Pengembangan Kawasan Minapolitan di Selat Lombok

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Latar Belakang :

Minapolitan merupakan program nasional yang pertama kali digulirkan dan pelaksanaannya dimulai pada tahun 2009. Ada 24 kabupaten dan 56 daerah yang akan dijadikan sebagai pilot project konsep minapolitan yang tersebar di 33 provinsi di tanah air yang dipilih sebagai pusat pengembangan minapolitan salah satunya adalah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk mendukung berjalannya program ini dan sebagai tindak lanjut dari amanat tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) khususnya Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir (P3SDLP) mengkaji pengembangan kawasan minapolitan di Selat Lombok khususnya kawasan pesisir Kabupaten Lombok Barat Provinsi NTB.

Tujuan :

1.  Mengetahui pengembangan kawasan minapolitan di  Selat  Lombok khususnya kawasan pesisir Kabupaten Lombok Barat Provinsi NTB.

2.  Memetakan pengembangan kawasan minapolitan di  Selat  Lombok khususnya kawasan pesisir Kabupaten Lombok Barat Provinsi NTB.

Metode :

1.  Studi pustaka dari laporan-laporan ilmiah mengenai Selat Lombok sebagai landasan menentukan teknik kerja lapangan.

2.  Survei lapangan dilakukan dengan pengisian daftar isian survei (kuisioner) dan wawancara dengan pihak berkompeten di wilayah penelitian, baik dengan instansi kepemerintahan maupun dengan tokoh-tokoh pemberdaya masyarakat.

3.  Analisis data dilakukan dengan teknik skoring kemudian dinilai potensi dan hambatannya dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats).

Hasil :

1.  Tersusunnya peta pengembangan kawasan minapolitan di Kabupaten Lombok Barat Provinsi NTB.

2.  13 rencana strategi pengembangan kawasan minapolitan di di Kabupaten Lombok Barat Provinsi NTB, yaitu: (a) peningkatan kesadaran dan kemampuan masyarakat, (b) promosi hasil produksi, (c) pembangunan sarana-prasarana fisik, (d) Kredit Usaha Rakyat/KUR, (e) antisipasi resiko bencana alam, (f) partisipasi aktif masyarakat dalam minapolitan, (g) agro atau minawisata, (h) penegakan hukum dan aturan dalam pemanfaatan sumberdaya, (i) kegiatan minapolitan memperhatikan rencana strategis kawasan, (j) pengubahan sistem perikanan keramba menjadi kolam air deras, (k) perairan umum sebagai budidaya Keramba Jaring Apung/KJA, (l) penerapan aturan lokal berdasarkan local wisdom, (m) memperjelas kepemilikan lahan.

Lokasi Kegiatan            :   Nusa Tenggara Barat/NTB (Kabupaten Lombok Barat)

Penanggungjawab         :   Triyono, S.Si, M.T

Peneliti Utama Keg.     :   Yulius, S.Si, M.Si