Variabilitas Fluks CO2 di Perairan Teluk Banten

 

Profil Teluk Banten hingga Laut Jawa bagian barat di sekitar Pulau Tunda (Landsat ETM, 2008)

Total konsentrasi pCO2 di Laut Jawa

 

Latar Belakang :

Kegiatan penelitian ini adalah implementasi dari sasaran prioritas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) nomor empat turunan dari sasaran prioritas nomor sembilan Pembangunan Nasional di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010 – 2014, yakni prioritas pembangunan nasional terhadap lingkungan hidup dan pengelolaan bencana. Khususnya di bidang penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan pengelolaan risiko bencana untuk mengantisipasi perubahan iklim, sehingga Indonesia dapat menjadi penghasil produk kelautan dan perikanan terbesar pada tahun 2015 (sebagai visi KKP), yang secara langsung mensejahterakan masyarakat kelautan dan perikanan (sebagai misi KKP).

Tujuan

1. Mengkaji variabilitas distribusi dan kuantitas parameter karbon dioksida (CO2) di Teluk Banten.
2. Mengkaji peran Teluk Banten sebagai “penyerap” atau “pelepas” CO2.
3. Mengkaji kesuburan perairan di Teluk Banten dan hubungannya dengan penyerapan/pelepasan CO2.

Metode

.1. Pengambilan sampel air untuk mengetahui Dissolve Inorganic Carbon (total CO2, pH dan alkalinitas).
2. Pengukuran klorofil, produktivitas primer, kedalaman, Dissloved Oxygen (DO) dan suhu sebagai data pendukung di lapangan.
3. Analisa hasil sampling dan komputasi terhadap klorofil, penyerapan dan pelepasan CO2 dan produktivitas primer.
4. Studi literatur untuk kondisi deskripsi oseanografi Perairan Teluk Banten.

Hasil :

1. Total CO2 di Laut Jawa relatif rendah dibandingkan dengan perairan lintang yang tinggi sampai ke antartika pada bujur yang sama.
2. Terdapat perbedaan variasi total CO2 secara vertikal di Laut Jawa dengan kecenderungan naik seiring dengan bertambahnya kedalaman.
3. Pola variasi alkalinitas baik horizontal maupun vertikal menunjukkan pola yang sama dengan total CO2.
4. Adanya pola fluktuasi variabilitas Dissolved Inorganic Carbon (DIC) dan Total Alkalinitas (TA) pada permukaan perairan Teluk Banten.
5. Nilai DIC dan TA terdeteksi tinggi di sekitar pinggir teluk yang dipengaruhi oleh antropogenik dari sungai.
6. Nilai DIC rendah di ekosistem mangrove dan lamun, mengindikasikan bahwa kedua ekosistem menjadi Carbon Sink.
7. Perairan pesisir Teluk Banten pada waktu tertentu (Juli 2010) terjadi peyerapan karbon tertinggi ke atmosfer yang ditunjukkan oleh nilai p CO2 negatif.

Lokasi Kegiatan

:

DKI Jakarta dan Banten

Peneliti Utama Keg.

 

:

 

Dr. Ing. Widodo S. Pranowo.