Analisis Pengelolaan Kawasan Konseervasi Maritim untuk Mendukung Pengembangan Ekominawisata

 


Peta lokasi penyelaman dan situs bawah air


Meriam salah satu peninggalan jaman perang


Peluru-peluru yang diduga masih mengandung bahan kimia

 

Latar Belakang :

Pengelolaan kawasan konservasi maritime ditujukan untuk melindungi wilayah pesisir yang menyimpan situs-situs peninggalan budaya dari masa lampau, seperti kapal tenggelam kuno yang bersejarah, sebaran muatannya, sisa-sisa aktivitas kemaritiman dari masa lalu, dan aktivitas budaya dan adat. Tetapi hingga saat ini, pengelolaan kawasan konservasi maritime masih merupakan satu aturan yang terdapat di Permen KP no 17 / 2008, dan belum satu wilayah pesisir pun di Indonesia yang  ditetapkan sebagai kawasan konservasi maritime.

Sementara itu, banyak sekali potensi peninggalan bersejarah di pesisir Indonesia seperti situs kapal tenggelam di Mandeh, Selayar, Bangka-Belitung, Natuna, hingga Halamahera Utara dan Morotai, dalam kondisi yang memprihatinkan. Kehancuran pada situs juga berdampak pada kehilangan data sejarah, kehilangan potensinya sebagai obyek wisata bahari, dan berdampak pada kerusakan ekosistem di lingkungan situs, khususnya ekosistem terumbu karang dan sumberdaya ikan di lingkungan situs.

Peninjauan ulang terhadap kebijakan KKM pada permen KP 17/2008 perlu dilakukan dengan menggabungkan konsep cultural resource management dan pendekatan ekominawisata. Ekominawisata merupakan satu pendekatan dalam pengelolaan sumberdaya pesisir sebagai obyek wisata bahari, dengan tetap berbasis pada keberlanjutan  sumberdaya dan kesehatan ekosistem dilingkungannya.

Tujuan :

Tujuan penelitian ini untuk memberikan rekomendasi kebijakan kawasan konservaai maritim sebagai pengelolaan situs maritim  berkelanjutan berbasis pada kesehatan ekosistem pesisir  yang juga berdampak pada kesehatan sumberdaya perikanan dan keksejahteraan masyarakat pesisir.

Metode :

-       Analisis data dan potensi sumberdaya kawasan konservasi maritim di Pesisir Kabupaten Halmahera Utara dan Pesisir Pulau Morotai Selatan

-       Pola pengelolaan Kawasan Konservasi Maritim melalui pendekatan Cultural Resource Management (CRM),  diselaraskan dengan pendekatan ekominawisata yang akan mengacu pada pola pengelolaan situs sebagai zona inti berbasis pada ekosistem

Hasil :

Kriteria penetapan KKM yang hanya mengacu pada nilai situs arkeologis historis memiliki konsekuensi terhadap penetapan seluruh kapal tenggelam yang memiliki nialai arkeologis historis menjadi kawasan konsevasi maritim. Padahal bila ditinjau kembali kapal-kapal perang di Wilayah Teluk Kao dan Morotai Selatan diduga kuat membawa senjata-senjata yang mengandung bahan kimia untuk perlengkapan perang mereka sehingga akan mencemari perairan dan merusak  ekosistem pesisir di lingkungannya bila dilakukan preservation in situ.  Terbukti dengan rusaknya terumbu karang dan kualitas perairan yang tercemar logam berat di Perairan Pulau Meti Megaliho.

Bila ditinjau dari penggunaan istilah “ kapal tenggelam yang bernilai arkeologi historis” belum dapat mengakomodir semua aspek  misalnya yang terkait dengan sebaran muatannya. Akan berbeda halnya jika menggunakan terminologi “situs kapal tenggelam”. Perlu pula diatur lebih lanjut mengenai peninggalan situs bersejarah lainnya misalnya sisa-sisa pesawat terbang, tank dan truk dari jaman perang di kawasan pesisir.

Rekomendasi untuk Kebijakan KKM (Permen 17/2008)

Kategori situs untuk peninggalan yang akan di tetapkan sebagai kawasan konservasi maritim, adalah peninggalan budaya yang memiliki nilai arkeologi historis khusus atau arkeologi kemaritiman,

  1. Pola pengelolaannya bahwa situs sebagai zona inti yang dalam pengelolaannya berbasis pada karateristik ekosistem di lingkungannya.
  2. Rekomendasi kebijakan dalam penetapan dan pola pengelolaan kawasan konservasi maritime (KKM) ini adalah untuk mendukung ekominawisata sebagai salah satu bentuk industrialisasi kelautan dan juga untuk menopang kesehatan terumbu karang khususnya pada wilayah CTI.

Lokasi Kegiatan

:

Halmahera Utara dan Morotai Selatan

Peneliti Utama Keg

:

Ira Dillenia M.Hum