Kerjasama Indonesia - China dalam bidang penelitian interaksi laut-iklim yang dikelola oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (Badan Litbang KP) dengan The First Institute of Oceanography - State Oceanic Administration People's Republic of China (FIO-SOA) telah dilakukan sejak 2006/2007.

Ekspedisi Selat Sunda dan Selat Karimata dilakukan sejak tahun 2007/2008 dengan pemasangan instrument pengukur arus laut Acoustic Current Doppler Profiler (ADCP)  yang dilindungi dengan frame yang bernama Trawl Resistant Bottom Mounted (TRBM) untuk mengukur besaran arus monsun Indonesia yag disinyalir juga ada massa air dari Samudera Pasifik Utara masuk ke Selat Karimata melalui Laut China Selatan.

Sehingga penelitian yang kemudian bekerjasama dengan Lamonth-Doherty Earth Observatory (LDEO) University of Columbia New York Amerika Serikat yang telah lama mengkaji Arus Lintas Indonesia (Arlindo) sebutan bagi transpor massa air bervolume sangat besar dari Samudera Hindia menuju ke Samudera Hindia melewati Lautan Indonesia.

Konsorsium penelitian yang dinamakan "South China Sea - Indonesian Seas Transport Exchange" (SITE) ini masih berjangsung hingga saat ini dibawah payung besar kerjasama "Pusat Kelautan dan Iklim Indonesia - Tiongkok" atau "Indonesia - China Center for Ocean - Climate" (ICCOC).

Fil dokumenter ini adalah salah satu dari SITE cruise menggunakan Kapal Penelitian Baruna Jaya VIII LIPI yang pernah dilakukan dan didokumentasikan, yakni pada tahun 2011.

Adapun laporan pelayaran ilmiah SITE (cruise report) dapat diunduh di website www.p3sdlp.litbang.kkp.go.id

Expedition Selat Sunda Karimata 01 of 02

Expedition Selat Sunda Karimata 02 of 02