Kajian Morfostruktur dan Aktifitas Hidrotermal Bawah Laut Kawasan Perairan Halmahera

 

Rekaman gempa-gempa kuat, mag. 7 atau lebih dan dangkal sejak 1900 (kiri) dan seismisitas yang terekam sepanjang tahun 2011 (sampai Juni 2011) pada gambar kanan (sumber: NEIC-USGS, 2011)

 

Lintasan penampang yang dipilih untuk mendapatkan citra tomografi yang mencerminkan kondisi bawah permukaan daerah kajian

 

 

Latar Belakang :

Fokus lokasi penelitian dilaksanakan di wilayah perairan Halmahera karena merupakan perairan laut dalam yang secara geologi merupakan wilayah yang sangat aktif ditinjau dari kondisi tektonik dan struktur geologi. Aktifitas hidrotermal juga potensial terbentuk dalam wilayah ini. Morfostruktur kawasan inipun menjadi suatu studi yang dapat menggambarkan pola pembentukan bentang alam bawah laut dengan kondisi tektonik yang mempengaruhinya. Mengingat hal tersebut, maka kajian atau studi mengenai morfostruktur dan aktifitas hidrotermal ini dilakukan untuk dapat mengeksplorasi kondisi bawah permukaan laut Halmahera sehingga didapatkan data dan informasi dari hasil kajian mengenai kondisi morfostruktur dasar laut dan aktifitas hidrotermal yang lebih lengkap, sebagai upaya dalam rangka melakukan inventarisasi potensi sumberdaya non hayati di wilayah laut Indonesia

Tujuan :

Melakukan identifikasi morfostruktur dan aktifitas hidrotermal bawah laut kawasan perairan Halmahera

Metode:

  1. Interpretasi peta batimetri dan analisis morfostruktur di kawasan perairan Halmahera untuk identifikasi morfostruktur dan pola struktur geologi
  2. Analisis laboratorium terhadap contoh batuan, sedimen pantai dan sedimen permukaan dasar peraran utnuk identifikasi kondisi geologi kawasan pantai dan perairan Halmahera
  3. Interpretasi dan analisis tehadap citra tomografi seismik pada beberapa penampang lintasan terpilih yang memotong wilayah pulau dan perairan Halmahera untuk identifikasi potensi aktifitas hidrotermal

 

Hasil :

-     Morfostruktur dan pola struktur geologi yang berkembang di kawasan perairan Halmahera dapat diidentifikasi menggunakan kombinasi antara interpretasi tomografi seismik, analisis batuan, dan analisis morfostruktur. Beberapa aktivitas geologi seperti kegempaan, gunungapi atau aktivitas hidrotermal bawah laut dapat dijelaskan melalui struktur geologi permukaan dan tomografi. Penyebaran batuan dasar Halmahera-Gebe dapat dilokalisir berdasarkan tomografi yang artinya patahan yang membatasi penyebaran batuan tersebut ke selatan kemungkinan besar terbukti.

-     Kondisi tektonik berupa subduksi ganda Lempeng Laut Maluku yang pada bagian timur menunjam ke bawah Pulau Halmahera membentuk busur gunungapi aktif di sepanjang wilayah bagian barat Pulau Halmahera tercermin dari bentukan pola struktur geologi dan morfostruktur bawah laut. Kondisi geologi ini mengakibatkan aktivitas hidrotermal dan mineralisasi cukup potensial tersebar di wilayah ini. Sedangkan di wilayah bagian timur, hasil analisis sampel batuan dan sedimen menunjukkan bahwa proses aktivitas hidrotermal yang berlangsung adalah pada masa geologi yang lampau dan tidak terjadi lagi pada saat sekarang (Resen)

-     Indikasi aktivitas hidrotermal potensial pada bagian barat Pulau Halmahera termasuk wilayah perairannya, sedangkan bagian timur potensi cukup besar adalah mineralisasi sekunder hasil erosi batuan sumber yang terkonsentrasi dalam sedimen di pesisir atau sedimen permukaan dasar laut yang mengandung unsur logam.

Saran:

Berdasarkan hasil kajian ini, potensi kawasan perairan Halmahera  sangat kompleks dan menarik ditinjau dari kondisi morfostruktur dan aktivitas hidrotermal bawah laut yang ada. Karena itu, disarankan di kawasan ini dapat ditindaklanjuti dengan melakukan ekspedisi kelautan terutama untuk melakukan akuisisi data batimetri resolusi tinggi, pemasangan ocean bottom seismometer (OBS), serta pengambilan sampel batuan aktivitas hidrotermal pada bagian barat wilayah perairan Halmahera dalam rangka mengungkapkan fenomena bawah permukaan laut dan inventarisasi potensi sumberdaya nonhayati laut di perairan Indonesia..

Lokasi Kegiatan

:

Kawasan Perairan Halmahera, Bandung

 

Peneliti Utama Keg.

 

:

Eko Triarso, S.T., M.Si.