SUMBERDAYA LAUT DAN PESISIR – TAHUN 2014

ANALISIS PENGELOLAAN RUANG PESISIR SECARA TERPADU (ICZM) DALAM RANGKA PENERAPAN BLUE ECONOMY DI LOMBOK TIMUR,

NUSA TENGGARA BARAT

 

Peta Rencana Pengembangan Wilayah Pesisir Kab. Lotim (Zainuddin,2004)

 

Diskusi dengan Kepala Dinas - KP Kab. Lotim

Pengukuran  kualitas air di Teluk Ekas.

 

 

Peta Sebaran Suhu di Teluk Ekas

Latar Belakang :

Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan luas 49 307,19 km2 memiliki potensi sumberdaya hayati laut yang tinggi. Luas laut 29159,04 Km2, sedangkan luas daratan meliputi areal seluas 20153,15 Km2. Perairan laut tersebut mengelilingi garis pantai sepanjang 2333 km, dan di dalamnya terdapat berbagai ekosistem seperti mangrove, padang lamun dan terumbu karang serta berbagai jenis ikan dengan luas terumbu karang 3601 km2. Kabupaten Lombok Timur (Lotim) merupakan wilayah dengan garis pantai sepanjang 312,8 Km merupakan kabupaten dengan garis pantai terpanjang di pulau Lombok. Kabupaten Lombok Timur kaya dengan potensi sumberdaya laut, dan banyak dantaranya yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat dengan budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) dengan komoditas utama Kerapu, Lobster, Mutiara dan Rumput Laut. Dengan demikian perlu usaha untuk melestarikan keanekaragaman hayati yang ada di Lombok Timur melalui implementasi konsep blue economy.

Tujuan :

Menyediakan data-data potensi dan dinamika Sumber Daya Laut dan Pesisir  untuk mendukung pengambilan kebijakan-kebijakan pengembangan Blue Economy Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat

Metode :

-        Koordinasi dengan tim peneliti untuk perumusan dan pelaksanaan survey lapangan.

-        Diskusi dan konsultasi dengan kepala dinas kelautan dan perikanan Lombok Timur

-        Survei lapangan di Teluk Ekas dan Teluk Sereweh untuk mendapatkan data Primer dan Sekunder

-       Kompilasi dan analisis data secara keseluruhan.

Hasil : .

Berdasarkan pengukuran yang dilakukan oleh Tim  Survey, temperatur di perairan Teluk Ekas pada pertengahan bulan Maret 2014 adalah berkisar 29,1 – 32,1 °C. Kisaran tersebut adalah normal dan mendukung kehidupan biota laut.

Berdasarkan pengukuran yang dilakukan oleh Tim  Survey, salinitas di perairan Teluk Ekas pada pertengahan bulan Maret 2014 adalah berkisar 30,0 – 30,7 ‰. Kisaran tersebut adalah normal dan mendukung kehidupan biota laut.

Berdasarkan pengukuran yang dilakukan oleh Tim  Survey, nilai pH hasil pengukuran yang dilakukan adalah 7,65 – 8,3 Derajat keasaman air tersebut adalah normal karena berada pada kisaran yang diperbolehkan oleh SK. MenKLH No. Kep-02/MENKLH/1988, yaitu 6 - 9 pH, sehingga direkomendasikan bisa mendukung untuk kegiatan pariwisata, rekreasi, budidaya, dan konservasi laut.

Berdasarkan pengamatan terhadap hasil prediksi pasang surut  menggunakan Oritide – Global Tide Model untuk bulan Januari 2004 dan peta distribusi tipe pasut Se-Asia Tenggara dari Wrytki (1961) diperoleh bahwa tipe pasut di perairan Teluk Ekas adalah campuran cenderung harian ganda (mixed tide prevailing semidiurnal). Hasil prediksi tersebut menunjukkan bahwa pada bulan Januari 2004 tinggi rata-rata air pasang tertinggi adalah +74,56 cm, air surut terendah –69,12 cm, dengan tunggang maksimum sekitar 258.63 cm.

Unit Kerja

Alamat

:

:

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir

Jl. Pasir Putih I Gedung 2 Lantai 4, Ancol Timur, Jakarta Utara 14430 – DKI Jakarta / Telp. : (021) 64711583 pes 4304 / Fax. : (021) 64711654

Lokasi Kegiatan

:

Teluk Ekas, Kab. Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat

Peneliti Utama Keg

Peneliti Anggota

:

:

Muhammad Ramdhan, M.T

Dr. Taslim Arifin, M.Si

Yulius, M.Si

Hadiwijaya L. Salim, M.Si

Fajar Yudi P., M.T.