GEODINAMIKA DAN SUMBER DAYA LAUT DALAM – TAHUN 2014

Analisis Kondisi Geodinamika terhadap Potensi Sumber Daya Perairan Raja Ampat Papua

 

 

 

 

 

Posisi Aircraft Wreck di Selat Dampier Raja Ampat

 

 

 

3 Dimensi dasar laut lokasi aircraft wreck

 

Latar Belakang :

Pengembangan Blue Economy di kawasan perairan Raja Ampat, yang juga merupakan wilayah Coral Triangle Initiative (CTI), dengan berbagai potensi sumber daya hayati dan non hayati’nya, serta pengelolaan taman konservasi laut Raja Ampat,  tentu sangatlah berkaitan dengan kondisi geodinamika laut perairan Raja Ampat yang diketahui berada di lingkungan tektonik kompleks  dan memiliki patahan-patahan aktif  di dasar laut yang menjadi tempat pertemuan lempeng Australia di bagian selatan dan Pasifik di sebelah utara. Disamping itu  proses geodinamika yang terjadi di lingkungan perairan Raja Ampat  juga mengakibatkan erosi dan sedimentasi  yang tinggi serta patahan, karstifikasi dan abrasi yang akan sangat berpengaruh pada potensi dan pengelolaan sumberdaya Perairan Raja Ampat, khususnya Ancient Shipwreck yang dikenal dengan Sumber Daya Arkeologi Laut, yang merupakan bagian dari sumber daya budaya maritim Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kondisi geodinamika  tersebut mempengaruhi potensi sumber daya di perairan Raja Ampat, kegiatan pengembangan blue economy, kegiatan dan aktivitas pengelolaan potensi dan kawasan konservasi perairan di Raja Ampat. Hasil analisis dari kegiatan litbang di Perairan Kepulauan Raja Ampat ini diharapkan dapat menjadi bahan bagi penyusunan rekomendasi kebijakan pengelolaan yang dapat mendukung pengembangan potensi arkeogi laut (maritim) untuk wisata bahari yang mendukung kebijakan blue economy ,& MP3EI

Tujuan :

-    Mengidentifikasi potensi dan  kondisi sumberdaya  arkeologi laut pada wilayah dengan kondisi geodinamika aktif

-  Mengkaji dampaknya terhadap potensi sumberdaya arkeologi laut dilingkungannya

-    Mengidentifikasi model data dan informasi yang mendukung  rekomendasi  pemanfaatan situs sebagai wisata selam dengan berdasarkan  konsep blue economy (sustainable development

Metode :

  1. Studi Literatur
  2. Pengumpulan data sekunder (Referensi terkait sejarah kemaritiman di Perairan raja Ampat,  Data Pengelolaan Kawasan Perairan Selat Dampier, Peta Seismik, Peta RBI BIG, Peta Geologi, Data Batimetri,, Data lingkungan Fisik Perairan Situs)
  3. Pengumpulan data primer (Artefak dan Struktur Shipwreck, Sedimen Permukaan, Kecerahan & Kualitas Air)
  4. Pengolahan, pemodelan, dan analisis data
  5. FGD
  6. Penyusunan laporan dan Karya Tulis Ilmiah

 

Hasil :

Potensi Arkeologi Maritim di Perairan Raja Ampat yang saat ini sedang dikembangkan pemanfaatannya untuk wisata bahari adalah situs yang terdapat di wilayah kawasan Perairan Selat Dampier yang merupakan salah satu kawasan konservasi perairan daerah yang berada pada wilayah tektonik aktif. Potensi berupa pesawat sekutu dari masa perang dunia II dengan jenis P47 Thunderbolt  ini berada : Dalam posisi terbalik disebuah slope dengan kemiringan sekitar 50 derajat, dengan posisi kokpit dibawah (terbalik), dan pesawat ini bersandar di kedalaman 26 meter sampai dengan 33 meter dengan rentang sayap pesawat dari ujung kiri ke kanan, juga sekitar 15 meter panjangnya.Bagian-bagian pesawat yang masih dapat terlihat adalah bentuk baling-baling didepan,sayap, ekor, dan bagian mesin. Secara keseluruhan pengukuran kualitas air di lokasi penelitian berada dalam kisaran normal sehingga sangat cocok untuk pengembangan wisata bahari. Ancaman utama datang dari dua jenis ancaman dampak geodinamika terhadap keberadaan aicraftwreck di Raja Ampat yaitu guncangan akibat gempa dan tsunami.Posisi wreck yang berada pada kemiringan sekitar 50 derajat jelas sangat sensitif terhadap guncangan yang dapat mengakibatkan wreck ini tergelincir ke perairan yang lebih dalam dari posisi saat ini. Pengancam utama yang pernah terjadi adalah pada kejadian gempa tahun 2009 di NGT (Poiata, 2010)Sementara itu, tsunami yang kerap melanda kawasan ini juga berpotensi menyeret wreck dari posisinya.Ancaman terdekat dari bencana gempa bumi dan tsunami yang mungkin terjadi d berasal dari zona subduksi yang terletak di sebelah selatan kawasan situs atau tepatnya pada Fault Seram. Aircraftwreck yang ditemukan di Selat Dampier, Raja Ampat tersebut memiliki karakteristik posisi dengan Shallow Failure yang merupakan posisi berbahaya bagi keberadaan situs, karena aircraft dapat dengan tiba-tiba hilang dan jatuh ke dasar samudera yang diakibatkan adanya acting forces on the slope (gabungan dari current force dengan hydrodynamic force yang terjadi pada situs). Konsep Penanggulangan Failure Zone adalah dengan membuat Small dan  Anchor Reinforcement pada Shipwreck (in situ preservation model)

Unit Kerja

Alamat

:

:

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir

Gedung Balitbang KP II Lantai 4, Jl. Pasir Putih I, Ancol Timur, Jakarta Utara 14430 – DKI Jakarta / Telp. : (021) 64711583, 64711672 ext  4304 / Fax. : (021) 64711654

Lokasi Kegiatan

:

Perairan Selat Dampier, Raja Ampat Papua Barat

Peneliti Utama Keg

Peneliti Anggota

:

:

Ira Dillenia, M.Hum

1. Rainer A. Troa, M.Si.        3. Lestari C. Dewi, M.Si.

2. Joko Prihantono, M.Si      4. Eko Triarso, M.Si.