Jakarta, 29 Juli 2019. Peneliti Pusriskel Dr. Semeidi Husrin kembali diundang sebagai Pembicara terkait tanggap bencana Tsunami pada acara Workshop ‘’Membangun Masyarakat Tanggap Bencana Tsunami Selat Sunda (Gunung Anak Krakatau)’’. Workshop yang  disponsori oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Pemda Lampung, UNILA dan Ikatan Alumni – ITB ini berlangsung di Hotel Horison Bandar Lampung, Sabtu 27 Juli 2019.  Acara dihadiri oleh WAGUB Lampung, SEKDA Provinsi Lampung, Dr. Ridwan Djamaluddin (Deputi Infrastruktur  Kemenkomaritim), Rektor Universitas  Lampung,dan Ketua IA ITB Lampung. Para Pembicara lainnya yang turut hadir diantaranya adalah Dr. Muhammad Sadli (Deputi Geofosika, BMKG), Ir. Wisnu Wijaya, M.Sc (Deputi Mitigasi Bencana – BNPB), Dr. Ir. Wahyu Pandoe, M.Sc. (Deputi Bidang Teknologi  Industri Rancang), Kasbani, M.Sc (Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi,  ESDM), DR. Parluhutan Manurung ( BIG ), Mulyanto, Y.S., S.E. (Kemenpar), Mona Arif Muda Batubara, S.T., M.T. (UNILA), Kelik Hendro Basuki, S.T., M.T. dan Dr. Citra Persada (IA-ITB  Lampung).

Dr. Semeidi Husrin mempresentasikan performa alat IDSL dan status terkini serta beberapa kelebihan dan kekurangannya. Salah satu kelebihan alat IDSL ini adalah sudah diadopsi IOC sea level monitoring station, BMKG INA-TNT Program, BOM Australia dan kerjasama dengan BIG. UNILA saat ini juga sedang mengembangkan alat serupa dengan IDSL. Kegiatan Riset Pusriskel di Pangandaran (PIAMARI) yang direncanakan untuk  mereproduksi IDSL ini dapat dikerjasamakan dengan UNILA, karena mereka sudah ke tahap ujicoba langsung. BMKG dalam presentasinya juga telah memasukan IDSL Pusriskel dalam sistem terbaru peringatan tsunami bernama INA-TNT atau Peringatan dini Tsunami Non Tektonic.