Kebijakan Pengembangan Sumberdaya Pesisir – TAHUN 2014

Model Pengelolaan Pulau-pulau Kecil Berbasis Pariwisata-Konservasi

(Studi Kasus di Pulau Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara)

 

 

Latar Belakang :

Pariwisata bahari yang didukung oleh adanya TNW merupakan keunggulan aset yang memiliki potensi, seperti  terumbu karang dan berbagai biota laut yang beraneka ragam dengan nilai estetika dan konservasi yang tinggi. Pengembangan pariwisata adalah segala kegiatan dan usaha terkoordinasi untuk menarik wisatawan dan menyediakan semua sarana dan prasarana, baik berupa barang atau jasa dan fasilitas yang diperlukan guna melayani kebutuhan wisatawan (Musanet, 1995:1). Segala kegiatan pengembangan pariwisata mencakup berbagai segi yang sangat luas yang menyangkut berbagai segi kehidupan masyarakat mulai dari angkutan, akomodasi, makanan dan minuman, cinderamata dan pelayanan (service). Untuk itu guna mendapatkan hasil yang diharapkan dari pengembangan wisata di Pulau Wangi-wangi perlu dilakukan pengkajian akan model pengelolaannya berbasis pariwisata-konservasi.

Tujuan Penelitian

Melakukan pengelolaan pulau-pulau kecil berbasis pariwisata-konservasi dengan melakukan pengkajian terhadap kondisi terumbu karang, melakukan analisis korelasi terhadap daya tarik objek pariwisata dan jumlah wisatawan yang berkunjung. Pendekatan analisis daya dukung dilakukan dengan melihat kemampuan lahan (ruang) dalam menampung suatu kegiatan ditinjau dari aspek kesesuaian lahan (fisik) dan sosial budaya masyarakat setempat.

Metode :

Pelaksanaan kegiatan terbagi dalam tahapan perencanaan, survei lapangan dan pelaporan. Kegiatan perencanaan mencakup konsultasi dengan narasumber serta pertemuan koordinasi internal. Kegiatan konsultasi dilaksanakan di kota Bandung. Kegiatan survei meliputi survei ikan karang, terumbu karang, kualitas air dan hubungannya dengan wisata bahari serta melakukan wawancara dengan para narasumber dari dinas terkait dan para stakholder. Metode visual sensus digunakan untuk pengamatan ikan karang, sedangkan pendekatan Point Intercept Transect (PIT) dilakukan dalam pengamatan terumbu karang.

Hasil :

Hasil survei terhadap karang ikan menunjukkan sebanyak 74 spesies ikan karang yang terlihat pada stasiun pengamatan dengan jumlah total sebanyak 6335. Sedangkan pengamatan terhadap terumbu karang menunjukkan jumlah karang hidup yang masih dapat tumbuh dengan baik dan terdapat pula karang mati di beberapa stasiun pengamatan disebabkan pengelolaannya yang kurang baik dan pengaruh iklim serta manusia. Hasil wawancara dengan beberapa narasumber menghasilkan bahwa selama ini pengelolaan yang dilakukan di pulau wangi-wangi lebih banyak dilakukan dilakukan oleh masyarakat. Oleh karena itu dibuatlah beberapa desa wisata yang mendukung wisata di daerah tersebut namun tetap memelihara kelestarian yang ada.

Unit Kerja

Alamat

:

:

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir

Jl. Pasir Putih I Lantai 3, Ancol Timur, Jakarta Utara 14430 – DKI Jakarta / Telp. : (021) 64711583 pes 4304 / Fax. : (021) 64711654

Lokasi Kegiatan

:

Pulau Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara

Peneliti Utama Keg

Peneliti Anggota

:

:

Aida Heriati, MT

Dr. Taslim Arifin

Dr. Dini Purbani

Eva Mustikasari, MT

Fajar Yudi Prabawa, M.Sc