Analisis Kebijakan Zonasi Pulau Nangka Kab. Beltim Prov. Babel dalam Rangka Perencanaan Tata Ruang Pulau Kecil

untuk Pengelolaan Kawasan di Zona ALKI

Latar Belakang :

Indonesia tersusun dengan rangkaian kepulauan yang memiliki ciri khas yang unik dan potensi hidrografi dan geodinamika dasar laut dan pesisir sebagai sumberdaya terbarukan. Kondisi ini perlu digali untuk diketahui potensinya sebagai sumber ekonomi-industri yang dikelola secara berkelanjutan.

Wilayah pesisir dan laut Provinsi Bangka-Belitung dan Kabupaten Belitung khususnya kaya akan segala potensi perikanan kelautan, baik itu potensi hayati maupun non hayati dengan  karekteristik sebagai berikut:

  1. Selat Karimata dan sekitarnya adalah salah satu wilayah perairan yang mempunyai peran penting di dalam interaksi laut – atmosfer di Asia Tenggara terutama terkait dengan monsoon system.  Dimana dimungkinkan terjadinya pertukaran massa air laut antara Laut Cina Selatan di utara, Selat Karimata di tangeh, dan Laut Jawa serta Selat Sunda di selatan.
  2. Monsoon system secara umum mempengaruhi kondisi perairan Indonesia terutama di wilayah Indonesia bagian barat. Berdasarkan pemantauan terhadap pola pergerakan angin monsoon selama 62 tahun (1948-2010) telah terjadi indikasi sedikit pergeseran atau perubahan polanya.
  3. Belitung Timur terletak persis di pinggir ALKI I yang amat ramai lalu-lintas kapalnya. Hal ini tentu berdampak ke banyak hal. Perubahan kualitas air laut karena kegiatan antropologis dan posisi kepulauan di Beltim yang sebenarnya merupakan potensi besar dalam sistematika dan siklus lalu-lintas pelayaran disitu.
  4. Lokasi telitian merupakan pusat berkumpulnya ikan-ikan pada musimnya, serta terletak di pinggir jalur migrasi ikan. Banyak kepentingan disini: kepentingan Pemerintah Pusat yang berupaya meningkatkan produksi perikanan, nelayan yang berupaya meningkatkan pendapatan dari hasil tangkapan di lokasi ini dan para pengguna ALKI I yang sering melewati area telitian.

Memperhatikan potensi tersebut dipandang perlu untuk melakukan studi berlokasi pada daerah di sekitar Selat Karimata, khususnya Kabupaten Belitung Timur

Tujuan :

  1. Menginventarisasi jenis, potensi dan fakta non hayati: geoekologi pulau, data kelautan, data batimetri dasar laut dan aspek sejarah maritim pesisir Pulau Nangka dan sekitarnya
  2. Mendata aspek kerentanan di kepulauan terutama terkait fenomena efek perubahan iklim
  3. Melakukan modeling dan simulasi pada ruang pulau dan perairan dengan data hasil analisa

Metode :

Pengolahan data yang dapat menampilkan informasi mengenai penilaian faktor resiko relatif garis pantai dari masing-masing variabel (elevasi/batimetri, geologi, geomorfologi, perubahan garis pantai, amblasan, rata-rata jangka pasang surut, arus laut dan tinggi gelombang) terhadap faktor alam yang berperan dalam menentukan kerentanan pantai seperti: iklim, proses hidro-oseanografi,  proses pantai (akresi/erosi), perubahan muka air laut, dan aktivitas manusia.

Hasil

  1. Tipe pantai di Pulau Nagka termasuk kategori pantai bervegateasi dibagian Barat dan Timur, pantai berpasir di bagian Utara dan Selatan serta pantai berbatu disekeliling pulau dengan litologi batuan beku (basalt-andesitik dengan sedikit selingan diabas)
  2. Pulau Nangka dipenuhi shear dan gash kekar serta dibelah oleh minimal dua patahan kuat yang masih aktif bergerak, mengindikasikan adanya tekanan gaya bumi
  3. Abrasi terjadi di sisi pantai berpasir yang disebakan oleh kuatnya arus

Rekomendasi

  1. Perlu kajian lebih mendalam inventarisasi potensi sumberdaya alam dan perencanaan tata ruang dalam suatu kerjasama riset P3SDLP-BALITBANG KP-DKP Beltim  terkait keinginan Pemda Kab. Beltim membangun Pusat Industri Perikanan Tangkap di Pulau Nangka
  2. Pulau Nangka dapat dibangun secara terbatas dengan pilihan strategis pos pengawasan instansi terpadu TNI-AL dan DP Beltim.
  3. Perlu diadakan stasiun terapung APMB-BBM yang dapat ditempatkan di dermaga/jeti Pulau Nangka dan Pulau Berlian dengan mekaniame sandar tongkang APMD-BBM di bagian Barat Pulau saat musim Timur dan sebaliknya.

Lokasi Kegiatan

:

Kabupaten Belitung Timur

Peneliti Utama Keg

:

Fajar Yudi Prabawa, M.Sc