PENCEMARAN SAMPAH LAUT

Pendahuluan

Masalah pencemaran sampah menjadi perhatian dunia pada tahun 2012 dengan diadakannya konferensi PBB (Rio+20) dengan hasil bahwa perlu adanya aksi dalam mereduksi pencemaran sampah yang akan merusak ekosistem pesisir dan laut (GESAMP, 2015). Menurut Penelitian Jambeck et al., (2015) sekitar 12,7 juta ton sampah plastik masuk dari darat ke laut yang berasal dari 192 negara pesisir di dunia. Indonesia tercatat menduduki peringkat ke-2 di dunia sebagai penyumbang sampah terbanyak setelah China dengan total sampah sebanyak 3,2 juta ton.

Komitmen Pemerintah Indonesia untuk melakukan pengurangan pencemaran sampah laut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada acara Leaders Retreat, G20 Summit, 7 Juli, 2017 di Hamburg-Germany, bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk melakukan pengurangan sampah sebanyak 30% melalui program 3R (Reuse-Reduce-Recycle) dan , penanganan sampah plastic sebanyak 70% pada tahun 2025. Komitmen ini juga kembali disampaikan pada acara Our Ocean Conference 2018 di Bali, 29 - 30 Oktober 2018.

Definisi Sampah Laut

Sampah laut menurut Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut adalah sampah yang berasal dari daratan, badan air, dan pesisir yang mengalir ke laut atau sampah yang berasal dari kegiatan di laut. Sedangkan sampah plastik adalah sampah yang mengandung senyawa polimer. Ada pun jenis sampah laut, yaitu :
1. Plastik, mencakup beragam materi polimer sintetis, termasuk jaring ikan, tali, pelampung dan perlengkapan penangkapan ikan lain; barang-barang konsumen keseharian, seperti kantong plastik, botol plastik, kemasan plastik, mainan plastik, wadah tampon; popok; barang-barang untuk merokok, seperti puntung rokok, korek api, pucuk cerutu; butir resin plastik; partikel plastik mikro;
2. Logam, termasuk kaleng minuman, kaleng aerosol, pembungkus kertas timah dan pembakar (barbeque) sekali pakai;
3. Gelas, termasuk botol, bola lampu;
4. Kayu olahan, termasuk palet, krat/peti, dan papan kayu;
5. Kertas dan kardus, termasuk karton, gelas, dan kantong;
6. Karet, termasuk ban, balon, dan sarung tangan;
7. Pakaian dan tekstil, termasuk sepatu, bahan perabot, dan handuk.

Kategori Sampah Laut

1. Mega-debris merupakan ukuran sampah yang panjangnya lebih dari 1 m yang pada umumnya didapatkan diperairan lepas.
2. Macro-debris merupakan ukuran sampah yang panjangnya berkisar >2,5 cm sampai< 1 m. pada umumnya sampah ini ditemukan di dasar maupun permukaan perairan.
3. Meso-debris merupakan sampah laut yang berukuran >5 mm sampai < 2,5 cm. Sampah ini pada umumnya terdapat di permukaan perairan maupun tercampur dengan sedimen.
4. Micro-debris, merupakan jenis sampah yang sangat kecil dengan kisaran ukuran 0,33 sampai 5,0 mm. Sampah yang berukuran seperti ini sangat mudah terbawa oleh arus, selain itu sangat berbahaya karena dapat dengan mudah masuk ke organ tubuh organisme laut seperti ikan dan kura-kura.
5. Nano-debris, merupakan jenis sampah laut yang ukurannya dibawah Micro-debris sampah jenis ini sangat berbahaya karena dapat dengan mudah masuk kedalam organ tubuh organisme.

Recent Updates

Our latest news

Tim Riset Sampah Laut Pusriskel melakukan kegiatan preparasi dan identifikasi sampel sampah laut di laboratorium Pusriskel di Pasar Minggu


Jakarta 6 Juli 2021, Tim Riset Sampah Laut Pusat Riset Kelautan BRSDM KP-KKP Widodo S. Pranowo, Agus Setiawan, Agustin Rustam, Hadiwijaya L. Salim, Restu Nur Afi, August Daulat, Nasir Sudirman, Nanda R. Prasetiawan, Mariska Astrid K, Terry L. Kepel, Devi Dwiyanti S melakukan kegiatan preparasi dan identifikasi sampel sampah laut di laboratorium Pusat Riset Kelautan di Pasar Minggu. Preparasi dilakukan untuk analisis mikropastik dan identifikasi sampah yang terdapat pada ekosistem pesisir dan sedimennya dari sampel sampah laut di Pangandaran dan Tangerang.

Tim Riset Analisis Komposisi & dampak sampah laut PJPK Dr. Devi Dwiyanti S dan PJO Dr. Agustin Rustam Melakukan survei di perairan Muara Sungai Cisadane Tangerang
Tangerang (14/6/21) Pada Senin 14 juni Tim Riset Analisis Komposisi & dampak sampah laut PJPK Dr. Devi Dwiyanti S dan PJO Dr. Agustin Rustam Melakukan survei di perairan Muara Sungai Cisadane Tangerang. Pada survei hari senin Tim dibagi menjadi 2 Tim Yaitu Tim Air dan Tim Ekosistem. Untuk Tim air berhasil melakukan pengambilan sampel di daerah perairan Tanjung Burung ke arah barat sampai Tanjung Kait dan berhasil mendapatkan sampel berupa sampel Micro dan Makro plastik, SAmpel sedimen dasar Laut serta 20 Titik sampel Kualitas perairan Menggunakan alat AAQ yang mengukur profiling parameter insitu (pH, DO, temperatur, dll).

Read More

Berkunjung ke RI, Menteri Kelautan Perancis Soroti Isu Sampah Plastik

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Kelautan Republik Perancis, Annick Girrardin menyoroti isu sampah plastik yang banyak mengancam kelestarian lingkungan. Tak hanya di darat, sampah plastik itu bahkan mencemarkan laut dunia.

Girrardin menuturkan, isu sampah plastik di laut memang bukan barang baru, khususnya untuk Indonesia dan Prancis yang masih terus berjuang mengurangi keberadaan sampah plastik.

Read More