Studi Resiliensi Kawasan Budidaya terhadap Bahaya Laut di Carocok Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat

 

 

 

 

Latar Belakang :

Carocok terletak di Teluk Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Lokasi terdapat tambak bandeng untuk umpan pemancingan ikan tuna. Setelah dikunjungi Menteri Kelautan dan Perikanan dan ditetapkan sebagai minapolitan, maka daerah terpacu meluaskan lahan tambak. Lokasi yang dipilih sebagian besar di lahan konservasi mangrove. Sayangnya draft perluasan lahan terlalu maksimal dan nantinya akan banyak membabat hutan mangrove alami.

Tujuan :

1.  Menginventarisasi wilayah pesisir Carocok yang rusak akibat abrasi, gempa, gelombang dan kenaikan muka air laut, sekaligus mengidentifikasi jenis kerusakannya.

2.  Melakukan upaya ilmiah teknis dalam bentuk kajian, analisa dan modelling kawasan budidaya dalam bentuk penataan ruang terintegrasi mitigasi bencana.

3.  Draf rekomendasi agar kegiatan budidaya tetap berkembang di kawasan yang berpotensi terkena dampak bahaya laut.

Metode :

1.  Pengumpulan data primer yang diambil dari hasil pengukuran kontur nol (0)menggunkan theodolit, tracking untuk mendapatkan batasan areal tambak bandeng eksisting, koreksi geometri data satelit, penentuan batasan zona, investigasi (wawancara), pengukuran batimetri menggunakan echosounder, pendataan karakteristik pantai-pesisir, pengukuran parameter ekosistem dan pendataan bencana yang ada.

2.  Pengumpulan data sekunder dengan melakukan pembahasan dengan narasumber, pengumpulan data kepemilikan lahan, data prediksi pasang surut, data statistik dan kebencanaan.

3.  Pengolahan terhadap data hasil survei dan data spasial menggunakan aplikasi Map Info, ER Mapper, Photoshop dan lain-lain.

Hasil :

1.  Batuan di lokasi mengalami pelapukan kuat dan terkena efek dari struktur geologi yang bekerja kuat di daerah tersebut berupa patahan Mentawai sehigga menjadi daerah rawan longsor.

2.  Lokasi tambak hingga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) rentan bahaya gelombang pasang.

3.  Terjadi erosi pada penampang sungai yang menggereus tepian sungai dan tanggul tambak, mengakibatkan penurunan kualitas air laut suplai tambak.

4.  Lokasi penelitian termasuk dalam zona efek gempa dari patahan Mentawai di Pulau Siberut-Mentawai.

Rekomendasi

a.    Aspek lingkungan dan kemitigasian, perlu dilakukan studi kelayakan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan

survei penelitian terhadap pembangunan dengan prinsip ekobiogeokimia lingkungan.

b.    Aspek legal formal, penerapan prosedur perizinan untuk pengembangan kawasan Minapolitan.

c.    Aspek teknis draft tata ruang pengembangan dan pertimbangan ilmiah yang ramah lingkungan dan berbasis mitigasi bencana agar resiliensi kawasan budidaya dapat semakin maju produktifitasnya dan relatif aman dari efek bahaya.

Lokasi Kegiatan            :   Sumatera Barat (Carocok-Kabupaten Pesisir Selatan)

Penanggungjawab         :   Gunardi Kusumah, M.T.

Peneliti Utama Keg.     :   Fajar Yudi Prabowo, S.T., M.T.