ANALISIS KARAKTERISTIK SUMBER DAYA LAUT DALAM DI KAWASAN SAMUDERA HINDIA


LATAR BELAKANG
Perubahan global terkait fenomena kelautan dan iklim yang melanda dunia saat ini menjadi topik utama kegiatan penelitian di berbagai negara. Karakteristik sumber daya laut dalam menjadi faktor penentu untuk mengungkap fenomena tersebut melalui pendekatan metode kajian paleoklimat-paleooseanografi dan geologi kelautan. Wilayah perairan Indonesia, terutama Samudera Hindia (Perairan Barat Sumatera) menjadi kawasan penting bagi penelitian ini karena merupakan tempat berlangsungnya proses upwelling, monsoon, dan geodinamika atau tektonik aktif sejak rentang waktu geologi jutaan tahun lalu hingga saat ini. Fenomena kelautan tersebut terekam dalam lingkungan sedimen laut dan organisme bentik, tersimpan sebagai informasi sejarah kebumian yang dapat menjelaskan keseluruhan proses yang terjadi dalam lingkungan laut dalam.
Informasi tersebut akan menggambarkan variasi jangka panjang dan kecenderungan arah (trend) dari pertukaran massa air, monsoon, ekosistem, geodinamika, dan lingkungan laut yang didapatkan melalui berbagai parameter analisis (proxy) terhadap sumber daya laut dalam, seperti sampel sedimen, material tersuspensi, air laut, dan organisme bentik yang diambil dari hasil pelaksanaan ekspedisi riset kelautan kerjasama Indonesia - China (Joint Research Project “Benthic” FIO-Puslitbang SDLP) yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2013. Hasil kajian litbang ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi peningkatan pemahaman terhadap proses perubahan iklim dari rentang waktu jutaan tahun lalu hingga kondisi sekarang untuk mendapatkan adaptasi yang lebih baik bagi kehidupan manusia dan kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan.


TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian adalah melakukan studi dan analisis secara terintegrasi dan kolaboratif terhadap berbagai sampel sedimen laut dan organisme bentikyang didapatkandari hasil ekspedisi “BENTHIC” 2014.



METODE PELAKSANAAN
Di dalam pelaksanaan kegiatan penelitian ini, pendekatan yang dilakukan adalah melalui berbagai analisis laboratorium terhadap sampel yang diambil dari laut dalam hasil ekspedisi riset (research cruise) “BENTHIC 2014 yang akan dilakukan bersama dengan mitra peneliti dari FIO-Cina dan beberapa institusi riset kelautan Indonesia (P3GL dan Puslit Geoteknologi LIPI). Data primer yang dianalisis terdiri dari sampel sedimen laut (gravity core dan sedimen permukaan dasar laut), material tersuspensi, air laut, dan organisme bentik. Lokasi pengambilan data dan sampel dilakukan di Kawasan Samudera Hindia Perairan Barat Sumatera. Metode analisis dan studi laboratorium yang akan dilakukan diantaranya meliputi analisis XRD, XRF, ICPMS, AMS, Alkenon, Pollen, Biogenic Silica, TOC, Grain size, Chemical Index of alteration. Kebutuhan fasilitas laboratorium untuk studi yang lebih spesifikakan dilakukan dengan kerjasama studi/analisis laboratorium dengan FIO-China dan secara kolaboratif dengan institusi riset kelautan dalam negeri lainnya.


HASIL
Didapatkannya data dan informasi karakteristik sumber daya laut dalam di Kawasan Samudera Hindia Perairan Barat Sumatera untuk bahan acuan pemahaman terhadap proses perubahan iklim dari rentang waktu jutaan tahun lalu hingga kondisi sekarang untuk mendapatkan adaptasi yang lebih baik bagi kehidupan manusia dan kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan.