SUMBERDAYA LAUT DAN PESISIR – TAHUN 2013

Pengembangan Pulau Madura sebagai Sentra Ekonomi Biru Berbasis Industri Garam Rakyat

 

Gambar 1. Peluncuran hasil oleh Wakil Gubernur Jawa Timur

 

Gambar 2. Prototipe alat pengolah bittern (limbah garam) menghasilkan magnesium padat

 

Gambar 3. Antar Muka SiTEGAR

Latar Belakang :

Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat atau lebih dikenal dengan nama PuGaR yang telah diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak tahun 2010, telah berhasil memicu tercapainya Swasembada Garam Rakyat. Produksi garam rakyat tahun 2012 tercatat lebih dari 2,1 juta ton, sementara kebutuhan garam konsumsi pada tahun yang sama diperkirakan 1,5 juta ton. Berbagai upaya pemerintah dalam upaya mendorong terwujudnya swasembada garam, salah satu diantaranya pada tahun 2012 telah dideklarasikan Pulau Madura sebagai Pulau Garam. Deklarasi ini mengandung makna adanya perhatian khusus kepada pulau Madura baik secara potensi maupun sumber mata pencaharian  sebagian besar penduduk  pulau Madura dalam berproduksi  garam. Pada kenyataanya  mendominasi  hampir 60% dari produksi garam nasional. Garam telah menjadi bagian hidup penting bagi penduduk pulau Madura. Beranjak dari kenyataan yang ada, pada tahun 2013 pemerintah memberikan perhatian khusus dalam menyiapkan pulau Madura sebagai lumbung garam nasional melalui beberapa kebijakan nasional, diantara kebijakan MP3EI yang diperkuat dengan kebijakan industrialisasi kelautan dan perikanan. Sudah barang tentu mewujudkan pulau Madura sebagai pusat garam nasional diperlukan suatu strategi komperhensif yang dibangun oleh sebuah pemikiran berdasarkan pemahaman ilmiah.

Tujuan :

Tujuan kegiatan ini adalah melalui pemahaman terhadap potensi sumberdaya alam maupun sosial di pulau Madura sebagai sentra ekonomi biru berbasiskan industrialisasi garam rakyat, dengan memperhatikan:

•    Analisa kebijakan pengembangan ekonomi biru berbasiskan industralisasi garam rakyat melalui pendekatan pembahasan para pakar, pemerintah daerah, perguruan tinggi dan tokoh masyarakat dalam merumuskan masterplan pengembangan sentra ekonomi biru berbasis industrialisasi garam rakyat

•    Kajian sumberdaya pesisir, laut dan cuaca sebagai basis analisa prakiraan kemampuan produksi garam rakyat

•    Analisa  berbagai  teknologi  produksi  garam  serta  pengembagan  protipe  produksi  garam  berkualitas  berbasis  kearifan  lokal  yang  mendukung  sistem pemanfaatan limbah garam untuk poduk turunan garam

•    Sumberdaya Garam Pulau Madura yang meliputi proses produksi, pemasaran sampai sejarah masyarakat madura dalam memproduksi garam.

Metode :

Kajian dilakukan melalui

1. Forum Group Discussion,

2. Observasi lapangan,

3. Pembuatan Prototipe pengolah limbah garam (bittern) menjadi magnesium padat sesuai dengan metode yang telah dihasilkan pada kajian mengenai produk garam dan turunan

4. Mengidentifikasi sumberdaya garam yang tersebar di sentra produksi garam di Pulau Madura, menggali proses produksi, termasuk sejarah produksi garam yang ada di Pulau Madura untuk membangkitkan dan memperkuat kembali Pulau Madura sebagai sentra garam nasional sesuai dengan karakteristik pesisir Pulau Madura.

Hasil :

Hasil penelitian ini terdiri dari 4 (empat) hal yang terdiri dari

(1) Kebijakan pengembangan ekonomi biru berbasis industrialisasi garam rakyat yang merupakan hasil dari

Focus Group Discussion yang melibatkan stakehoder garam rakyat,

(2) Sistem informasi garam rakyat berbasis digital yang terdiri dari 3 (tiga) modul utama yaitu modul spasial berisi data spasial sebaran tambak garam dan karakteristik pesisir dan laut lokasi tambak garam, Modul prediksi Modul Kalender Produksi, modul ini berisi informasi iklim dan cuaca yang dapat digunakan sebagai perkiraan waktu produksi garam dan Modul Pelaporan Produksi, modul ini berisi sistem pelapaoran produksi garam untuk tiap kabupaten, masing-masing dinas KP memiliki username dan password tersendiri,

(3) Prototipe pengolah limbah garam (bittern) untuk menghasilkan turunan garam berupa magnesium berupa Mg(OH)2 padat yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi sebagai bahan baku farmasi, dan

(4) Buku mengenai kondisi garam rakyat di Pulau Madura, kajian ini menguak sejarah dan awal mula pembuatan garam oleh rakyat Madura, seluk beluk perdagangan pada masa lampau dan kini serta kondisi penggaraman pada masing-masing kabupaten di Pulau Madura.


Unit Kerja

Alamat

:

:

:

:

:

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir

Jl. Pasir Putih I Lantai 3, Ancol Timur, Jakarta Utara 14430 – DKI Jakarta / Telp. : (021) 64711583 pes 4304 / Fax. : (021) 64711654

Lokasi Kegiatan

Pulau Maadura (kabupaten Bangkalan,Sampang, pamekasan dan Sumenep) Provinsi Jawa Timur

Peneliti Utama Keg

Peneliti Anggota

Dr. Ifan Ridlo Suhelmi

Dr. Widodo S Pranowo, Dr. Anastasia Rita TDK,

Dr. Taslim Arifin, Herlina Ikawati, S.Si, Eva Mustika Sari,MT,

Sophia L Sagala, M.Sc, Hari Prihatno, M.Sc, Hariyanto triwibowo, ST, Rikha Bramawanto, S.Pi,

Aris Wahyu Widodo, ST, Ahmad Najid, MT