Jakarta, 11 Juli 2019. Beberapa peneliti ahli Pusat Riset Kelautan (Pusriskel) yakni  Dr.-Ing. Semeidi , Husrin (salah satu anggota Ikatan Ahli Tsunami Indonesia), Dr. Tubagus Solihuddin dan  Dr. Rudy Akhwadi  diundang  sebagai salah satu narasumber oleh Yayasan Permata Ilmu Bunda Angsa dan Sekolah Permata Nusantara dalam acara Workshop Implementasi Kurikulum K13: PAUD Berkearifan Lokal Tangguh Bencana.  Dr.-Ing. Semeidi Husrin membagikan pengalamannya  selama melakukan penelitian di bidang kebencanaan pesisir terutama terkait pentingnya kearifan lokal dalam proses mitigasi bencana alam seperti gempa dan tsunami. Workshop tersebut digelar mengingat banyaknya kejadian bencana terkait gempa bumi dan tsunami di tahun 2018 yaitu Gempa Lombok, Gempa dan Tsunami Palu, Gempa Situbondo dan terakhir adalah Tsunami Selat Sunda yang memakan ribuan korban jiwa. Workshop dilaksanakan di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang Banten pada Senin - Selasa, 8-9 Juli 2019 dan dihadiri oleh beberapa aktivis PAUD yang dipimpin oleh Endang Mulyani Putro.

Pendidikan usia dini dinilai berperan penting dalam pengurangan resiko bencana terutama dalam pengurangan korban jiwa jika dikaitkan dengan tingkat kesiapsiagaan masyarakat. Tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam mengahadapi bencana alam di daerah masing-masing dapat dipupuk dan ditingkatkan sejak dini. Workshop kali ini merupakan yang kedua bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Avicenna  setelah sebelumnya juga turut aktif saat digelar di Kecamata Sumur Pandeglang Banten. Hadir  pula beberapa narasumber nasional dari Kementerian dan Lembaga terkait,  diantaranya Director for Infrastructures of Shipping, Fishery, and Tourism at Coordinating Ministry for Maritime Affairs (Kemeko Kemaritiman), Dr. Eng. Rahman Hidayat, Chairman Indonesia Tsunami Foundation Gegar S. Prasetya, Ph.D., Peneliti Senior BPPT Bidang Mitigasi Tsunami Dr.-Ing. Widjo Kongko, Kepala Bidang infrastruktur wisata bahari, Kemenko Kemaritiman Velly Asvaliantina, M.Sc.