Kajian Pembuatan Bittern Padat

Latar Belakang :

Dalam produksi garam, sisa cairan pekat yang biasa disebut bittern oleh petambak garam dibuang ke laut / muara sungai, digunakan kembali untuk mempercepat penuaan air tua (brine) dan dijual. Penjualan bittern mulai marak terutama di Madura sejak satu dasa warsa ini. Gaung swasembada secara tidak langsung mengangkat keberadaan bittern yang memiliki harga jual Rp. 2.000,00 per liter dibandingkan garam dengan kwalitas 1  yang harganya Rp. 750,00.

Studi eksperimental yang telah dilakukan P3SDLP tahun 2011 lalu menunjukkan bahwa konsentrasi magnesium dan kalium dapat ditingkatkan melalui pemanasan dengan peralatan atau wadah sederhana seperti panci lurik, wajan tanah liat dan wajan alumunium. Namun sayangnya beberapa zat-zat yang dianggap berbahaya masih terkandung dalam bittern olahan tersebut. Selain itu, bentuk bittern yang cair, menyulitkan petambak untuk mengemas dan menyimpannya.

Pengalaman yang telah diperoleh, kondisi petambak garam yang memanfaatkan bittern sebagai air tua dan hasil forum diskusi 2011 mendorong timbulnya gagasan pembuatan bittern padat di tahun 2012.

Tujuan :

1. Melakukan uji coba pembuatan bittern padat

2.   Mengetahui karakteristik bittern sebelum dan setelah dipadatkan

Metode :

  1. Melakukan Evaporasi Total untuk air laut untuk dijadikan kristal garam,
  2. Garam-garam yang ada digantung dan menampung bittern yang dihasilkan dan menguapkannya
  3. Menghitung Bittern yang dihasilkan (volume dan berat)
  4. Mengukur Parameter lingkungan pendukung: Suhu, Kelembaban, Kecepatan Angin, Radiasi Matahari, Laju Evaporasi  per Jam

Hasil : .

Bittern cair dapat  dihasilkan dari penirisan cairan yang terkandung dalam garam hasil panen tambak rakyat. Berdasarkan hasil penerapan model, dari 200 ml bittern cair dihasilkan sekitar 18-23 gram bittern padat.

Analisa terhadap parameter logam, anorganik nonmetalik, organik dan biologi pada air laut, dan  garam menjelaskan kandungan unsur  yang terdapat dalam limbah garam (bittern) teridentifikasi beberapa zat pengotor ion unsur dan senyawa utama (>100 mg/l) yaitu rerata Klorida (Cl) 267.255,30, rerata Sulfat (SO4)) 108.205,25, rerata Natrium (Na) 18.529,45, rerata Kalium (K) 10.648,77 rerata  Magnesium (Mg) 460,66 rerata Kalsium (Ca) 314,59 dan sejumlah unsur minor lainnya (dibawah 100 mg/l).

Lokasi Kegiatan

:

Bandung, Pamekasan, Surabaya

Peneliti Utama Keg

:

Utami R. Kadarwati, M.Sc