Geodinamika dan Sumberdaya Laut Dalam

Kajian Lingkungan Perairan dan Geodinamika Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat Keltibang

 

 

Konsentrasi kadmium sedimen dasar laut pada Teluk Ekas dan Teluk Serewe sudah di atas baku mutu

 

Konsentrasi seng sedimen dasar laut pada Teluk Ekas bagian timur sudah di atas baku mutu.

 

Konsentrasi nitrat air laut permukaan pada Teluk Ekas dan Teluk Serewe sudah di atas baku mutu.

 

Konsentrasi padatan tersuspensi air laut permukaan pada Teluk Ekas dan Teluk Serewe masih di bawah baku mutu

 

Foto kegiatan pengambilan data insitu kualitas air, data sedimen dan data karakteristik pantai

 

Percepatan tanah puncak pada periode ulang 500 tahun di batuan dasar

 

Latar Belakang :

Pada Tahun 2013, Kementerian Kelautan dan Perikanan mencanangkan proyek pilot Blue Economy di beberapa daerah di Indonesia, dan salah satunya adalah Kabupaten Lombok Timur. Konsep blue economy menginginkan peningkatan pertumbuhan ekonomi, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat meningkat, namun lingkungan tetap bersih dan lestari. Konsep blue economy diharapkan dapat mendukung program KKP untuk meningkatkan produktivitas dan juga mengelola sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan. Kabupaten Lombok Timur merupakan daerah yang dekat dengan jalur subduksi yang berada di selatan dan juga dekat dengan Flores-Back Arc Crust Thrust Fault di sebelah timur laut. Karena itulah wilayah ini memiliki ancaman gempa dan tsunami yang dapat merusak infrastruktur dan perekonomian di pesisir dan laut. Selain peningkatan produktivitas perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pesisir meningkat, indikator blue economy adalah jumlah limbah yang dihasilkan dalam kegiatan produksi sangat kecil atau hampir tidak ada. Oleh karena itu pemantauan kualitas perairan laut perlu dilakukan.

Tujuan :

mengkaji lingkungan perairan mencakup kualitas air dan hidrodinamika dan mengkaji geodinamika mencakup kajian bahaya gempa.

 

Metode :

metode pemodelan numerik untuk hidrodinamika, dan metode Probabilistic Seismic Hazard Analysis.

 

Hasil :

Konsentrasi merkuri, timbal, dan seng dalam air laut permukaan Teluk Ekas dan Serewe masih di bawah baku mutu. Konsentrasi logam pada air laut yang sudah di atas baku mutu adalah arsen di Teluk Ekas bagian timur laut dan kadmium di Teluk Ekas dan Serewe bagian barat.

Konsentrasi merkuri, timbal dan arsen pada sedimen dasar laut Teluk Ekas dan Serewe masih di bawah baku mutu. Konsentrasi logam pada sedimen dasar laut yang sudah di atas baku mutu adalah seng pada Teluk Ekas bagian timur dan kadmium di seluruh Teluk Ekas dan Serewe.

Konsentrasi nitrat di kedua teluk sudah di atas baku mutu. Sementara konsetntasi fosfat, pada umumnya masih di bawah baku mutu, ada sebagian kecil yang sudah di atas baku mutu. Untuk konsentrasi amodia dan padatan tersuspensi masih di bawah baku mutu.

Pada periode ulang gempa 500 tahun, nilai percepatan tanah maksimum di Lombok timur dan tengah memiliki rentang antara 0.289 – 0.319 g. Analisis guncangan tanah maksimum ini diharaapkan menjadi masukan dalam pembangunan infrastruktur untuk keberlangsungan blue economy.

Unit Kerja

Alamat

:

:

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir

Jl. Pasir Putih I Lantai 3, Ancol Timur, Jakarta Utara 14430 – DKI Jakarta / Telp. : (021) 64711583 pes 4304 / Fax. : (021) 64711654

Lokasi Kegiatan

:

Ekas dan Teluk Serewe, Lombok, Propinsi Nusa Tenggara Barat

Peneliti Utama Keg

Peneliti Anggota

:

:

Lestari Cendikia Dewi

Lestari Cendikia Dewi, Joko Prihantono, Rainer Arief Troa, Ira Dillenia