SUMBERDAYA LAUT DAN PESISIR – TAHUN 2014

Analisis Karakteristik Sumber Daya Laut Dalam di Kawasan Samudera Hindia

Peta lintasan BENTHIC Cruise di sepanjang Kawasan Samudera Hindia Perairan Barat Sumatera

 

Pengambilan sampel sedimen dasar laut (gravity core) dan organisme bentik (dragnet) dari atas geladak kapal riset KR. Geomarin III

 

Peserta BENTHIC Cruise 2014: FIO, China; P3SDLP-Balitbang KP; P3GL-Balitbang ESDM; P2GT-LIPI

 

Latar Belakang :

Penelitian dan pengembangan sumber daya laut dalam harus selalu digiatkan, terutama dikaitkan dengan fenomena iklim kelautan dan perubahan lingkungan global yang melanda dunia saat ini. Di wilayah perairan Indonesia, Kawasan Samudera Hindia menjadi penting bagi penelitian ini karena merupakan tempat berlangsungnya proses upwelling, monsoon, dan geodinamika atau tektonik aktif sejak rentang waktu geologi jutaan tahun lalu hingga saat ini. Fenomena iklim kelautan tersebut terekam dalam lingkungan sedimen laut dan organisme bentik, tersimpan sebagai informasi sejarah kebumian yang dapat menjelaskan keseluruhan proses yang terjadi dalam lingkungan laut dalam. Fenomena iklim kelautan dan perubahan lingkungan global menjadi perhatian tersendiri pada saat sekarang karena cukup mempengaruhi kehidupan manusia. Di lain pihak, Indonesia memiliki banyak keterbatasan untuk melakukan riset kelautan secara mandiri sehingga kerjasama riset dengan mitra peneliti dari negara lain dirasakan sangat membantu baik dari sisi penguatan substansi ataupun dalam hal penggunaan fasilitas dan sarana laboratorium untuk melakukan analisis data.

Tujuan/Sasaran:

Tujuan penelitian adalah melakukan analisis karakteristik sumber daya laut dalam di Kawasan Samudera Hindia terkait fenomena kelautan dan perubahan iklim global melalui pendekatan studi paleoklimat dan geodinamika. Sasaran penelitian adalah didapatkan data dan informasi terkini mengenai karakteristik sumber daya laut dalam untuk memperkaya pemahaman terhadap proses perubahan iklim dari rentang waktu jutaan tahun lalu hingga kondisi sekarang sehingga dapat dilakukan adaptasi yang lebih baik bagi kehidupan manusia dan kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan.

Metode :

Pelaksanaan pelayaran ilmiah atau ekspedisi riset (research cruise) dengan menggunakan K.R. Geomarin III milik P3GL yang berlokasi di Kawasan Samudera Hindia Perairan Barat Sumatera. Cruise dilakukan pada tanggal 10 – 29 Desember 2014 selama 20 hari layar dengan keberangkatan melalui Pelabuhan Cirebon, kemudian melintasi sepanjang Kawasan Samudera Hindia Perairan Barat Sumatera hingga utara Aceh (Laut Andaman), dan berakhir kembali di Pelabuhan Cirebon.Total panjang lintasan mencapai 3269 nautical miles. Di dalam ekspedisi riset ini dilakukan pengambilan data dan sampel air laut, material tersuspensi, sedimen gravity core, sedimen permukaan dasar laut, dan organisme bentik yang merupakan proxy untuk analisis laboratorium terkait fenomena iklim kelautan dan perubahan iklim global. Mitra peneliti yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari FIO-Cina dan institusi riset kelautan Indonesia yaitu Puslitbang Geologi Kelautan (P3GL) dan Puslit Geoteknologi LIPI dalam kerangka kerjasama riset kelautan BENTHIC. Setelah selesai pelaksanaan ekspedisi riset, data dan sampel yang telah dikumpulkan tersebut akan diinventarisasi untuk analisis awal secara deskriptif-kualitatif dan disimpan dalam fasilitas cold storage-core repository P3GL di Cirebon untuk keperluan analisis/studi lanjutan di laboratorium yang akan dilakukan pada tahun kedua kegiatan penelitian ini.

Hasil :

Lokasi penelitian merupakan kawasan laut dalam dengan kedalaman kolom air dapat mencapai > 2500 meter. Secara geologi dapat dibagi menjadi area cekungan busur muka (forearc basin) dan area zona penunjaman (subduction zone). Morfologi permukaan dasar laut umumnya datar sedikit bergelombang, dengan kemiringan 10-25o dan perbedaan kedalaman antara 1-2 meter. Kondisi cuaca musim barat di lokasi penelitian cukup mempengaruhi pengambilan data primer, namun demikian telah berhasil dikumpulkan beberapa sampel laut dalam sebagai berikut: sedimen dasar laut pada 20 titik (19 titik gravity core dan 1 titik box core); sampling air laut pada 12 titik; pengukuran CTD dan LISST pada 13 titik; dan sampling bentik dengan dragnet pada 1 titik. Hasil deskripsi dan analisis awal onboard menunjukkan bahwa permukaan dasar laut tersusun oleh sedimen berkarakteristik lempungan (greenish gray clays-lithic-mollusca-foram shells), pasiran (sands), dan lanauan (silty clays). Biota bentik dideskripsikan terdiri dari 23 spesies, dominasi dari berbagai jenis ikan (11 species) dan makro-bentik yaitu crustacea (10 spesies), moluska (1 spesies), dan echinodermata (1 species). Dari hasil pengukuran CTD, didapatkan lapisan campuran dan termoklin berada pada kedalaman antara 100 – 150 meter. Untuk observasi distribusi klorofil maksimun dilakukan pada kedalaman 50 – 100 meter. Berdasarkan data CTD, SST pada kisaran 29-30oC yang semakin menurun mengikuti kedalaman, kecepatan suara dalam air 1500 m/s yang polanya sama dengan grafik temperatur. Salinitas berkisar 31 PSU dan terlihat meningkat drastis nilainya pada kedalaman 100 – 150 meter.

Unit Kerja

Alamat

:

:

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir

Gedung Balitbang KP II Lantai 4, Jl. Pasir Putih I, Ancol Timur, Jakarta Utara 14430 – DKI Jakarta / Telp. : (021) 64711583, 64711672ext  4304 / Fax. : (021) 64711654

Lokasi Kegiatan

:

Kawasan Samudera Hindia Perairan Barat Sumatera (Indian Ocean Off Western Sumatra)

Peneliti Utama Keg

Peneliti Anggota

:

:

Rainer Arief Troa, M.Si

1.Joko Prihantono, M.Si       3. Lestari C. Dewi, M.Si.

2. Ira Dillenia, M.Hum.          4. Eko Triarso, M.Si.