SUMBERDAYA LAUT DAN PESISIR – TAHUN 2013

Analisis Karakteristik Dinamika Laut Selat Madura, sebagai faktor Penentu dalam Peningkatan Kualitas Produksi Garam Rakyat

 

 

Pengambilan data lapangan

 

Distribusi salinitas musim Barat

 

Distribusi salinitas musim Timur

Latar Belakang :

Dikenal sebagai Pulau Garam tentunya Pulau Madura memiliki karakteristik khusus yang sangat dominan bagi produktivitas garam di Indonesia. Dari sisi bahan baku, garam di Pulau Madura sangat bergantung pada kualitas air laut perairan Selat Madura. Dengan kondisi lingkungan perairan yang cenderung berubah akibat perubahan iklim, menumpuknya berbagai polutan, bahkan konsekuensi dari buangan lumpur Lapindo tentunya berpengaruh besar terhadap kualitas air laut perairan Selat Madura sebagai bahan baku utama produksi garam di Pulau Madura. Perairan Selat Madura mempunyai pola aliran permukaan yang tidak konsisten dimana kecepatan arus permukaan bervariasi antara 0,013 – 0,77 m/detik. Pada musim Barat hingga peralihan I (Desember-Mei) arus permukaan ini bergerak dari Barat ke Timur namun sebaliknya pada musim Timur hingga peralihan II (Juni-November) arus permukaan cenderung bergerak dari Timur ke Barat. Pada kolom air bagian tengah dan dasar perairan, kecepatan arus sangat kecil, berkisar antara 0,076 – 0,10 m/detik. Kondisi ini dimungkinkan karena bathimetri antara Selat Madura bagian Timur dengan bagian

Barat memiliki perbedaan kedalaman cukup signifikan sehingga pergerakan arus tengah dan dasar perairan banyak mengalami refleksitas dan peredaman. Salinitas di perairan Selat madura cukup bervariasi pada tiap area dan kedalaman. Pada bulan Maret hingga Mei, salinitas perairan Selat Madura bervariasi dari 29,5 – 32,5 %0.

Salinitas tertinggi dengan nilai 31,5 %0 tercatat ada pada area perairan depan Sumenep dan Pamekasan sedangkan pada kolom airnya, salinitas tertinggi terdapat pada

kedalaman lebih dari 40 meter dengan nilai 32,5 %0. Selanjutnya memasuki bulan September hingga November nilai salinitas perairan Selat Madura makin bertambah tinggi yaitu antara 32,80 – 35 %0.

Tujuan :

Diketahuinya pola sirkulasi massa air laut perairan Selat Madura pada musim Barat dan musim Timur Diperolehnya komposisi unsur mineral yang terkandung pada air laut di lokasi kajian, serta Diketahuinya model pengelolaan dan pemanfaatan air laut bagi bahan baku produksi garam rakyat

Metode :

Teknik pengumpulan data lapangan yang dilakukan dengan teknik observasi. Observasi adalah pengamatan dan pencatatan sesuatu obyek secara sistematik atas fenomena yang diselidiki. Observasi dapat dilakukan sesaat ataupun mungkin dapat diulang.

Analisis mineral air laut dilakukan di laboratorium menggunakan metode spektrofotometer, spektrofotometer serapan atom (atomic absorption spectrophotometer), dan kromatografi gas.

Hasil :

Pada musim Barat, massa air dari Laut Jawa yang bergerak melalui Selat Surabaya lebih dominan memberikan tekanan pada perairan Selat Madura, sedangkan pada musim Timur, massa air dari laut flores serta tekanan dari Samudra Hindia yang melewati Selat Bali, lebih dominan memberikan tekanan pada perairan Selat Madura di semua kedalaman.

Pertemuan arus permukaan  antara massa air dari Laut Jawa dan Laut Flores terjadi di sekitar perairan  Sampang dan Pamekasan,  sehinggga  kondisi ini sering

menimbulkan turbulensi dan gelombang tinggi. Adapun pergerakan arus dasar perairan Selat Madura lebih dominan dari Timur ke Barat dengan pergerakan lamban akibat kontur dasar perairan bagian Barat cenderung dangkal.

Kondisi Salinitas tinggi terjadi pada musim Timur dengan distribusi unsur mineral pada musim Timur lebih kaya/tinggi, ditemukan di perairan Pamekasan yang banyak dipengaruhi oleh pertemuan arus, pengaruh angin dan pasang surut.

Unit Kerja

Alamat

:

:

:

:

:

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir

Jl. Pasir Putih I Lantai 3, Ancol Timur, Jakarta Utara 14430 – DKI Jakarta / Telp. : (021) 64711583 pes 4304 / Fax. : (021) 64711654

Lokasi Kegiatan

Laut Selat Madura

Peneliti Utama Keg

Peneliti Anggota

Hari Prihatno, MSc

Dr. Ahmad Najid; Muhammad Ramdhan, M,Sc