Jakarta, 12 Agustus 2019, Peneliti Pusriskel Dr. Semeidi Husrin bersama beberapa ahli di bidang tsunami menghadiri acara Diskusi Panel Ahli ke-3 Mengenai Penentuan Sumber Tsunami Dan Level Keamanan, pada tanggal 7-9 Agustus 2019 di SwissBel Hotel, Palu. Acara tersebut juga digelar dalam rangka percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Sulawesi Tengah. Tujuan utama acara adalah untuk mendapatkan rekomendasi ahli nasional tentang perlindungan pesisir Palu terhadap ancaman tsunami.

Para ahli menyimpulkan bahwa sistem mitigasi bencana tsunami di Palu harus berdasarkan pada hasil-hasil riset ilmiah karena masih banyak hal-hal teknis yang belum diketahui terutama sumber-sumber tsunami yang akan datang. Selain itu, upaya non-struktural jauh lebih penting dan harus diutamakan untuk melindungi kawasan pesisir Palu dari bencana gempa dan tsunami yang akan datang. Upaya-upaya non-struktural dimaksud adalah diantaranya: pengelolaan tata ruang, perlindungan pantai berbasis ekosistem dan peningkatan kesadaran masyarakat. Lebih jauh lagi, infrastruktur penuinjang perekonomian Kota Palu tetap harus dibangun kembali dengan mempertimbangkan aspek mitigasi bencana.

Beberapa ahli yang hadir pada acara tersebut diantaranya adalah Gegar S. Prasetya, Abdul Muhari, Radianta Triatmadja, I Gde Widiadnyana Merati, Widjo Kongko, Dinar Catur Istiyanto, Andojo Wurjanto, Teuku Faisal Fathani, Iswandi Imran, Masyhur Irsyam, Rahman Hidayat, Danny Hilman Natawijaya, Wilham G. Louhenapessy, Mudrik Daryono dari IPB, IATsI, Bappenas, LIPI, UGM, BPPT, Kemenkomar, dan praktisi.