South China Sea and Indonesian Seas Transport/Exchange (SITE)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Latar Belakang :

Survei dan penelitian mengenai Arus Lintas Indonesia (ARLINDO)sudah secara kontinyu dilakukan oleh instansi penelitian dan universitas baik nasional maupun internasional sejak 1998 hingga saat ini. Sedangkan survei dan kajian yang mendalam mengenai Arus Monsun Indonesia (ARMONDO) hanya dilakukan oleh Wyrtki pada kurun waktu 1959 – 1961, setelahnya belum dilakukan lagi. Hal inilah yang menjadikan dasar mengapa penting dilakukannya Transport Exchange SITE, Selat Sunda dan Selat Makassar, dimana kondisi karakteristik massa air dan dinamikanya pada saat terkini perlu diketahui. Maka dilakukan survei dan penelitian melalui kegiatan SITE Cruise terhadap South China Sea and Indonesian Seas Transport/Exchange (SITE) yang diharapkan dapat memberikan  data  oseanografi  di  daerah  Selat  Karimata  dan  Selat  Sunda.  Kegiatan  ini  merupakan  penelitian  kerjasama internasional yang telah berlangsung selama tiga tahun, melibatkan Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP), Lamonth Doherty Earth Observatory (LDEO)-Amerika Serikat dan First Institute of Oceanography (FIO) Cina.

Tujuan :

Menghimpun data karakteristik masa air, arus di Selat Karimata dan Selat Sunda dan kondisi dinamikanya terkini melalui survei pengukuran underway cruise, dan pemasangan mooring.

Metode :

1.  Kegiatan ini didahului dengan mengumpulkan data sekunder atau bahan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan penelitian dinamika arus dan karakteristik massa air di Selat Karimata dan Selat Sunda kemudian dilanjutkan dengan pengolahannya.

2.  Metode survei  laut dilakukan untuk mengumpulkan data oseanografi, antara lain dengan memasang mooring (Trawl-Resistant

Bottom Mount atau TRBM), akuisisi data in situ dengan menggunakan teknik underway measurement dari kapal penelitian.

3.  Data yang telah diperoleh tersebut diatas kemudian dianalisis baik secara analitik, statistik dan pemodelan.

Hasil :

1.  Pengolahan data-data hasil mooring TRBM memberikan informasi tentang Arus Monsun Indonesia, karakteristik massa air dan dinamikanya di Selat Karimata dan Selat Sunda, dimana daerah-daerah tersebut di pengaruhi oleh dinamika laut Cina Selatan juga Arlindo (Indonesian Throughflow) sehingga variabilitas Selat Karimata dan Selat Sunda mempengaruhi perubahan cuaca dan iklim di kepulauan Indonesia.

2.  Hasil simulasi arus di derah Selat Karimata menunjukkan adanya aliran massa air yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Selat Karimata bervariasi musiman yang sangat dipengaruhi oleh arus musim Indonesia, dengan maksimum kecepatan arus rata-rata terjadi di musim barat (Januari) dan minimum pada musim peralihan I (April).

Lokasi Kegiatan            :   Selat Karimata dan Selat Sunda

Penanggungjawab         :   Gunardi Kusumah, M.T. Peneliti Utama Keg.      :   Salvienty Makarim,S.Si, M.Sc.