SUMBERDAYA LAUT DAN PESISIR – TAHUN 2013

Analisa Potensi Ekosistem “Karbon Biru” sebagai Mitigasi Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir Selatan Provinsi Sulawesi Utara

 

 

 

 

Latar Belakang :

Secara alami ekosistem laut dan pesisir ini menyerap gas karbon dari atmosfir serta memanfaatkan karbon inorganik lainnya dalam mekanisme autotrofik melalui proses fotosintesis. Di laut, fitoplankton dan alga sangat berperan penting dalam menjaga keseimbangan antara budget karbon di atmosfir dan laut. Sedangkan di pesisir,

ekosistem mangrove dan padang lamun menyumbang kontribusi yang nyata secara alami dalam penyerapan dan penyimpanan karbon dalam bentuk material organik.

Karbon organik dan inorganik ini juga ternyata tersimpan di dalam sistem sedimen/subsrat yang ada dan biasanya diperhitungkan sebagai total karbon.

Informasi tentang pemanfaatan sumberdaya laut dan pesisir terutama di wilayah Teluk Tomini dalam upaya mitigasi perubahan iklim belum tereksplorasi. Hal ini sangat terkait dengan komplesitas sistem alami yang ada di wilayah pesisir selatan Provinsi Sulawesi Utara, ditambah dengan meningkatnya aktifitas pembangunan di wilayah tersebut. Untuk itu, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir pada tahun 2013 ini menginisiasi sebuah kegiatan penelitian di Kabupaten Minahasa Tenggara dan Bolaang Mongondow Timur yang berada di wilayah Teluk Tomini. Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung selama 3 tahun yaitu tahun 2013 – 2015.

Tujuan Penelitian

1. Mengetahui jenis dan tingkat pemanfaatan/pengelolaan sumberdaya laut dan pesisir yang meliputi ekosistem mangrove, padang lamun dan rumput laut.

2. Mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika pengelolaan ekosistem laut dan pesisir

3. Mengetahui potensi ekosistem laut dan pesisir dalam mitigasi perubahan iklim

Metode :

Pelaksanaan kegiatan dibagi dalam beberapa tahap yaitu perencanaan, kegiatan survei lapangan dan pelaporan. Kegiatan perencanaan terdiri atas pertemuan konsultasi dengan para narasumber, pakar dan serta forum pemangku kepentingan (stakeholder) terkait serta pertemuan koordinasi internal. Kegiatan konsultasi ini dilaksanakan di kota Bogor dan Manado. Untuk survey digunakan metode purposive sampling dengan teknik  pengukuran dan pengambilan data untuk masing-masing eksosistem mengacu pada metode seagraswatch (lamun), serta Bengen (2000) dan Kauffman & Donato (2012) di ekosistem mangrove.

Hasil :

1.  Distribusi parameter perairan suhu, salinitas dan pH di perairan Teluk Buyat dan Teluk Totok nilainya cenderung meningkat ke arah perairan terbuka.

2.  Terdapat tujuh spesies lamun dalam dua famili. Famili Hydrocharitaceae tiga jenis yaitu Enhalus acoroides (Ea), Thalassia hemprichii (Th) dan Halophila ovalis (Ho). Empat jenis dari famili Cymodoceaceae yaitu Cymodocea serrulata (Cs), Cymodocea rotundata (Cr), Halodule pinifolia (Hp) dan Syringodium isoetifolium (Si).

3.  Kisaran prosentase penutupan rata-rata antara 22,5% - 89,5%. Kerapatan individu lamun perstasiun tertinggi lamun jenis Ho sebesar 473 ind/m2. Nilai INP tertinggi pada lamun jenis Ea sebesar 128% diikuti dengan urutan ke 2 sampai ke 7 sebagai berikut: Si (41%), Th (36%), Ho (27%), Cs (26%), Cr (24%) an Hp (17%).

4.  Keberadaan lamun di lokasi penelitian sebagian dalam kondisi kurang baik.

5.  Berdasarkan hasil perhitungan citra satelit, luas lahan mangrove di pesisir selatan mengalami peningkatan dari 1298,64 ha (2001) menjadi 1370,495 ha (2007).

6.  Jenis   mangrove   yang   ada   sebanyak   9   jenis   yaitu   Rhizophora   mucronata,   Sonneratia   alba,   Bruguiera   gymnorhiza,   Bruguiera   hainessii, Bruguiera cylindrica,Xylocarpus granatum, Schyphiphora hydrophyllacea, Avicennia alba dan Avicennia eucalyptifolia. R. stylosa dan R. apiculata juga tumbuh di kawasan penelitian walalupun tidak teramati di dalam transek pengamatan.

7.  Diameter rata-rata mangrove yang ada berkisar antara 6,20 – 14,10 cm. Diameter pohon tertinggi sebesar yaitu 61,78 cm jenis B. gymnorhiza.

8.  Kisaran nilai rata-rata biomass adalah 0,02 – 0,2 ton. Rata-rata biomass mangrove di Kec. Ratatotok dan Kotabunan pada luasan 550 ha berkisar antara 23,72 – 217,56 ton.

9.  Kegiatan penelitian dan hasilnya didesiminasikan pada beberapa acara seperti FGD, PIT X ISOI, Radio Green FM.

Unit Kerja

Alamat

:

:

:

:

:

 

 

 

 

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir

Jl. Pasir Putih I Lantai 3, Ancol Timur, Jakarta Utara 14430 – DKI Jakarta / Telp. : (021) 64711583 pes 4304 / Fax. : (021) 64711654

Lokasi Kegiatan

Kab. Pohuwato, Kab. Boalemo, Kab. Gorontalo di Provinsi Gorontalo (Teluk Tomini)

Peneliti Utama Keg

Peneliti Anggota

Terry L. Kepel, M.Sc

Dr. Andreas Hutahaean

Restu Nur Afi Ati, M.Si Agustin Rustam, M.Si August Daulat, S.STPi

M. Astrid Kusumaningtyas, S.SI Peter Mangindaan, M.Si