Penerapan IPTEK untuk Pengembangan Model Kawasan Industri Garam Rakyat

Generator Evaporasi,alat utama dalam sistem pembuatan bibit garam

Alat Pemurni Garam Rakyat dengan Metode Kimia (Generator Aditif) dan instalasi alat di Ponpes Sunan Drajat Paciran Lamongan

Latar Belakang :

Pembuatan garam rakyat umumnya dibuat dengan cara menimba air laut, kemudian dimasukkan ke dalam ladang penguapan sehingga langsung dihasilkan kristal garam. Pada usaha garam rakyat (tradisional) yang memanfaatkan model terasering bertingkat kadar garam tertinggi yang dapat dihasilkan relative jarang mencapai 90 %, sehingga diperlukan perlakuan-perlakuan khusus agar dihasilkan garam dengan kualitas tinggi. Penelitian yang sudah pernah dilakukan untuk meningkatkan mutu garam rakyat dilakukan dengan system pencucian. Sistem pencucian garam hasil usaha pegaraman rakyat dihasilkan garam dengan NaCl 97%, kebasahan <2%, kotoran < 1%, dengan kelas butiran medium dan superfine yang dapat digunakan sebagai bahan pendukung proses produksi atau bahan baku industry

Tujuan

Tujuan dari kegiatan ini adalah memasyarakatkan IPTEK di bidang Kelautan dan Perikanan, khususnya hasil-hasil penelitian dan pengembangan tentang garam dalam rangka mendukung program swasembada garam nasional dan membangun industri garam rakyat,  khususnya hasil-hasil litbang tentang teknologi produksi garam rakyat yang dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas.

Metode.

  • Mengidentifikasi dan menginventarisasi teknologi produksi di daerah sentra usaha garam rakyat.
  • Mengumpulkan dan menganalisa data dan informasi sekunder seperti: Prasarana, sarana, dan teknologi produksi, perkembangan produksi, iklim, sistem dan proses produksi (tradisional, intensif), dan lain-lain terkait teknologi produksi usaha garam rakyat,
  • Menyusun laporan/analisis/konsep pengembangan/ penerapanan IPTEK sederhana dalam rangka meningkatkan produksi garam  di sentra usaha garam rakyat (Kab. Indramayu, Jabar) dalam rangka mendukung PUGAR menuju Swasembada Garam Nasional 2012-2014.

Hasil :

1)     Pemurnian garam dengan cara penghacuran dan pencucian garam krosok Teknologi  pemurnian garam dapat menigkatkan nilai  jual garam rakyat dan mendorong peningkatan pendapatan petambak garam

2)     Pemurnian garam dengan metode penambahan bahan kimia (metode kimia  untuk melengkapi metode fisik guna mendapatkan kemurnian  NaCl > 97% Teknologi Pemurnian Kadar NaCl Dapat dimanfaatkan untuk garam farmasi

3)    sistem “boiler” untuk mempercepat waktu proses peminihan air laut. dengan pemanfaatan energi thermal yang tidak tergantung pada lahan dan iklim Benih garam dapat diproduksi dengan mengurangi ketergantungan terhadap cuaca agar produksi garam dapat dilakukan sepanjang tahun dan ketersediaan benih garam berkualitas sebagai bahan baku proses kristalisasi

Lokasi Kegiatan

:

Lamongan, Pamekasan, Tuban, Gresik dan Cirebon

Penanggung Jawab Keg.

 

:

Ahmad Nadjid, M.Si