SUMBERDAYA LAUT DAN PESISIR – TAHUN 2014

REVITALISASI TATA KELOLA TAMBAK GARAM DALAM KERANGKA PENERAPAN EKONOMI BIRU PADA INDUSTRI GARAM RAKYAT

Lokasi penelitian di Cirebon (kiri) dan Pamekasan (kanan)

Layout tambak garam semi intensif

Analisis emergy proses produksi garam

Fungsi mangrove dalam menjaga kelestarian ekosistem pantai                      di tambak garam cirebon (kiri) dan Pamekasan (kanan)

Jalan produksi di sekitar meja kristal

 

Latar Belakang :

Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar petambak garam rakyat  mengelola 0,5 hingga 1 hektar perorang dengan produktivitas tambak dibawah 100 ton/ha/musim dan kualitas umumnya masih rendah.Sementara Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan pendapatan setiap petambak garam sebesar dua juta perbulan. Langkah yang dapat dilakukan pemerintah menuju swasembada garam (konsumsi dan industri) adalah mendorong peningkatan produktivitas lahan, serta kualitas garam dari lahan yang tersedia.Masyarakat pelaku industri garam rakyat harus mendapat pemahaman rasional yang didasarkan pada kajian ilmiah bahwa perubahan tata kelola tambak garam dapat meningkatakan produksi garam dan menghasilkan produk turunan yang mempunyai nilai ekonomis, dengan target peningkatan pendapatan petambak garam. Pendekatan Konsep Blue Economypada industri garam rakyat berpeluang lebih menguntungkan secara ekonomi dan lingkungan. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk memperkuat tata kelola tambak garam dalam kerangka penerapan blue economy pada industri garam rakyat.

Tujuan :

-        menata proses dan sistem produksi garam rakyat menuju skala industri dengan kualitas yang tinggi.

-        merumuskan model optimasi pengelolaan tambak garam yang selaras dengan prinsip-prinsip blue economyuntuk meningkatkan kapasitas industri garam rakyat

Metode :

-        Analisis spasial dan proporsi struktur tambak (reservoir, condenser, crystalization) untuk membuat desain dan layout tambak garam semi intensif

-        Analisis sistem dinamik untuk merumuskan model optimasi pengelolaan tambak garam rakyat

-        Analisis emergy untuk mengevaluasi keberlanjutan proses produksi garam (Studi kasus di Pamekasan)

Hasil :

Dengan target produksigaram 100 ton/ha/musim, dibutuhkan brine sebanyak 5.000 m3(1 ton garam dihasilkan dari 50 m3 air laut 3,50Be).Berdasarkanperhitungan kesetimbangan massa brine dari 3,5 Be menjadi 13 0Be dan 13 0Be menjadi 25 0Be, diperoleh volume brine dan kebutuhan luas di tiap jenis kolam (lihat tabel). Komposisi luas dijadikan dasar membuat desain dan layout tambak garam rakyat.

Dalam causal loop diagram (CLD) model sistem dinamik produksi garam rakyat, faktorproduksi garamsaling mempengaruhi dengan faktor-faktor lain, antara lain yaitu luas lahan, tingkat konsumsi, keterampilan petambak, pendapatan dan impor garam. Sedangkan faktor yang mempengaruhi adalah kondisi cuaca dan tingkat evaporasi. Selain itu impor garam mempengaruhi pendapatan petambak dan dipengaruhi oleh regulasi.

Hasil analisis emergy produksi garam (Studi kasus: Pamekasan)menunjukkan bahwa radiasi matahari dan angin (emergy lingkungan)menjadi sumber energi utama yang mengendalikan evaporasi, Sedangkan tenaga kerja, gravitasi dan angin berfungsi membantu menuangkan dan memompa brine ke petakan-petakan  tambak.Proses produksinya menunjukkan angka keberlanjutan yang tinggi,tetapi sangat tergantung pada persentase emergyterbarukan berupa tenaga kerja dan jasa.Proses ini dianggap sebagai suatu proses terbarukan(sedang s.d. tinggi)untuk memproduksi sebuah produk takterbarukan.Modernisasi yang melibatkan penggunaan bahan bakar, diduga dapat menurunkan tingkat kelestarian dan meningkatkan beban lingkungan akibat penggunaansumber daya tak terbarukan. Maka mempertahankan pola produksi on farm sejalan dengan konsep ekonomi biru, hanya saja perlu ditingkatkan kapasitas SDM dan optimaliasi pemanfaatan lahan.

Selanjutnya penataan dapat diarahkan pada aspek pengelolaan tambak garam rakyat yang berproduksi secara mandiri menjadi kelompok produsen garam dengan luas lahan yang memadai untuk menghasilkan garam dengan kualitas industri dan produk sampingan yang memiliki potensi nilai jual.

 

Unit Kerja

Alamat

:

:

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir

Jl. Pasir Putih I Lantai 3, Ancol Timur, Jakarta Utara 14430 – DKI Jakarta / Telp. : (021) 64711583 pes 4304 / Fax. : (021) 64711654

Lokasi Kegiatan

:

Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon dan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan

Peneliti Utama Keg

Peneliti Anggota

:

:

Rikha Bramawanto, S.Pi

Hari Prihatno, M.Sc

Sophia L. Sagala, M.Sc

Nasir Sudirman, S.Pi