Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Jakarta (20/04/2021) Kepala Pusat Riset Kelautan memimpin Pertemuan terkait "Pemaparan Kemajuan Kegiatan Riset di Kelompok Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Laut dan Pesisir (PSDWLP) yang telah berjalan selama triwulan ke-1". Pertemuan dilakukan secara Luring di RR.Lantai 4 Gedung BRSDMKP II dan Daring melalui aplikasi Zoom Meeting ini  dihadiri oleh PJO dan PJP Kegiatan terkait beserta dengan anggota kegiatan.

Paparan Kegiatan yang disampaikan merupakan progres kegiatan riset rekomendasi yang berjudul :
1. Pemanfaatan Anjungan Migas Lepas Pantai (AMLP) Paska Produksi untuk Kelautan dan Perikanan di Wilayah Perairan DKI Jakarta oleh Anwar Rizal, ST.M.Env.Sc
2. Kajian Pemanfaatan Air Reject Desalinasi Reverse Osmosis untuk Sumberdaya Garam Alternatif oleh Hari Prihatno, ST, M.Sc
3. Rekomendasi Taman Arkeologi Bawah Laut untuk Pengembangan Wisata Selam di Kawasan Desa Wisata Bahari untuk Wisata Arkeo Bahari oleh Dr. Ira Dilenia, S.S, M.Hum
4. Kajian Terumbu Buatan (Artificial Reef) untuk Ekoeduwisata Bahari Berkelanjutan di Perairan Pulau Bali oleh Yulius, S.Si, M.Si

“Paparan Kegiatan Triwulan I ini diharapkan telah memantapkan FGD dan Diskusi langsung dengan para ahli di bidang terkait kegiatan, menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan selanjutnya, serta telah diperolehnya literatur review, perspektif pakar yang dapat dikumpulkan untuk menjadi bahan rekomendasi masing-masing kegiatan sehingga tujuan kegiatan riset rekomendasi ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang direncanakan dan dapat dimanfaatkan oleh stakeholder terkait”, Ujar Kepala Pusat Riset Kelautan. (Oleh Dr. Dini Purbani)