ANALISIS SUMBERDAYA KELAUTAN DI WPP 714, 715 DAN 718

DALAM RANGKA PENGELOLAAN

SUMBERDAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN


LATAR BELAKANG
Menyusun draf kebijakan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan secara terpadu berkelanjutan khususnya di kebijakan makro di WPP 714, 715 dan WPP 718. Memperbaharui data dan informasi dasar Peta WPP yang telah ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2009, Untuk itu diperlukan kebijakan terobosan melalui  INDUSTRIALISASI. Tujuan penelitian ini untuk : Ancaman perubahan iklim makin kuat, tapi sistem majemen kelautan dan perikanan nasional berjalan seperti biasa, Kinerja produksi dan daya saing negara-negara kompetitor utama makin pesat, produksi dan daya saing nasional hampir tidak bergerak, Lebih dari 40% industri pengalengan tidak beroperasi  dan industri yang beroperasi di bawah kapasitas karena kekurangan bahan baku, Unit pengolahan ikan lebih dari 65 ribu pengolah, tapi sebagian besar skala kecil Potensi perikanan budidaya  tambak lebih dari 1,2 juta ha, tapi baru dimanfaatkan kurang dari 50%. Lahan budidaya laut lebih dari 12 juta ha, yang dimanfaatkan baru sekitar 117 ribu ha, Potensi perikanan tangkap 6,5 juta ton/tahun, tapi sebagian besar nelayan masih miskin, Potensi sumberdaya kelautan dan perikanan begitu besar, tapi BDB KP hanya 3,2% Kementerian Kelautan dan Perikanan menekankan pada industrialisasi kelautan dan perikanan. 

TUJUAN UMUM
1. Berkembangnya Diversifikasi dan Pangsa Pasar Produk Hasil Kelautan dan Perikanan.

2. Terwujudnya Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan secara Berkelanjutan.


METODE PENELITIAN
1. Studi literatur dan pengumpulan data sekunder, dengan mengkaji beberapa literatur maupun laporan studi kasus yang pernah dilakukan;
2. Melakukan konsultasi dengan narasumber yang berpengalaman dibidangnya;
3. Melakukan pertemuan koordinasi antar lembaga yang terkait dengan pengelolaan perikanan dan wilayah pengelolaan perikanan.
4. Analisis data yang dikumpulkan sesuai dengan persayaratan dalam pengelolaan WPP secara terpadu dan berkelanjutan.

 

HASIL
1. Meningkatnya peranan sektor kelautan dan perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah meningkatnya persentase pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) perikanan.
2. Meningkatnya kapasitas sentra-sentra produksi kelautan dan perikanan yang memiliki komoditas unggulan. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah meningkatnya produksi perikanan tangkap, perikanan budidaya, dan garam rakyat.
3. Meningkatnya pendapatan. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah meningkatnya Nilai Tukar Nelayan/Pembudidayaan Ikan.
4. Meningkatnya ketersediaan hasil kelautan dan perikanan. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah meningkatnya konsumsi ikan per kapita.
5. Meningkatnya branding produk perikanan dan produk perikanan dan market share di pasar luar negeri. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah meningkatnya nilai ekspor hasil perikanan.
6. Meningkatnya mutu dan keamanan produk perikanan sesuai standar. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah menurunnya jumlah kasus penolakan ekspor hasil perikanan per negara mitra.
7. Terwujudnya pengelolaan konservasi kawasan secara berkelanjutan. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah tugas Kawasan Konservasi Perairan yang dikelola secara berkelanjutan.
8. Meningkatnya nilai ekonomi pulau-pulau kecil. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah jumlah pulau-pulau kecil, termasuk pulau-pulau kecil terluar yang dikelola.
9. Meningkatnya luas wilayah perairan Indonesia yang diawasi oleh aparatur pengawas Kementrian Kelautan dan Perikanan. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran trategis ini adalah persentase wilayah perairan bebas illegal fishing dan kegiatan yang merusak SDKP.