SUMBERDAYA LAUT DAN PESISIR – TAHUN 2013

Analisis Kondisi Geodinamika terhadap Potensi Sumber Daya Perairan Teluk Kao Halmahera

 

 

Gambar 1 Seismisitas Maluku Utara dan sekitarnya

 

 

Gambar 2 Intensitas gempa bumi Teluk Kao

 

 

 

 

Latar Belakang :

Teluk  Kao yang merupakan  bagian  dari Pulau Halmahera  di kelilingi  zona penunjaman  aktif yaitu dibagian  timur  – timur laut dan sepanjang  pantai  barat Halmahera, serta sesar geser aktif regional yang memanjang dari kepala burung, Papua. Seperti kita ketahui bahwa zona penunjaman aktif ini akan sangat mepengaruhi kestabilan Pulau Halmahera yang akan mengakibatkan terjadinya gempa bumi serta munculnya gunung-gunung api aktif, yang tidak hanya ditemukan di daratan Pulau Halmahera, tetapi juga dibawah Perairan dan Laut di sekitar Pulau Halmahera.

Zona penunjaman tersebut juga mengakibatkan adanya struktur-struktur geologi lokal di Pulau  Halmahera baik yang berupa lipatan maupun sesar, dimana sepanjang jalur sesar tersebut merupakan zona lemah yang sangat rawan terhadap gempa dan kemungkinan longsor (avalanche/landslide) Akibat dari posisi tersebut di Pulau Halmahera dalam satu tahun dapat terjadi puluhan bahkan ratusan kali aktivitas seismik (kegempaan).

Oleh karena itu,  potensi site maritim, terumbu karang dan keanekaragaman biota laut yang teridentifikasi  dalam kawasan ini, akan sangat  membutuhkan data dan informasi  yang kompleks mengenai kondisi geodinamika di lingkungannya, yaitu  Perairan Teluk Kao, untuk mendukung pengelolaanya kedepannya. Melalui analisis kondisi geodinamika, akan dapat diketahui kelayakan Perairan Teluk Kao dalam pengembangan potensi sumberdaya lautnya.

Tujuan :

1.    Mengidentifikasi kondisi geodinamika perairan  Teluk Kao dan sekitarnya (WPP  715).

2.    Mengidentifikasi kondisi eksisting potensi dan  sumberdaya laut  di lingkungannya.

3.    Merumuskan rekomendasi data dan informasi untuk pengelolaan kawasan konservasi perairan di Teluk Kao yang juga menopang CTI.

Metode :

1.   Studi kepustakaan : arsip sejarah situs dan kebencanaan di teluk kao, peta seismisitas dan referensi-referensi ilmiah  terkait riset mengenai  potensi arkeologi

maritim dan data lingkungan fisik perairanTeluk kao

2.   Survey lapangan : pengamatan kondisi eksisting situs dan lingkungannya dengan metode penyelaman, pengukuran kualitas perairan dan dokumentasi tingkat kerusakan situs

3.   Wawancara, Forum Group Discussion (FGD) dan pemetaan partisipatif untuk mendapatkan informasi mengenai  sejarah situs, sejarah kegempaan, sosial ekonomi, dan aktivitas masyarakat pesisir Teluk Kao terkait dengan sebaran dan lokasi situs, serta dampak sesmisitas terhadap situs.

4.   Metode analisis : dengan menggunakan pendekatan arkeologi laut dan Cultural Resource Management (CRM), pendekatan Geologi-Geofisik dan ekologi.

Hasil : .

Teluk Kao memiliki geomorfologi yang unik. Wilayah ini berada di bagian utara Pulau Halmahera dengan bukaan teluk relatif sempit menghadap ke arah Samudera

Pasifik. Sementara itu di bagian tengah terdapat sill sedangkan bagian dalam teluk memiliki bentuk cekungan dengan kedalaman maksimum 460 m. Wilayah ini secara geodinamika berada di sekitar batas lempeng aktif dan sesar-sesar aktif. Sehingga wilayah ini memiliki tingkat seismisitas yang tinggi. Berdasarkan Peta Bahaya Gempa

Indonesia 2010 yang dikeluarkan Kemen PU untuk probabilitas keruntuhan bangunan 10% dalam 50 tahun dapat diturunkan nilai intensitas gempa menggunakan

pendekatan matematis. Intensitas gempa hasil model menunjukkan pesisir Teluk Kao didominasi oleh  intensitas gempa skala IX MMI. Ini menunjukkan wilayah tersebut termasuk daerah yang memiliki kerusakan cukup serius ketika terjadi gempa dengan probabilitas keruntuhan bangunan 10% dalam 50 tahun atau gempa dalam 500 tahun. Sementara itu sumberdaya arkeologi umumnya tersebar di pesisir Teluk Kao demikian juga dengan permukiman penduduk. Informasi mengenai bahaya geologi ini selayaknya bisa digunakan sebagai pertimbangan dalam pengelolaan kawasan konservasi perairan di Teluk Kao. Sementara itu berbagai jenis dan karateristik sumberdaya arkeologi maritim  di Perairan Teluk Kao yang telah teridentifikasi potensi pemanfaatannya sebagai daya tarik wisata bahari,   umumnya tersebar di pesisir Teluk Kao pada kedalaman 0 – 17 m dari permukaan laut. Wilayah tersebut merupakan wilayah seismisitas aktif dengan tingkat   kegempaan   tinggi   yang dapat mengancam keberadaan situs, sehingga melalui  Informasi ini  diharapkan dapat menjadii bahan rekomendasi dalam  meminimalisir kerentanan situs terhadap ancaman di lingkungan perairannya dan sebagai bahan pertimbangan untuk penetapan wilayah situs sebagai   kawasan konservasi maritim   di Teluk Kao ( Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan no 17/2008).

Unit Kerja

Alamat

:

:

:

:

:

 

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir

Jl. Pasir Putih I Lantai 3, Ancol Timur, Jakarta Utara 14430 – DKI Jakarta / Telp. : (021) 64711583 pes 4304 / Fax. : (021) 64711654

Lokasi Kegiatan

Perairan Galela dan Tanjung Sulamadaha Halmahera

Peneliti Utama Keg

Peneliti Anggota

Lestari Cendikia Dewi

Ira Dillenia

Joko Prihantono

Rainer Arief Troa