Analisa Kebijakan Mitigasi dan Adaptasi Terhadap Perubahan Iklim untuk Perikanan Budidaya

 

 

 

 

 

 

Latar Belakang :

Fakta menunjukan bahwa pembagunan kelautan dan perikanan difokuskan pada budidaya perikanan melalui konsep minapolitan. Bahwa wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana. Maka semua mata rantai aktifitas pembudidaya ikan rentan terkena dampaknya.

Tujuan :

1.  Megkaji kebijakan kelautan khususnya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim di bidang budidaya ikan.

2.  Menyusun rumusan kebijakan kelautan khususnya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim di bidang budidaya ikan.

Metode :

1.  Lokasi kajian sebagai daerah studi dibuat berimpit dengan Sapta Mitra Pantura (Sampan) Jawa Tengah yang terdiri lima kabupaten dan dua kota dimulai Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang.

2.  Kegiatan difokuskan pada tata guna lahan serta daerah rentan bencana di wilayah pesisir.

3.  Budidaya perikanan dibatasi pada budidaya perikanan air payau dan laut serta perikanan tangkap wilayah kabupaten/kota studi.

4.  Data dan informasi analisa diambil dari dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sampan serta dokukmen/laporan terkait dengan minapolitan.

Hasil :

1.  Rumusan kebijakan kelautan khususnya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim di bidang budidaya ikan. Budidaya perikanan diarahkan pada jenis-jenis ikan yang tahan pada perubahan iklim, misalnya nila dan patin. Perubahan iklim yang terwujud dalam kenaikan muka air laut harus disikapi dengan arif, yaitu melakukan perlindungan pantai dan beradaptasi terhadap adanya banjir rob.

2. Sampan direkomendasikan sebagai pusat komunikasi antar wilayah baik dalam segi ekonomi wilayah maupun dalam sisi lingkungan biogeososial-ekonomi dan hirarki kewilayahan. Dengan adanya komunikasi antar wilayah maka perencanaan pembangunan daerah akan lebih sinkron dan sinergis.

3.  Perlu adanya pemetaan biogeo sosial ekonomi wilayah Sampan sebagai dasar gerak pembangunan wilayah pantai utara Jawa.

Lokasi Kegiatan            :   Jawa Tengah (Sapta Mitra Pantura/Sampan: Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang)

Penanggungjawab         :   Gunardi Kusumah, MT

Peneliti Utama Keg.     :   Aris Wahyu Widodo, ST