SUMBERDAYA LAUT DAN PESISIR – TAHUN 2013

Kajian Karakteristik Sumber Daya Aktivitas Hidrotermal dan Lingkungan Laut Kawasan Halmahera Selatan

 

 

 

Latar Belakang :

Perairan Halmahera berada dalam kawasan segitiga terumbu karang (coral triangle) dan tektonik aktif menjadikan perairan ini memiliki keanekaragaman hayati laut dan sumber daya non hayati yang tinggi. Potensi ini masih belum diungkap dan diinventarisasi secara terpadu. Padahal kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan dewasa ini terfokus pada pengembangan KawasanTimur Indonesia yang memiliki SDA melimpah, sehingga data dan informasi harus terlebih dahulu didapatkan agar secara dini dapat meminimalisasi dampak pembangunan terhadap sumber daya kelautan dan lingkungan laut serta untuk pengembangannya di masa depan sebagai potensi ekonomi baru bangsa Indonesia. Sumber daya aktivitas hidrotermal bawah laut dan pantai sangat potensial untuk dikembangkan sebagai potensi ekonomi baru Indonesia di sektor kelautan, baik pemanfaatan sumber daya non hayati ataupun biota dan ekosistem yang hidup dalam lingkungan hidrotermal.

Tujuan & Sasaran:

Tujuan

Melakukan inventarisasi sumber daya aktivitas hidrotermal dan lingkungan laut untuk mendapatkan karakteristik sumber daya dan lingkungan laut di lokasi kajian. Sasaran

-    Mendapatkan karakteristik sumber daya aktivitas hidrotermal dan kondisis lingkungan laut.

-  Data  dan  informasi  yang  didapatkan  dapat  digunakan  untuk  penyusunan  rekomendasi  teknis  sebagai  bahan  masukan  bagi  kebijakan  pengelolaan  dan

pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan dalam wilayah WPP 715.

Metode :

-  Studi kepustakaan: Penelusuran data sekunder dan referensi ilmiah terkait topik penelitian.

-    Survey lapangan: Melakukan pengamatan lapangan dan pengambilan data primer kondisi lingkungan laut dan sumber daya aktivitas hidrotermal.

-    Analisis laboratorium: Sampel terpilih dari lapangan dianalisis komposisi penyusun dan biotanya dengan melakukan analisis laboratorium

Hasil : .

Sumber daya aktivitas hidrotermal di kawasan Halmahera Selatan lebih dominan keberadaannya pada kawasan daratan pesisir/pantai. Manifestasinya berupa uap panas bertemperatur >90oC pada rekahan batuan dasar pantai dan mata air panas mencapai temperatur > 60oC. Di lingkungan perairan hadir berupa gelembung panas (bubble) dengan temperatur dan tekanan yang lebih rendah. Kondisi batuan dan sedimen di sekitar lokasi hidrotermal mengalami ubahan baik secara fisik dan kimiawi. Lingkungan laut dangkal di sekiar manifestasi hidrotermal secara umum masih terjaga kualitas perairannya. Salah satu karakteristik lingkungan hidrotermal adalah anomali temperatur. Berdasarkan hasil analisis kondisi lingkungan laut/perairan menunjukkan bahwa temperatur di stasiun sebelah barat dan sebelah timur Pulau Bacan,

kondisinya terlihat normal mengikuti pola umum yaitu dengan bertambahnya kedalaman nilai temperatur akan menurun. Tetapi secara detail masih terlihat anomali pada kedalaman  sekitar 15 meter, terjadi kenaikan temperatur  sekitar 0,2 °C  yang kemudian  turun kembali.  Berdasarkan  analisis  regresi linear antara temperatur  dan

kedalaman di perairan barat Pulau Bacan terjadi korelasi negatif antara temperatur dengan kedalaman, dimana kedalaman berperan sebesar 77 % (R2=0.77) dalam mempengaruhi variasi temperatur. Sedangkan di perairan timur Pulau Bacan terlihat rentang temperatur sekitar 2,94° yang lebih besar dibandingkan temperatur sebelah barat yang hanya berkisar 0,71°C  dengan hasil analisis regresi linear menunjukkan korelasi negatif dengan bertambahnya kedalaman dan menurunnya temperatur, dimana kedalaman menyumbang sekitar 69,5 % (R2= 0.695), berarti ada faktor luar yang mempengaruhi pola umum penurunan temperatur berdasarkan kedalaman, diduga terkait dengan manifestasi hidrotermal pada lingkungan laut/perairan dan pantainya tersebut. Pemanfaatan ekonomi sumber daya aktivitas hidrotermal dapat dikembangkan sebagai geowisata-bahari dengan tetap memperhatikan aspek konservasi alam untuk kelestarian sumber dayanya, sedangkan sumber daya hayati yang hidup dalam lingkungan hidrotermal merupakan hal khusus yang menantang bagi penelitian masa depan tentang keberadaan biota yang hidup di daerah hidrotermal terkait dengan kemampuan menghasilkan metabolit sekunder dalam menghadapi kondisi lingkungan yang ekstrim.

Unit Kerja

Alamat

:

:

:

:

:

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir

Jl. Pasir Putih I Lantai 3, Ancol Timur, Jakarta Utara 14430 – DKI Jakarta / Telp. : (021) 64711583 pes 4304 / Fax. : (021) 64711654

Lokasi Kegiatan

Kawasan Perairan Halmahera Selatan, Prov. Maluku Utara

Peneliti Utama Keg

Peneliti Anggota

Rainer A.Troa, M.Si

Eko Triarso, M.Si

Joko Prihantono, M.Si

Hadiwijaya L.Salim