Perairan Kepulauan Raja Ampat di Papua, di sebelah utara Kepala Burung, adalah salah satu harta kekayaan dunia karena memiliki keanekaragaman hayati laut yang sangat tinggi, sehingga kawasan ini termasuk di dalam The World Coral Triangle. Ribuan mungkin jutaan spesies karang, ikan, penyu, mamalia laut dan lain sebagainya menghuni kawasan ini.

Pusat Riset Wilayah Laut dan Sumberdaya Non-Hayati (WILNON), Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP), Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), bekerjasama dengan METRO TV, ODY DIVE DIVING CLUB, dan MEDIA INDONESIA melakukan Ekspedisi khusus untuk mendokumentasikan keindahan alam pesisir dan bawah laut di perairan Kepulauan Raja Ampat, melakukan pengukuran oseanografi, pengamatan karang dan ikan, pengecekan situs arkeologi bawah air, caving, dan situs makam tradisional.

Film dokumenter ini telah ditayangkan beberapa kali di EXPEDITION, METRO TV, sejak penanyangan pertama kalinya pada 27 Februari 2005 Pukul 19.30 WIB. Film dokumenter yang berjudul "PESONA PAPUA: Bentang Karang di Bumi Raja Ampat" ini lebih dikenal sebagai "EKSPEDISI WALLACEA RAJA AMPAT (EXPEDITION - METRO TV)", kemudian meraih PEMENANG TERBAIK PERTAMA "ANUGERAH PESONA WISATA 2006" untuk kategori MEDIA TELEVISI, yang diselenggarakan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. Film ini mengungguli Film "Keindahan Bawah Laut Raja Ampat, Sorong" (Gapura - RCTI) sebagai Pemenang Terbaik Kedua, dan Film "Penyu Pangumbahan di Ambang Punah" (Horison - Indosiar) sebagai Pemenang Terbaik Ketiga.

Sejak tahun 2010 WILNON-BRKP-DKP, berubah nomenklatur menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir (P3SDLP), Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Badan Litbang KP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dan kemudian semakin intensif didalam melakukan kegiatan penelitian terkait ekosistem laut dan pesisir yang dikaitkan dengan konsep Blue Carbon dan program regional Asia Pasific "Coral Triangle Initiative".