Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Kebumen, 22 April 2021. Bertepatan dengan Hari Bumi, tim Rancang Bangun Sistem Monitoring Lingkungan Pendukung Produksi Garam berbasis IoT memasang perangkat PENTAGAR (Pemantau Tambak Garam) di Kampung Garam, Miritpetikusan, Kab. Kebumen-Jawa Tengah. Pentagar menjadi salah satu instrumen pendukung pengembangan produksi garam dengan sistem tunnel yang lebih ramah lingkungan karena tidak merusak lahan (tidak meninggalkan lahan atau tanah yang mengandung salinitas berlebih ketika tidak digunakan lagi sebagai lahan garam, sehingga tetap bisa ditanami lagi). Pemasangan instrumen Pentagar dapat memberikan gambaran dan melengkapi data cuaca iklim dan paremeter lingkungan pada area pencontohan produksi garam diselatan pulau Jawa yang sebelumnya bukan daerah yang umum digunakan untuk produksi garam. Data  yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pendukung dalam menentukan dan mengembangkan  daerah-daerah lain dengan  karakter cuaca dan iklim yang serupa  menjadi sentra-sentra produksi garam baru. Areal pesisir selatan pulau Jawa berpotensi menghasilkan garam yang lebih sehat dan berkualitas dengan sumber air dari samudera Hindia yang relatif lebih bersih. Pentagar mendukung pengembangan garam dengan sistem tunnel untuk peningkatan produksi garam nasional yang berkualitas.