SUMBERDAYA LAUT DAN PESISIR – TAHUN 2014

VALIDASI USULAN LOKASI TES (TEMPAT EVAKUASI SEMENTARA) DAN TEA (TEMPAT EVAKUASI AKHIR) KOTA PARIAMAN

Lokasi Penelitian berada di 7 lokasi wilayah pesisir

 

Salah satu contoh rute evakuasi menuju shelter lokasi Desa Naras Satu

 

Peta Ketahanan Masyarakat (CCR) Kota Pariaman

 

Suasana wawancara dengan responden

 

Pengukurankekuatan bangunan di SDN 5 Marabau

Latar Belakang :

Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari tahun 2012 yang berjudul “Analisis Kebijakan Penataan Wilayah Pesisir Propinsi Sumatera Barat Berbasis Mitigasi Bencana”.  Hasil dari penelitian tersebut mengusulkan lokasi usulan TES (Tempat Evakuasi Sementara) berjumlah 23  unit di wilayah rawan bencana gempabumi dan tsunami disamping usulan TES juga diusulkan 15 jalur menuju TEA (Tempat Evakuasi Akhir) di lokasi yang memiliki kontur diatas 15 mdpl. BPBD Kota Pariaman mengirimkan surat ke Ka Balitbang KP dengan nomor surat: 360/344/BPBD/V-2013 perihal Permohonan Fasilitas untuk melakukan lebih mendalam penempatan dan kelayakan shelter di wilayah yang rawan bencana di Kota Pariaman. Lokasi yang ditentukan untuk penelitian ini adalah: 1. Desa Naras Satu, 2. Desa Ampalu, 3. Desa Kampung Baru, 4. Desa Karan Aur, 5. Desa Taluak, 6. Desa Marabau dan 7. Desa Pasir Sunur.

Tujuan :

1). Menentukanlokasishelter yang mudahdicapaidanaman,

2). Mengukurkekuatanbangunanshelter yang sudahada,

3). Menghitungkapasitasshelter agar dapatmenampungkorbanbencana.

Metode :

  1. Menggunakan analisis SIG (Sistem Informasi Geografis)dengan menerapkan jaringan jalan (network analysis)untuk menentukan rute evakuasi menuju shelter (TES) terdekat.
  2. Analisis Ketahanan masyarakat pesisir/CCR (Coastal Community Resilience) untuk mengetahui kesiapsiagaan masyarakat pesisir dalam menghadapi bencana. Parameter yang digunakan terdiri dari 8 yaitu: 1. Tata Pemerintahan, 2.  Sosial Ekonomi dan Mata Pencaharian, 3. Pengelolaan Sumberdaya Peisir, 4. Pengelolaan Pemanfaatan Lahan dan Rancangan Struktural, 5. Pengetahuan Rsiko, 6.  Sistem Peringatan dan Evakuasi, 7. Tanggap Darurat dan Bencana dan 8. Pemulihan.
  3. Analisis kekuatan bangunan yang akan digunakan sebagai shelter dan menghitung kapasitas shelter yang dapat ditampung para korban.

Hasil :

Dari hasil kegiatan riset kebijakan pengembangan kawasan pesisir berbasis zonasi rumput laut di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat tahun 2014, untuk sementara dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Analisis SIG menggunakan metode jaringan jalan atau network analysis di7 lokasi penelitian sehingga didapatkan usulan shelter disetiap lokasi. Lokasi Desa Naras Satu 8 unit, Desa Ampalu 5 unit, Desa Kampung Baru 11 unit, Desa Karan Aur dan Taluak 8 unit, Marabau 4 unit dan Pasir Sunur 3 unit.
  2. Nilai  Ketahanan Masyarakat Pesisir (CCR) tertinggi untuk parameter Sosial Ekonomi dan Mata Pencaharian (2,528), Pengelolaan Sumberdaya Pesisir (2,313), Pengelolaan Pemanfaatan Lahan dan Rancangan Struktural (2,542), Tanggap Darurat dan Bencana (2,854) dan Pemulihan (2,889) berada di Desa Kampung Baru.
  3. Nilai Ketahanan Masyarakat Pesisir (CCR) tertinggi untuk parameter Tata Pemerintahan (3,125)berada Desa Marabau.
  4. Nilai Ketahanan Masyarakat Pesisir (CCR) tertinggi untuk parameter Pengetahuan Resiko (2,778 ) berada di Desa Kampung Baru dan Marabau.
  5. Kekuatan bangunan yang dianalisis terdiri dari sesuai dan tidak sesuai. Sesuai berada di Naras Satu, SDN 15 Ampalu, SMPN 2 Pariaman (Kampung Baru), Kantor Walikota Lama (Karan Aur). Shelter Tidak Sesuai berada di Taluak dan Marabau.

 

 

 

 

 

Unit Kerja

Alamat

:

:

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir

Jl. Pasir Putih I Lantai 3, Ancol Timur, Jakarta Utara 14430 – DKI Jakarta / Telp. : (021) 64711583 pes 4304 / Fax. : (021) 64711654

Lokasi Kegiatan

:

Kota Pariaman Propinsi Sumatera Barat

Peneliti Utama Keg

Peneliti Anggota

:

:

Dr. Dini Purbani

Yulius, Msi

Hadiwijaya Lesmana, MSi

Joko Prihantono, MT

Lestari Cendikia Dewi, MT