SUMBERDAYA LAUT DAN PESISIR – TAHUN 2013

Pemeliharaan Mutu Air Cuci Garam Melalui Sistem Filter dan Bak Air

 

Latar Belakang :

Program Iptekmas Garam yang dilaksanakan Pusat Litbang Sumberdaya Laut dan Pesisir yang dimulai tahun 2009 sampai tahun 2012 bergerak pada pemurnian garam dengan sistem mekanis. Sistem ini bertumpu pada pengecilan butir garam menggunakan hamermill/discmill dan pencucian dengan menggunakan air bersalinitas tinggi (180 – 300 permil). Air pencuci dari

sistem mekanis berasal dari air tua di tambak garam, generator peminihan air tua atau air tawar yang “dijenuhkan” dengan garam krosok.  Sebagai pembanding, air cuci yang berasal dari air tawar dengan volume 1400 liter berkadar salinitas 180 permil diperlukan 700 kg garam krosok  (Instalasi Pemanfaatan Sumberdaya Air Laut Lamongan, 2011). Dengan pertimbangan bahan

krosok yang begitu banyak untuk membuat air cuci tersebut, maka komponen air pencuci dalam sistem pencucian garam mekanis digunakan sebagai bahan yang dipakai secara berulang. Pemakaian berulang air pencuci pada pemurnian garam sistem mekanis akan berdampak pada meningkatnya nilai kekeruhan serta mineral garam ikutan selain Natrium Chlorida (NaCl).

Pada batas tertentu air pencuci akan mengalami disfungsi pencucian dengan menurunnya kualitas garam tercuci.

Secara mekanis material penyebab kekeruhan serta mineral ikutan garam dapat ditangkap. Dalam pengamatan awal diidentifikasi bahwa kekeruhan menyebabkan warna garam tercuci kurang putih serta mineral ikutan terutama magnesium (mg) yang terikat oleh Chlor (Cl) menyebabkan garam tercuci terasa agak pahit. Pengukuran garam-garam ikutan secara berkala

mengacu pada SNI 3556:2010 hasil dari air cuci pada kondisi yang berbeda, akan diketahui “batas” pemakaian air cuci garam sistem mekanis. Dengan ditangkapnya mineral tersebut, dengan

sendirinya air pencuci pada sistem pencucian garam mekanis diharapkan tidak pernah mencapai “batas” serta dapat digunakan secara terus menerus.

Tujuan dan Sasarsn:

Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah sistem filter dan bak alir yang kompak dengan bahan material yang lebih murah, mudah pengoperasiannya dan tahan terhadap korosi.Dengan ditangkapnya material dan mineral tersebut, dengan sendirinya air pencuci pada sistem pencucian garam mekanis diharapkan tidak pernah mencapai “batas” pemakaian serta dapat digunakan secara terus menerus

Metode :

Identifikasi karakter proses pencucian garam

Alur proses pencucian garam sistem mekanis salah satu simpul penting adalah air bersalinitas tinggi sebagai media pencucinya. Pada prinsipnya media ini bisa digunakan secara berulang dengan jalan mempertahankan kualitasnya. Analisa kandungan mineral serta kekeruhan air limbah dalam penelitian ini digunakan sebagai data awal dalam penelitian ini. Kekeruhan diukur berdasarkan berat zat pengotor non senyawa garam-garaman pada kantung filter. Berat kotoran tersebut merupakan tujuan utama proses pencucian garam sistem mekanis. Semakin bersih air pencuci semakin baik hasil yang diperoleh dari proses pencucian.

Pemilihan Alat dan Bahan

Dua alat  utama yang digunakan dalam sistem perbaikan mutu air cuci garam dengan cara mekanis adalah filter dan penetaan sistem aliran bak pencucinya. Penelitian mengutamakan proses pembuatan dan pemilihan bahan yang murah, mudah dalam pembuatannya, ada di pasaran serta tahan terhadap korosi. Tabung filter  dibuat menggunakan plat berbahan Poly Vinyl

Copolimer (PVC)   setebal 1 cm. bak menggunakan  material fiveplex dengan kerangka kayu. Laminasi menggunakan bahan resin dengan  penguat serat fiber. Untuk mencegah retak digunakan kalsium sebagai pencampur resin.

Pembuatan dan perakitan alat

Diawali dengan pembuatan gambar kerja berdasarkan perhitungan volume air dan karakteristik material pengotornyauntuk menentukan jumlah material serta teknik yang dipakai dalam pembuatannya.

pembentukan lingkaran (rolling plat) PVC diperlukan pemanasan merata pada saat proses rolling sebelum dilakukan pengelasan, proses selanjutnya adalah perakitan. Hal yang pertama dirakit adalah tabung filter. Teknik penyambungan menggunakan pengelasan sistem panas dengan bantuan material penyambung stick Poly Vinyl Copolimer.

Hasil : .

Untuk menampung kotoran dengan volume sedemikian besar diperlukan filter dengan kapasitas yang besar dan lubang media filter yang tepat sesuai karakteristik material pengotor. Dengan material bahan plat PVC setebal 1 cm, tabung filter untuk proses filterisasi dibuat dengan volume 1,3 m3. Diameter lubang (mesh) Ø sebesar 100 micron. Dimensi filter berbentuk kantung

silindris berukuran panjang 100 cm dan diameter 20 cm. Dalam unit filter terdapat sebanyak 12 kantung yang diletakkan pada lubang-lubang penyangga. Jumlah total luasan filter didalam tabung adalah 7,5 m2.

Dari proses pencucian yang dilakukan dititik Iptekmas Garam diketahui volume air pencuci adalah 4200 liter air dengan kadar mineral garam-garaman berkisar 30 % serta material non senyawa garam-garaman 0,8 % (garam krosok lokal Tuban kualitas K2). Material ikutan non senyawa mineral garam (material pengotor) berupa lempung, pasir, kerang-kerangan juga ikut didalam badan air cuci tersebut. Kandungan tersebut terukur dengan menggunakan boume meter sebesar 300 Beumium.

Dalam praktek pencucian garam, diskmill dapat mengecilkan butiran sekaligus mencuci garam dengan volume berkisar 500 kg/jam. Pada proses tersebut dibutuhkan debit air pencuci sebanyak 65 liter x 60 menit = 3900 liter. Dengan asusmsi material pengotor pada air cuci adalah 0 %,  material pengotor hanya berasal dari garam krosok yang akan dilembutkan maka material pengotor yang dapat difilter   adalah 500 kg x 0,8 % = 4 kg/jam. Sehingga dengan 2 ton garam tercuci material pengotor yang berpotensi untuk difilter adalah 16 Kg.   Sebagai informasi, kapasitas terpasang pada titik iptekmas adalah 2000 kg garam krosok tergiling halus. Waktu yang diperlukan untuk penggilingan sebanyak 2000 kg adalah 4 jam. Dengan debit air cuci sebanyak 1560 liter.

Unit Kerja

Alamat

:

:

:

:

:

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir

Jl. Pasir Putih I Lantai 3, Ancol Timur, Jakarta Utara 14430 – DKI Jakarta / Telp. : (021) 64711583 pes 4304 / Fax. : (021) 64711654

Lokasi Kegiatan

Pamekasan, Surabaya

Peneliti Utama Keg

Peneliti Anggota

Aris Wahyu Widodo, ST