SUMBERDAYA LAUT DAN PESISIR – TAHUN 2014

Kajian Dampak Pembangunan Tanggul Laut Teluk Jakarta (Jakarta Giant Seawall) Terhadap Sumberdaya Laut dan Pesisir - 2014

 

 

 

 

 

Latar Belakang :

Teluk Jakarta, merupakan wilayah perairan Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, memiliki kawasan pulau-pulau kecil di Kepulauan Seribu yang membentang hingga Laut Jawa bagian barat. Terdapat sekitar 13 Daerah Aliran Sungai (DAS) yang bermuara di Teluk Jakarta, sehingga menjadikan Teluk Jakarta cukup mengalami tekanan transpor massa limbah dari sepanjang kawasan DAS, seiring dengan meningkatnya pembangunan dan jumlah penduduk di Provinsi DKI Jakarta. Permasalahan klasik Provinsi DKI Jakarta adalah kemacetan, sampah dan banjir. Khusus di kawasan Jakarta Utara fenomena banjir air pasang (Rob) cukup memberikan tekanan terhadap laju ekonomi di kawasan tersebut. Salah satu program kerja yang akan dilakukan oleh Pemda Provinsi DKI Jakarta adalah membangun Tanggul Laut Teluk Jakarta (Jakarta Giant Seawall).

Tujuan :

1. Mengetahui kondisi oseanografi (biologi-kimiawi dan fisika) perairanTeluk Jakarta.

2.   Mengetahui sirkulasi arus laut Teluk Jakarta,

3.   Mengetahui dampak Pembangunan Tanggul Laut Teluk Jakarta (Jakarta Giant Seawall) Terhadap Sumberdaya Laut dan Pesisir.

Metode :

1.  Melakukan identifikasi kondisi terumbu karang, kualitas perairan dan pengkuran oseanografi fisik (Pasang surut, arus, gelombang dan batimetri),

2.  Pola sebaran parameter biofisika-kimiaperairan dianalisis dengan menggunakan software MINITAB versi 14. Lebih lanjut untuk mengetahui perbedaan antara kondisi perairan pada setiap zona dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji t,

3.  Menggunakan software MIKE 21 FM untuk memodelkan desain GSW, memperlihatkan pola perubahan hidrodinamika yang terjadi pada masing-masing desain serta implikasinya terhadap perairan di Teluk Jakarta.

Hasil : .

Kondisi terumbu karang dibagian selatan Kepulauan Seribu, yaitu karang hidup berkisar 857,12 hektar sedangkan karang mati berkisar 245,12 hektar.Kondisi fisika-kimia perairan Teluk Jakarta untuk kecepatan angin berkisar 2,25-5,62 m/s menuju timur laut, suhu berkisar 30-31,3 ºC, salinitas berkisar 23,6-27,36 psu, derajat keasaman (pH) berkisar 6,98-7,48, kekeruhan berkisar 0,49-4,64 NTU dan partikel tersuspensi (TSS) berkisar 27-54 mg/l. Logam berat terlarut untuk Pb Terlarut tidak terditeksi, Cd Terlarut berkisar 0,018-0,025 ppm, Cu Terlarut berkisar 0,005-0,007 ppm, Ni Terlarut berkisar 0,111-0,119 ppm dan Zn Terlarut berkisar 0,021-0,025 ppm. Logam berat sedimen untuk Pb Sedimen berkisar 38,62-103,43 ppm, Cd Sedimen berkisar 5,96-14,69 ppm, Cu Sedimen berkisar 13,54-71,12 ppm, Ni Sedimen berkisar 33,18-49,39 ppm dan Zn Sedimen berkisar 42,8-257,61 ppm.

 

Karakteristik pasang surut di lokasi penelitian adalah jenis pasang surut bertipe tunggal dengan nilai bilangan Formzahl sebesar 6,5. Dalam satu hari di Teluk Jakarta terjadi satu kali pasang dan satu kali surut dengan periode pasang surut sekitar 24 jam 50 menit. Pola arus hasil pengukuran sangat bervariasi terhadap waktu. Kecepatan arus Teluk Jakarta pada bulan April 2014 berkisar antara 0,001 m/detik s.d 0,296 m/detik dengan arah arus dominan menuju ke arah barat dan barat daya. Tinggi gelombang signifikan berkisar antara 0,05 meter s.d 2,74 meter dengan periode gelombang 1,52 detik s.d 3.45 detik. Gelombang laut Teluk Jakarta termasuk ke dalam gelombang pendek yang dibangkitkan oleh angin. Arah datang gelombang laut  didominasi oleh arah gelombang yang berasal dari barat laut – utara – timur laut yang searah dengan arah angin pada bulan April.

 

Pemodelan hidrodinamika dilakukan untuk investigasi dampak pembangunan JGSW terhadap hidrodinamika di Teluk Jakarta.  Model diterapkan untuk tiga desain GSW, yaitu dengan satu, dua dan tiga pintu atau kanal yang menghubungkan perairan luar teluk dengan bagian dalamnya.  Hasil pemodelan menunjukkan adanya penurunan drastis amplitude pasang surut sampai maksimal menjadi 0.09 m (atau seper-sepuluh dari amplitude normal) di dalam GSW dengan periode yang lebih panjang dari 24 jam. Selain itu, arus di dalam GSW pun sangat lemah, kecuali di celah atau kanal-kanal sempit yang berada di sela-sela pulau hasil reklamasi.  Arus menyusur pantai (longshore current ) ditemui di sepanjang sisi luar tembok.Adanya GSW ini tidak hanya merubah sirkulasi arus di Teluk Jakarta secara drastis, namun juga membawa konsekuensi lain misalnya terhadap sebaran polutan dan ekosistem di dalam teluk. Menurunnya kecepatan akan meningkatkan water residence time dan flushing time.

Unit Kerja

Alamat

:

:

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir

Jl. Pasir Putih I Gedung Balitbang II Lantai 4, Ancol Timur, Jakarta Utara 14430 – DKI Jakarta / Telp. : (021) 64711583 pes 4304 / Fax. : (021) 64711654

Lokasi Kegiatan

:

Propinsi DKI Jakarta

Peneliti Utama Keg

:

:

Dr. Taslim Arifin

Muhammad Ramdhan, MT

Fajar Yudi Prabawa, MT

Hadiwijaya L. Salim, MSi

Eva Mustikasari,MSI

Aida Heriati. MT

Program Renstra

:

Penelitian dan Pengembangan Iptek Kelautan dan Perikanan

Mitra Kerja Sama

Dana Pendamping

Pengguna

:

:

:

 

 

 

Program APBN

:

Penelitian dan Pengembangan Iptek