STUDI HIDRO OSEANOGRAFI PANTAI SELATAN PADEMAWU UNTUK LADANG GARAM

LATAR BELAKANG
Pesisir merupakan mintakat yang bersifat dinamis dan rawan akan perubahan alami tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Komponen-komponen kelautan tersebut senantiasa beraksi dan bereaksi di semua pantai dan di sepanjang waktu dengan berbagai pengaruh dan akibatnya. Salah satu kondisi perubahan pantai yang sering terlihat adalah abrasi dan akresi.
Interaksi dinamika komponen kelautan, sepertiarus, pasangsurut,  gelombang serta profil dasar laut dengan sedimen yang dipengaruhi kondisi local menyebabkan perpindahan sedimen menjadi bergerak kearah pantai, menyusur pantai atau bergerak kearah laut. Hal ini disebut sebagai proses pengangkutan sedimen di daerah pantai (Sorensen, 1938).
Dalam proses pengangkutan sedimen tentunya terjadi pula proses pengadukan. Proses pengadukan tersebut tentunya berdampak pada kualitas perairan pesisir yang sangat dibutuhkan oleh aktifitas yang ada, seperti pelabuhan, wisata atau usaha budidaya perikanan serta ladang-ladang garam. Pemanfaatan perairan bagi budidaya perikanan serta ladang garam merupakan hal yang penting, dimana kegiatan tersebut sangat bergantung pada kualitas air yang menjadi bahan baku utama dalam usaha budidaya perikanan, terlebih usaha tambak garam.
Pademawu merupakan desa pesisir selatan yang ada di Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura. Kondisi buruknya kualitas perairan akibat adanya proses pengadukan sedimen menjadi permasalahan, karena kawasan pesisir desa Pademawu tersebut hampir keseluruhannya dijadikan tambak ikan dan tambak garam dan sangat dominan memanfaat kanperairan laut wilayahnya. Menurunnya hasil produksi perikanan dan kualitas garam saat ini, tentunya juga berdampak pada menurunnya pendapatan masyarakat Pademawu, oleh karena itu perlu dilakukan Studi Hidro Oseanografi Pantai Selatan Pademawu agar diketahui metode penanggulangan atas kondisi yang terjadit ersebut.

TUJUAN PENELITIAN
1. Meningkatkan Produksi dan Produksivitas Usaha Kelautan dan Perikanan.
2. Berkembangnya Diversifikasi dan Pangsa Pasar Produk Hasil Kelautan dan Perikanan.
3. Terwujudnya Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan secara Berkelanjutan.

METODE PELAKSANAAN
Dalam usaha mencapai kedetailan informasi yang diharapkan maka kebutuhan data primer dan data sekunder harus dipenuhi. Data primer adalah data hasil pengukuran, pengamatan, percobaan, dll. yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung sebagai upaya untuk mencapai tujuan dari penelitian. Sedangkan data sekunder adalah data dari pihak lain yang telah tersedia sebelumnya yang digunakan untuk mendukung penelitian.
Teknik pengumpulan data lapangan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengamatan dan pencatatan sesuatu obyek secara sistematik atas fenomena yang diselidiki. Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam rangka pengumpulan data lapangan antara lain :
• Penentuan titik ikat/kontrol
Agar system koordinat hasil pengukuran atau penentuan posisi terikat dalam system koordinat nasional, maka jaring kontrol horizontal harus dibuat dan diikatkan kepada system kerangka dasar nasional. Titik ikat relatif terhadap posisi Stasiun Pasut dibuat dekat daerah survey. Titik ini bisa berupa tiang tegak yang telah diketahui koordinatnya.
• Pengambilan sampel air
Tujuan pengambilan sample air laut adalah untuk menggambarkan kondisi mineral garam laut di daerah survei. Sample air laut diambil dengan menggunakan Vandorn Botol. Pengambilan diutamakan pada perairan depan daerah tambak garam. Hasil sample air laut tersebut selanjutnya dianalisis di Laboratorium kimia untuk mengetahui komposisi mineral serta polutan yang terkandung didalamnya.
• Pengambilan sampel sedimen
Pengambilan sampel sedimen dilakukan dengan menggunakan sedimen trap dan Grab, hasil yang didapat selanjutnya dilakukan uji laboratorium untuk mengetahui besar butiran sehingga akan diketahui arah sebaran dominan dari sedimen.
• Pengukuran fisik
Meliputi pengukuran salinitas, temperatur dan tekanan (STP) dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai parameter-parameter tersebut di sekitar daerah survei. Pengukuran sifat fisik air laut dilakukan dengan menggunakan CTD/STD probe.
• Pasang surut
Selain data sekunder daftar pasang surut yang dikeluarkan Dishidros TNI-AL dan Bakosurtanal, data pasut daerah survey akan diperkuat dengan data primer yang diperoleh dari Tide Gauge yang dipasang di Selat Madura selama 15 hari (piantan) dengan interval perekaman data 30 menit. Dari data ini akan diketahui tipe pasang surut, posisi duduk tengah (Chart Datum), Muka surutan (LWS) dan Keadaan air laut tinggi (HWS) di daerah survey.
• Pengamatan Arus
Pada penelitian ini pengukuran arus yang dilakukan adalah Pengamatan arus tetap menggunakan Instrument Acaustic Doppler Current Profiler (ADCP) yang dipasang stand alonedi dasarperairanselama kegiatan survey, pengukuran ini berguna untuk mengetahui arah dan kecepatan arus serta periodisasi arus pasang surut.
• Pengamatan Cuaca
Pengamatan cuaca dilakukan untuk mendapatkan informasi pendukung tentang kondisi daerah survey. Pengamatan cuaca tersebut meliputi pengukuran kecepatan dan arah angin, kelembaban, serta pengukuran curah hujan, sedangkan alat yang digunakan adalah Automatic Weather System (AWS)

HASIL

Didapatnya data yang akurat tentang sedimen, kwalitas serta penyebarannya.