SUMBERDAYA LAUT DAN PESISIR – TAHUN 2013

Penyusunan Strategi Klaim Batas Landas Kontinen Indonesia (LKI) di Luar 200 mil Laut

 

Latar Belakang :

Kegiatan ini merupakan kegiatan baru atau kegiatan tambahan pada tahun anggaran 2013, merupakan hasil revisi dari anggaran yang semula akan dipergunakan untuk melaksanakan kerjasama antara pihak Indonesia (KKP) dengan NOAA-Amerika dalam melaksanakan penyelidikan kelautan khususnya aktivitas gunungapi bawah laut. P3SDLP telah menganggarkan hari layar yang merupakan dana pendamping, tetapi pihak Amerika membatalkan kedatangan Kapal Eksplorasi Okeanos sebagai salah satu wahana yang dipergunakan pada kerjasama ini yang dapat memantau keberadaan sumberdaya laut di perairan Indonesia. Karena itu telah dibuat kegiatan baru dengan judul “Penyusunan Strategi Klaim Batas Landas Kontinen di Luar 200 Mil Laut”. Kegiatan ini merupakan kebutuhan dari tim Landas Kontinen Indonesia yang berhasil dalam memperluas wilayah kedaulatan NKRI di perairan barat Sumatera. Hal ini menjadikan dasar untuk melakukan pendokumentasian keberhasilannya yang patut dibanggakan. Kerjasama antar kementerian dan lembaga yang begitu solid serta pelaksanaan submisi batas landas kontinen Indonesia di luar 200 mil laut yang banyak kendala perlu didokumentasikan sehingga dapat peristiwa perjalanan maupun strategi tim Landas Kontinen Indonesia hingga subimisi tersebut diterima oleh Commissision on the Limits of the Continetal Shelf (CLCS) dapat tercatat sebagai pembelajaran bagi bangsa Indonesia untuk menghadapi kegiatan yang sama ke depan.

Tujuan :

Melakukan pendokumentasian tentang strategi tim Landas Kontinen Indonesia dalam melakukan klaim batas Landas Kontinen di luar 200 mil laut ke PBB.

Metode :

-  Persiapan Kegiatan: Koordinasi dengan tim LKI dari berbagai institusi yang terlibat dalam pelaksanaan submisi batas landas kontinen baik sebagai tim ahli maupun tim teknis.

-  Pengumpulan data: Dalam rangka penelusuran informasi yang dibutuhkan untuk pelaksanaan penyusunan, maka dibutuhkan data terkait yaitu: hasil desktop study; hasil survei; perhitungan jarak dan luas wilayah submisi.

- Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan: Membentuk kelompok kerja sesuai dengan bidang kompetensi dalam penyusunan dokumen submisi Landas Kontinen Indonesia di luar 200 mil laut; Meakukan pertemuan teknis & konsultasi narasumber; Konsinyasi untuk masing-masing kelompok kerja dalam rangka pelaksanaan kegiatan dan penyusunan hasil penelitian.

-  Pendokumentasian strategi tim LKI:  Melakukan kompilasi bahan dari hasil perjalanan sebuah dokumen yang digunakan untk melakukan submisi Landas kontinen ke CLCS sebagai hasil kerja dari berbagai instansi yang terlibat yang kemudian akan dirangkum oleh tim Landas Kontinen Indonesia.

Hasil :

Berdasarkan pasal 76 di dalam United Nation Convention on the Law Of the Sea (UNCLOS) atau Hukum Laut International tahun 1982, Indonesia sebagai negara kepulauan sekaligus sebagai negara pantai mempunyai kesempatan untuk melakukan submisi batas landas kontinen Indonesia di luar 200 mil laut. Kajian-kajian dan persiapan-persiapan untuk melakukan submisi ini telah dilakukan sejak Indonesia meratifikasi UNCLOS’82 pada tahun 1985. Pada tahun 1996 dilaksanakan survei pendahuluan landas kontinen dengan fokus untuk mendapatkan data batimetri melalui proyek Digital Marine Resources Mapping (DMRM). Berdasarkan data-data yang telah tersedia dilakukan Desktop Study untuk mengidentifakasi potensi wilayah landas kontinen Indonesia di luar 200 mil laut. Dari desktop study ini teridentifikasi 3 wilayah potensi, yakni: sebelah barat laut Sumatera, sebelah selatan Nusatenggara dan sebelah utara Papua. Tahun 2013 KKP diundang untuk ikut sebagai tenaga ahli dalam survei seismik LKI di perairan sebelah utara Papua menggunakan kapal riset Geomarin 3 milik Puslitbang Geologi Kelautan (P3GL). Hasil survei ini kemudian didiskusikan dengan negara-negara tetangga dalam kawasan tersebut yaitu PNG dan FSM (Mikronesia) sebagai penugasan DELRI yang dikoordinatori oleh Kemlu RI untuk pertemuan Trilateral di Canberra, Australia. Hasil sementara adalah bahwa data LKI milik Indonesia merupakan yang terlengkap dengan data primer lintasan seismik dan pengukuran batas yang lebih detil, sehingga pihak negara tetangga meminta waktu kembali untuk berdiskusi dengan opsi pengajuan klaim submisi yang kemungkinan akan dilakukan bersama-sama antar negara kawasan tersebut (Indonesia, PNG, FSM). Hal ini akan menjadi agenda pembicaraan khusus ke depan lintas instasi Indonesia untuk menanggapi opsi tersebut, disamping adanya rencana untuk melakukan survei seismik kembali pada tahun 2014 oleh P3GL dengan resolusi yang lebih detail. Data ini nantinya sebagai penguatan strategi klaim batas LKI di luar 200 mil laut ke PBB dan juga sebagai data ilmiah terbaru bagi inventarisasi kondisi sumberdaya laut dalam dan geodinamika pada Kawasan Timur Indonesia, khususnya di utara Papua.

Unit Kerja

Alamat

:

:

:

:

:

 

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir

Jl. Pasir Putih I Lantai 3, Ancol Timur, Jakarta Utara 14430 – DKI Jakarta / Telp. : (021) 64711583 pes 4304 / Fax. : (021) 64711654

Lokasi Kegiatan

 

Peneliti Utama Keg

Peneliti Anggota

Rainer A. Troa, M.Si

Eko Triarso, M.Si

Joko Prihantono, M.Si

Lestari C. Dewi, M.Si