KAJIAN HIDRODINAMIKA PERAIRAN INDONESIA

DAN

DAMPAKNYA TERHADAP EKOSISTEM LAUT

LATAR BELAKANG :
Tahun 2015 kegiatan penelitian akan menempatkan alat-alat untuk mengukur variabilitas transport, hidrodinamika dan internal waves di selat Lombok dan selat Makassar. Selain itu kegiatan pengukuran parameter fisik air laut seperti temperatur dan salinitas, sampel air untuk melihat kandungan nutrient dan mineral juga akan dilakukan, dimana nantinya akan dihubungkan dengan kondisi ekosistem laut di jalur arlindo, khususnya di selat Lombok dan Makassar. Kegiatan pengukuran juga akan dihubungkan dengan migrasi ikan di jalur tersebut.Suatu kegiatan penelitian kerjasama Indonesia – China dengan judul “The Transport, Internal Waves and Mixing in the Indonesian Throughflow regions (TIMIT) and Impacts on Marine Ecosystem” direncanakan akan dilakukan pada tahun 2015-2018 di jalur utama Arlindo yaitu selat Makassar dan selat Lombok. Kegiatan tersebut selain melakukan kajian mengenai transport, internal waves dan proses percampuran yang terjadi di wilayah Arlindo akan pula mengkaji pengaruhnya terhadap ekosistem pesisir dan laut yang dilalui oleh Arlindo. Selain itupola migrasi ikan pelagis kecil dan besar di Selat Makassar dan Selat Lombok, juga akan dikaji dalam penelitian ini. Kegiatan penelitianinidiinisiasidenganpenyusunannaskahakademik (science plan) padatahun 2013, dilaksanakan oleh P3SDLP bekerjasama dengan First Institute of Oceanography, State of Oceanic Administration, Republik Rakyat China adalah menggunakan dokumen Implementation of Arrangement (IA) dari Indonesia China Center for Ocean Climate (ICCOC) yang telah ditandatangani tahun 2010. Perairan Indonesia adalahsatu-satunyaperairan di lintangrendah yang merupakanpenghubungantarasamuderaPasifikdansamuderaHindia. Massa air hangatdarisamuderaHindiamengalirmelaluiselat Makassar, selat Lombok, laut Timor danselatOmbai yang dikenalsebagaiaruslintas Indonesia (Arlindo) atauIndonesia Throughflow. Massa air yang dibawaolehArlindotentunyaakanmempengaruhikondisiekosistemlautdanpesisir yang dilaluinya, selainitujugadiyakinimempengaruhipolamigrasiikan di wilayah yang dilaluiArlindo. Massa air Arlindo telah memperkaya keanekaragaman hayati laut Indonesia karena menjadi tempat berkumpulnya khazanah hayati dua samudera besar. Banyak jenis karang yang menjadi ciri khas Samudera Pasifik atau Samudera Hindia ditemukan di perairan kita. Ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil kita merupakan daerah pemijahan dan pengasuhan ikan-ikan yang kemudian melewati masa dewasanya di kedua Samudera tersebut.Variabilitas Arlindo mempengaruhi kedalaman termoklin dan kekuatan upwelling/downwelling, seperti di Selat Makassar, selatan Jawa hingga Nusatenggara dan pantai barat Sumatera yang sangat penting bagi produktifitas perairan dan hasil perikanan nasional.


TUJUAN PENELITIAN
1. Terwujudnya Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan secara Berkelanjutan.
2. Berkembangnya Diversifikasi dan Pangsa Pasar Produk Hasil Kelautan dan Perikanan.
3. Meningkatkan Produksi dan Produksivitas Usaha Kelautan dan Perikanan.

METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan adalah melakukan survei laut, pengolahan data observasi laut dan meteorologi, analisa statistik, dan pemodelan numerik.Pengamatan perubahan iklim regional pada saat monsoon onset di daerah Asia, korelasinya dengan perubahan sea-air interaction di WPP 573 dan 713, dampaknya terhadap ekosistem laut, dan pengaruh sosial yang diakibatkannya.Lingkup kerja yang akan dikerjakan antara lain: studi literatur, survey lapangan, Pengolahan data, Analisis data dan penggunaan numerik perhitungan.

HASIL
1. Meningkatnya peranan sektor kelautan dan perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah meningkatnya persentase pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) perikanan.
2. Meningkatnya kapasitas sentra-sentra produksi kelautan dan perikanan yang memiliki komoditas unggulan. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah meningkatnya produksi perikanan tangkap, perikanan budidaya, dan garam rakyat.
3. Meningkatnya pendapatan. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah meningkatnya Nilai Tukar Nelayan / Pembudidayaan Ikan.
4. Meningkatnya ketersediaan hasil kelautan dan perikanan. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah meningkatnya konsumsi ikan per kapita.
5. Meningkatnya branding produkperikanan dan produk perikanandan market share di pasarluar negeri. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah meningkatnya nilai ekspor hasil Perikanan.
6. Meningkatnya mutu dan keamanan produk perikanan sesuai standar. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah menurunnya jumlah kasus penolakan ekspor hasil perikanan per negara mitra.
7. Terwujudnya pengelolaan konservasi kawasan secara berkelanjutan. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah tugas Kawasan Konservasi Perairan yang dikelola secara berkelanjutan.
8. Meningkatnya nilai ekonomi pulau-pulau kecil. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah jumlah pulau-pulau kecil, termasuk pulau-pulau kecil terluar yang dikelola.
9. Meningkatnya luas wilayah perairan Indonesia yang diawasi oleh aparatur pengawas Kementrian Kelautan dan Perikanan. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran Strategis ini adalah persentase wilayah perairan bebas illegal fishing dan kegiatan yang merusak SDKP.