Analisis Kerentanan Pesisir Kawasan Budidaya terhadap Kenaikan Muka Air Laut

 

Latar Belakang :

1.  Intergovermental Panel on Clilmate Change (IPCC) memperkirakan bahwa kenaikan muka air secara global dari 1990 – 2100 akan mencapai 23 – 96 cm sehingga berdampak pada negara kepulauan.

2.  Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Asian Development Bank (ADB) (1994), maka dampak kenaikan muka air laut dan banjir diperkirakan akan memberikan gangguan yang serius terhadap wilayah-wilayah seperti pantai utara (pantura) Jawa.

3.  Untuk kawasan budidaya, maka perhatian yang lebih besar perlu diberikan untuk kota-kota pantai yang memiliki peran strategis bagi kawasan pesisir (ADB, 1994), yakni sebagai pusat pertumbuhan kawasan yang memberikan pelayanan ekonomi, sosial, dan pemerintahan bagi kawasan tersebut.

Tujuan :

1.  Mengetahui dampak kenaikan muka air laut terhadap penggunaan lahan/land-use di wilayah pesisir dengan fokus kawasan budidaya.

2.  Menganalisis variabel-variabel kerentanan pantai yang digunakan sebagai parameter penilaian faktor kerentanan relatif pantai dengan fokus kawasan budidaya perikanan.

Metode :

1.  Kegiatan persiapan (desk study) meliputi: pengumpulan data sekunder, data spasial, artikel ilmiah, literatur, dan laporan teknis peneliti terdahulu.

2.  Kegiatan koordinasi meliputi: konsultansi dengan narasumber dan koordinasi dengan beberapa instansi terkait.

3.  Kegiatan survei lapangan meliputi: groundtruth kondisi eksisting landuse, pengamatan geomorfologi pantai.

Hasil :

Berdasarkan perhitungan Coastal Vulnerability Index (CVI) menurut Thieler et al (2002), maka indeks kerentanan untuk masing- masing lokasi penelitian adalah sebagai berikut:

1.  Kabupaten Jepara: dengan memasukkan parameter landuse, geologi, geomorfologi, elevasi dan faktor hazard sea level rise yang didukung dengan data tinggi gelombang, tunggang pasang-surut (pasut) dan sea level trend, maka Kabupaten Jepara bagian utara (Kecamatan Jepara, Tahunan, Keling) memiliki indeks kerentanan rendah (kelas 2) berdasarkan klasifikasi Gornitz et al (1991, 1994). Sedangkan Kabupaten Jepara bagian selatan (Kecamatan Kedung) memiliki indeks kerentanan tinggi (kelas 4) (Keterangan: semakin tinggi indeks kerentanan, maka daerah tersebut memiliki risiko lebih tinggi terhadap ancaman kenaikan muka air laut).

2.  Kabupaten  Pati:  secara  keseluruhan  (Kecamatan  Dukuh  Seti,  Tayu,  Batangan,  Juwana,  Margoyoso)  memiliki  indeks

kerentanan tinggi (kelas 4).

3.  Kota  Padang:  bagian  utara  (Kecamatan  Koto  Tengah  dan  Padang  Utara)  memiliki  indeks  kerentanan  tinggi  (kelas  4).

Sedangkan bagian selatan (Kecamatan Padang Barat, Lubuk Begalung, Bungus) memiliki indeks kerentanan sangat rendah(kelas 1).

Lokasi Kegiatan            :   Sumatera Barat (Kota Padang); Jawa Tengah (Kabupaten Jepara dan Kabupaten Pati)

Penanggungjawab         :   Gunardi Kusumah, M.T.

Peneliti Utama Keg.     :   Gunardi Kusumah, M.T.