Pusat Riset Kelautan menyelenggarakan Diskusi dengan tema Pemutahiran Informasi Iklim dalam mendukung Prediksi Garam Pada hari Rabu tanggal 3 Juli 2019 bertempat di Ruang Rapat Tuna Yellow Fin, Lantai VI, Gedung II BRSDMKP. Beberapa Narasumber yang hadir pada diskusi tersebut adalah Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG (Drs. Nasrullah), yang didampingi Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG (Siswanto MSc.), Kepala Pusat Riset Kelautan BRSDMKP KKP (Drs. Riyanto Basuki, M.Si) Kepala Bidang Perikanan yang mewakili Asdep. Peternakan dan Perikanan Kemenko Perekonomian, (Toni Nainggolan, SE, M.Si), dan Kasubdit. Pemanfaatan Air Laut dan Biofarmakologi (M. Zaki Mahasin S.Pi, M.Pi). Hadir pula peneliti dari BBRSEKP (Tikkyrino Kurniawan, ST, M.SE), Kabid Kepala Bidang Riset Sumber Daya Laut dan Kewilayahan (Erish Widjanarko, ST, peneliti, pranata computer dan staf dari Pusat Riset Kelautan. Bertindak selaku moderator Kasubbid Perekayasaan Teknologi Kelautan Pusriskel (Donal Daniel, ST, MT).

Diskusi kali ini memperkenalkan media yang menyajikan informasi prediksi iklim yang mendukung produksi garam, yang meliputi, Produksi Garam dan Iklim di Indonesia, Kondisi Iklim Terkini, Prediksi Iklim Global dan Indonesia, Prediksi Musim Kemarau, Prediksi Produksi Garam di Indonesia. Informasi tersebut diperbaharui pada Kamis ke-3 setiap bulannya. Informasi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi pengendalian neraca garam nasional sehingga tidak menimbulkan surplus berlebihan yang dapat menekan harga garam dan tidak pula dalam kondisi defisit yang berdampak pada dunia industri pengguna  bahan baku garam. Penyampaian presentasi ini disampaikan oleh Koordinator Kegiatan Riset Rekomendasi Sistem Perediksi Produksi Sentra Garam Berbasis Web Rikha Bramawanto, S.Pi. Disampaikan juga informasi terkini kondisi iklim oleh Kepala Pusat Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG (Drs. Nasrullah).

Pada diskusi tersebut mengemukakan beberapa hal penting diantaranya:1) Informasi prediksi ini perlu diperkaya dengan data-data yang lebih banyak dan telah tervalidasi diantaranya memuat jumlah impor, prakiraan produksi, produksi pada tahun berjalan dan selisih stok garam secara nasional. Tujuannya adalah membuat prakiraan kasar selisih kebutuhan garam pada tahun berjalan sehingga pengambil kebijakan dapat memperkirakan impor. 2)Stok garam di gudang selalu update secara periodik tertentu dengan kontak person dan koordinat sehingga lebih terlihat real bagi pengambil kebijakan. 3) Tim riset diminta untuk membuat analisis waktu puncak panen raya garam dan neraca lebih detil perwilayah/kabupaten. 4) Musim kemarau tahun 2019 ideal untuk produksi garam, menurut BMKG kering pada musim panas kali ini lebih daripada 2018 tetapi tidak sekering 2015. 5) Peluang kerjasama Pemantauan kondisi Meteorologi di kawasan tambak garam. 6) Perlu kajian mendalam terkait faktor–faktor yang memepengaruhi harga garam, seperti variabilitas iklim, rencana dan pelaksanaan impor garam, aspek sosial dsb. 7) Dikembangkan wacana untuk pemisahan kewenangan pengelolaan ketersediaan garam Chlor Alkali Plan (CAP) yang dilakukan oleh kementerian perindustrian dan non CAP oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, didasarkan pada syarat minimum kandungan NaCl antara kedua kebutuhan tersebut.