STUDI PEMANFAATAN LANGSUNG SUMBER DAYA AKTIVITAS HIDROTERMAL

KAWASAN BARAT HALMAHERA

LATAR BELAKANG
Indonesia yang terbentuk dari tumbukan tiga lempeng memiliki kondisi geologi yang sangat kompleks, lebih dari 250 gunungapi aktif baik di darat maupun di laut adalah implikasi proses tektonik tersebut yang menyimpan potensi sumber daya terkait magmatisme dan aktivitas hidrotermal yang sangat besar. Perairan pesisir barat Kepulauan Ternate-Tidore-Halmahera memiliki potensi sumber daya aktivitas hidrotermal pada kawasan pesisir dan perairan dangkal (shallow waters).
Manifestasi aktivitas hidrotermal dalam Kawasan Barat Halmahera berdasarkan hasil kajian sebelumnya didapatkan di bawah permukaan laut dan di daratan pantai. Manifestasi aktivitas hidrotermal ini merupakan sumber daya yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai potensi ekonomi baru Indonesia di sektor kelautan. Untuk manifestasi di wilayah perairan dekat pulau, keterdapatannya dapat dikembangkan untuk pemanfaatan langsung di sektor perikanan, yaitu untuk pengeringan ikan (fish drying) dan percepatan pertumbuhan biota laut dan ikan jenis tertentu dalam pembudidayaannya. Dengan demikian diharapkan dari hasil studi ini masyarakat nelayan dan pembudidaya akan mendapatkan manfaat langsung dari keterdapatan sumber daya aktivitas hidrotermal untuk peningkatan nilai tambah produksi perikanannya


TUJUAN PENELITIAN
1. Memperkuat Kelembagaan dan SDM secara Terintegrasi.
2. Mengelola Sumber Daya Kelautan dan Perikanan secara Berkelanjutan.
3. Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing Berbasis Pengetahuan.
4. Memperluas Akses Pasar Domestik dan Internasional.


METODE PELAKSANAAN
• Koordinasi dengan tim peneliti untuk perumusan dan pembatasan masalah.
• Melakukan studi pustaka untuk pemecahan terhadap permasalahan awal yang telah dirumuskan.
• Diskusi dan konsultasi dengan narasumber untuk permasalan yang lebih kompleks
• Survei lapangan kawasan pesisir barat Halmahera untuk mendapatkan data potensi pemanfaatan sumber daya aktivitas hidrotermal
• Kompilasi dan analisis data secara keseluruhan.
• Malakukan pertemuan (FGD) dengan instansi terkait guna mendapatkan masukan terkait pemanfaatan sumber daya aktivitas hidrotermal.
• Pembuatan Laporan Akhir.

HASIL

Dapat dikembangkan untuk pemanfaatan langsung di sektor perikanan, yaitu untuk pengeringan ikan (fish drying) dan percepatan pertumbuhan biota laut dan ikan jenis tertentu dalam pembudidayaannya.