Putih I, Ancol Timur, Jakarta Utara 14430 – DKI Jakarta / Telp. : (021) 64711583, 64711672 ext  4304 / Fax. : (021) 64711654

Lokasi Kegiatan

:

Perairan Laut Utara Kabupaten Serang, dan Pesisir Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten

Peneliti Utama Keg

Peneliti Anggota

:

:

Joko Prihantono, M.Si.

1. Rainer A. Troa, M.Si.        3. Lestari C. Dewi, M.Si.

2. Ira Dillenia, M.Hum.          4. Eko Triarso, M.Si.