KAJIAN SUMBERDAYA KARBON BIRU

DI PERAIRAN TELUK TOMINI


LATAR BELAKANG
Pembangunan sektor Kelautan daan Perikanan berbasis ekonomi biru sangat ditentukan oleh inovasi yang berbasis padapenelitian dan pengembangan. Kajiankarbon stock yang merupakan salah satu end-point dari siklus ekonomi biru masih sangat kurang mendapat perhatian. Padahal emisi yang dihasilkan dari proses ekonomi tersebut telah menghasilkan emisi yang dapat mengganggu kelangsungan proses ekonomibiru.
Perhitungan karbon stock secara empiris pada kawasan pesisir memiliki peran yang penting dan strategis dalam mengetahui fungsi ekosistem tersebut terutama dalam penyerapan emisi CO2 hasil dari aktivitas ekonomi di daerah pesisir tersebut.
Oleh karena itu, kajian mengenai karbon stock dan peranannya dalam pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut sangat penting untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi dan menjaga ekosistem pesisir tetap lestari.
Teluk Tomini adalah teluk kedua terbesar di Indonesia setelah Teluk Cendrawasih dengan luas sebesar 59.500 km2. Teluk ini berbatasan dengan Laut Maluku.Secara administratif, teluk ini terletak di 22 kota/kabupaten yang ada di 3 provinsi yaitu Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Minahasa selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur di provinsi Sulawesi Utara; Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwato di provinsi Gorontalo dan Kabupaten Banggai, Kabupaten Tojo Una-Una, Kabupaten Poso, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Morowali, Kabupaten Donggala, Kabupaten Buol dan Kabupaten Toli-Toli di provinsi Sulawesi Tengah.
Dalam upaya pengelolaan potensi sumberdaya alam yang besar di Teluk Tomini secara berkelanjutan berbasis lingkungan, pemerintah daerah di ketiga provinsi merasakan perlu adanya peningkatan koordinasi, integrasi dan sinergitas program dan implementasi kegiatan. Untuk itu, pada tahun 2009 telah ditanda-tangani kesepakatan bersama antar gubernur di ketiga provinsi tersebut. Kesepakatan bersama ini turut ditanda-tangani oleh 5 menteri yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Negara Lingkungan Hidup, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Negara pembangunan daerah Tertinggal dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata.
Dalam upaya pengelolaan potensi, sumberdayalaut dan pesisir mengalami beberapa ancaman seperti pencemaran air, eksploitasi berlebihan, degradasi habitat, kenaikanmuka air laut, sedimentasi, serta konflik pemanfaatan. Contoh penurunan luasan akibat eksploitasi banyak terjadi di ekosistem mangrove. Dalam kurun waktu 20 tahun (1990-2010) penurunan luas lahan mangrove mencapai 578,36 hektar pertahun (2,09 %). Penurunan ini disebabkan oleh konversi lahan mangrove menjadi tambak.


TUJUAN PENELITIAN
1. Memperoleh informasi kapasitas ekosistem “KarbonBiru” dalam penyimpanan karbon di Teluk Tomini sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.
2. Peranan “KarbonBiru” dalam mitigasi perubahan iklim terutama untuk wilayah pesisir Sulawesi Utara
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan ekosistem dalam menyimpan karbon dan atau fluktuasipenyimpanankarbon di ekosistem tersebut.
4. Penerapan konsep Blue Carbon dalam kebijakan pengelolaan sumber daya laut dan pesisir yang berkelanjutan sebagai bagian dari sasaran strategis.

Metode Pelaksanaan
Pendekatan yang akan digunakan adalah dengan studi kepustakaan, pengambilan data lapangan serta pengolahan data. Hal-hal ini tentunya akan dapat dicapai dengan perencanaan, konsultasi serta koordinasi yang baik antara sesama anggota tim teknis dan administrasi, pimpinan satker, narasumber serta stakeholders terkait.
Lokasikegiatanterletak di wilayahpesisir Teluk Tominidengan fokus kegiatan di selatanProvinsi Sulawesi Utara
Surveiakandilaksanakanpadaekosistempesisir yang meliputi mangrove danlamunkarakteristikperairandankondisi meteorology. Beberapa parameter yang akan dihitung adalah karbon yang tersimpan dalam vegetasi baik itu hidup maupun mati yang berada di atas dan atau di bawah substrat, karbon yang tersimpan di substrat, pertumbuhan rata-rata, luasan ekosistem dan perubahannya.


HASIL
1. Memperoleh informasi “Karbon Biru” dalam penyimpanan karbon di Teluk Tomini sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.
2. Peranan “Karbon Biru” dalam mitigasi perubahan iklim terutama untuk wilayah pesisir Sulawesi Utara
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan ekosistem dalam menyimpan karbon dan atau fluktuasi penyimpanan karbon di ekosistem tersebut.
4. Penerapan konsep Blue Carbon dalam kebijakan pengelolaan sumberdaya laut dan pesisir yang berkelanjutan sebagai bagiandari sasaran strategis.