KAJIAN PERUBAHAN MONSUN DI PERAIRAN INDONESIA

LATAR BELAKANG
Wilayah Indonesia mempunyai system Monsun yang unik karena dipengaruhi oleh Asian Moonsoon dan Australian Monsoon. Perubahan sea surface temperature, perubahan zonal wind (trade wind) yang berinteraksi dengan proses upwelling dan downwelling di laut sangat mempengaruhi perubahan interaksi laut dan atmosfir yang mengakibatkan adaya pola perubahan presipitasi hujan di daerah Indonesia dan juga perubahan produktifitas primer terkait dengan produktifitas ikan di laut Indonesia. MOMSEI (Monson Onset Monitoring and Its Social and Ecosystem Impacts) adalah suatu kegiatan penelitian Kerjasama Indonesia China yang dilaksanakan sejak 2011, yang difokuskan kepada pengamatan perubahan iklim regional pada saat monsoon onset di daerah Asia, korelasinya dengan perubahan sea-air interaction di daerah barat Sumatra, dampaknya terhadap ekosistem laut, dan pengaruh sosial yang diakibatkannya. Lingkup kerja yang akan dikerjakan antara lain: studi literatur, survey lapangan (Pelaksanaan Cruise MOMSEI), Pengolahan data, Analisis data dan penggunaan numerik perhitungan.

TUJUAN UMUM
1. Meningkatkan Produksi dan Produksivitas Usaha Kelautan dan Perikanan.
2. Berkembangnya Diversifikasi dan Pangsa Pasar Produk Hasil Kelautan dan Perikanan.
3. Terwujudnya Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan secara Berkelanjutan


METODE PENELITIAN
Metode umum yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah: Studi literatur; Survei lapangan (Pelaksanaan Cruise MOMSEI); Pengolahan data; Analisis data dan penggunaan numerik perhitungan.

HASIL
1.Meningkatnya peranan sektor kelautan dan perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah meningkatnya persentase pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) perikanan.
2.Meningkatnya kapasitas sentra-sentra produksi kelautan dan perikanan yang memiliki komoditas unggulan. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah meningkatnya produksi perikanan tangkap, perikanan budidaya, dan garam rakyat.
3.Meningkatnya pendapatan. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah meningkatnya Nilai Tukar Nelayan/Pembudidayaan Ikan.
4.Meningkatnya ketersediaan hasil kelautan dan perikanan. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah meningkatnya konsumsi ikan per kapita.
5.Meningkatnya branding produk perikanan dan produk perikanan dan market share di pasar luar negeri. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah meningkatnya nilai ekspor hasil perikanan.
6.Meningkatnya mutu dan keamanan produk perikanan sesuai standar. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah menurunnya jumlah kasus penolakan ekspor hasil perikanan per negara mitra.
7.Terwujudnya pengelolaan konservasi kawasan secara berkelanjutan. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah tugas Kawasan Konservasi Perairan yang dikelola secara berkelanjutan.
8.Meningkatnya nilai ekonomi pulau-pulau kecil. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah jumlah pulau-pulau kecil, termasuk pulau-pulau kecil terluar yang dikelola.
9.Meningkatnya luas wilayah perairan Indonesia yang diawasi oleh aparatur pengawas Kementrian Kelautan dan Perikanan. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran trategis ini adalah persentase wilayah perairan bebas illegal fishing dan kegiatan yang merusak SDKP.