KAJIAN PENGEMBANGAN KLASTER KAWASAN INDUSTRI GARAM RAKYAT

DI PROPINSI JAWA BARAT DAN JAWA TENGAH

 

LATAR BELAKANG

Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 2010 melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menargetkan dan akan mencanangkan tahun 2012 sebagai tahun Swasembada Garam Konsumsi dan tahun 2015 sebagai tahun Swasembada Garam Nasional dengan mengusung pergaraman rakyat sebagai pilar utama dalam pemenuhan kebutuhan garam nasional.

Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai pihak yang bekerja pada ranah produksi telah berhasil meningkatkan kuantitas garam di tahun 2012 melalui Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR). Sekarang saatnya mulai mempertimbangkan program peningkatan kualitas garam yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan industri. Namun tidak semua sentra garam berpotensi untuk menghasilkan garam berkualitas tinggi, harus dilakukan identifkasi terhadap setiap sentra yang benar-benar potensial, baik dari aspek kesiapan lahan, sumberdaya manusia maupun infrastruktur pendukungnya. Selanjutnya dapat ditentukan stratifikasi dari tiap klaster yang ada. Dengan memahami karakter tiap klaster dapat dirancang strategi optimalisasi pengelolaan tambak potensial agar dapat meningkatkan efisiensi ongkos produksi sehingga selisih dengan harga jual lebih besar yang dapat membangkitkan semangat para petambak garam untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi garamnya

Di samping itu dalam upaya meningkatkan produksi garam pemerintah telah melakukan beberapa intervensi kebijakan antara lain meningkatkan peran kelembagaan petambak garam melalui pembentukan kelompok usaha bersama (kub) untuk dapat berkembang sebagai entrepreneur, meningkatkan penanganan infrastruktur dan fasilitas produksi melalui pengadaan sarana dan prasarana produksi garam, meningkatkan pelayanan dan memberikan kemudahan untuk mengakses sumber permodalan usaha melalui : kur, csr. pnpm-kp dan sumber pembiayaan lain yang didukung oleh program advokasi manajemen usaha, mengembangkan pola kemitraan usaha melalui penerapan pola inti plasma dengan sistem perusahaan inti rakyat (pir) garam untuk menciptakan sistem tata niaga yang berfihak kepada petambak, mengkaji kembali kebijakan importasi garam yang tidak menguntungkan petambak melalui perumusan kebijakan dan tata aturan importasi yang tegas dan evaluasi pelaksanaan.

Klaster industri merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk pengembangan industri berbasis daerah. Pendekatan ini mengelompokkan industri inti yang saling berhubungan baik dengan industri pendukung maupun dengan industi terkait. Sehingga pengembangan klaster dapat menjadikan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif yang ditandai dengan peningkatan kompetensi inti (distinctive competence) di semua rantai nilai.

Selain kajian klaster, pada kegiatan ini akan dikaji pula berbagai teknik produksi garam berdasarkan kearifan lokal masyarakat produsen. Sebagai penguatan sistem produksi akan dilakukan pembuatan demplot produksi garam. Kebutuhan lahan diperoleh dari masyarakat di lokasi penelitian, tidak menggunakan sistem sewa, namun dipinjamkan untuk kegiatan penelitian.

 

TUJUAN PENELITIAN

Tujuan dilaksanakannnya penelitian kajian strategi kebijakan pengelolaan klaster kawasan industri garam rakyat ini adalah untuk:

a. menggali komponen klaster industri garam seperti sumber keunggulan kompetitif seperti lingkungan, infrastruktur, knowledge base, pasar lokal, persaingan antar usaha, keanekaragaman pemasok dan sumberdaya manusia.

b. Membuat demplot sistem produksi garam rakyat berdasarkan kearifan lokal dan inputan teknologi yang memungkinkan untuk diterapkan pada masyarakat.

 

METODE PELAKSANAAN

Kajian strategi kebijakan pengelolaan klaster kawasan industri garam rakyat, dilakukan melalui pendekatan sebagai berikut:

- mengidentifikasi dan menginventarisasi komponen klaster industri garam rakyat

- mengidentifikasi dan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing industri garam rakyat

- analisis strategi pengembangan klaster industri garam rakyat

 

HASIL

tersedianya hasil kajian strategi pengembangan klaster kawasan industri garam rakyat yang dapat diakomodir dalam penyusunan tata ruang Kabupaten/Kota.