Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Berita

Talkshow Deteksi Dini Kanker Payudara

E-mail Print PDF


Last Updated on Friday, 18 May 2018 13:44
 

Penanganan Kasus Cemaran Minyak Mentah Balikpapan Masih Berlanjut

E-mail Print PDF

Jakarta, 18 Mei 2018. Kasus tumpahan minyak akibat bocornya pipa milik Pertamina akibat Kapal Judger Ever pada 31 Maret 2018 lalu, hingga saat ini masih ditangani oleh berbagai pihak terkait. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Direktorat Jenderal Penegakan Hukum telah menggandeng Pusat Riset Kelautan dalam verifikasi pada 26 April hingga 1 Mei 2018.
Bahkan sebelumnya, Pusat Riset Kelautan telah berkontribusi di dalam Tim Badan Riset & SDM KKP menyiapkan dan menyerahkan data terkait kepada Ditjen Pengelolaan Ruang Laut KKP.
Pada 16 Mei 2018, Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, KLHK, mengundang BRSDM KKP untuk pemutakhiran  informasi kualitas lingkungan Teluk Balikpapan.
Rapat yang diselenggarakan di Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut tersebut dipimpin oleh Dr. Novy Farhan. Dihadiri oleh Dr. Budhi Gunadharma dan Dr. Widodo Pranowo mewakili Pusat Riset Kelautan, dan Dr. Renny Puspasari dan Puput, S.Pi mewakili Pusat Riset Perikanan.
Estimasi luasan tumpahan minyak berdasarkan pemodelan lintasan partikel minyak dan citra satelit dipaparkan oleh Dr. Budhi Gunadharma. Hasil survei yang dilakukan oleh Tim BRSDM terkait foto-foto kerusakan alat tangkap perikanan, tambak dan ikan yamg mati terdampak dipaparkan oleh Dr. Renny Puspasari.

Berita Terkait :


Last Updated on Monday, 21 May 2018 08:48
 

Pusat Riset Kelautan Kunjungi Gudang Simpan Limbah Cemaran Minyak Bintan

E-mail Print PDF

Bintan, 09 Mei 2018. Tim penelitian Pusat Riset Kelautan mengunjungi Kawasan Bintan Resort guna memperoleh informasi mengenai catatan  lokasi ditemukannya tumpahan minyak (log book) yang dikelola oleh Bintan Resort Cakrawala (BRC). Tim diterima oleh perwakilan manajemen BRC Bapak Ray dan Ibu Santi, yang kemudian mengajak tim untuk melihat area pembuangan tumpahan minyak yang telah dikumpulkan oleh manajemen BRC. Bapak Ray mennginformasikan bahawa minggu sebelumnya telah berhasil mengumpulkan sebanyak 150 tong tumpahan minyak yang telah dikirim ke Batam untuk diolah atau dilakukan bioremediasi. Kunjungan ini dilaksanakan di tengah-tengah kegiatan penelitian mengenai “Kajian Kepekaan Wilayah Perairan Bintan-Batam Terhadap Sebaran Tumpahan Minyak” dibawah koordinator Dr. Widodo Pranowo, yang terdiri dari Dr. Budhi Gunadharma (tim Leader), August Daulat, M.Sc., Joko Subandriyo, S.T, Rizal Fadlan Abida, S.T, Sari Novita, S.T dan Armyanda Tussadiah, S. Kel.

berita terkait :


Last Updated on Friday, 18 May 2018 08:59
 

Pusat Riset Kelautan Diskusi Ilmiah Dengan UMRAH Terkait Kasus Cemaran Minyak Pantai Bintan

E-mail Print PDF

Bintan, 10 Mei 2018. Penelitian hari ketiga, tim Pusat Riset Kelautan dibawah koordinator Dr. Widodo Pranowo, yang terdiri dari Dr. Budhi Gunadharma (tim Leader), August Daulat, M.Sc., Joko Subandriyo, S.T, Rizal Fadlan Abida, S.T, Sari Novita, S.T dan Armyanda Tussadiah, S. Kel pada kegiatan penelitian mengenai “Kajian Kepekaan Wilayah Perairan Bintan-Batam Terhadap Sebaran Tumpahan Minyak” melakukan pertemuan dengan Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji (FIKP-UMRAH) Dr. Agung Damar Syakti, DEA. Pertemuan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait dengan penelitian-penelitian yang sudah dilakukan oleh pihak  Universitas. Bapak Agung sendiri memiliki ketertarikan dan pengalaman dalam bidang bio-remediasi berupa penggunaan mikroorganisme dalam mengurangi polutan di lingkungan, khususnya yang berhubungan dengan tumpahan minyak. Pada kesempatan tersebut  tim dipersilahkan untuk melihat beberapa fasilitas laboratorium milik FIKP yang berada disekitar komplek Universitas.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan observasi dilapangan berupa pengukuran kualitas perairan serta observasi bawah laut secara visual di sepanjang pesisir perairan Bintan Resort dan pantai Lagoi, Bintan Utara. Pengukuran kualitas perairan dilakukan dengan menggunakan peralatan pengukur kualitas air “Water Quality Checker (WQC)” dengan data-data berupa temperatur, salinitas, pH, turbiditas, klorofil-a dan densitas yang didukung data kedalaman perairan yang diukur menggunakan fishfinder. Terdapat 15 titik yang dijadikan referensi dalam memetakan kualitas perairan di sekitar perairan pesisir Bintan Utara, sedangkan observasi visual dilakukan dengan penyelaman pada ekosistem terumbu karang untuk mengamati situasi dan kondisi di ekosistem tersebut serta kaitannya dengan tumpahan minyak yang terjadi. Berdasarkan pengamatan sementara dapat disimpulkan bahwa kejadian tumpahan minyak di perairan pesisir Bintan tidak mempengaruhi terumbu karang yang umumnya berada dibawah permukaan laut, hal ini didukung oleh pengamatan dari Renald Yude, anggota Pusat Kelautan dan Laboratorium Konservasi Resort Banyan Tree yang rutin melakukan pemantauan.

Berita terkait :


Last Updated on Friday, 18 May 2018 10:09
 

Pusat Riset Kelautan Lakukan Verifikasi Cemaran Minyak Pantai Bintan

E-mail Print PDF

Bintan, 09 Mei 2018. Hari Kedua penelitian, tim Pusat Riset Kelautan menyusuri sepanjang pesisir timur hingga utara Pulau Bintan guna mencari jejak tumpahan minyak yang terdapat di sepanjang pantai. Dibawah koordinator Dr. Widodo Pranowo, tim yang terdiri dari Dr. Budhi Gunadharma (tim Leader), August Daulat, M.Sc., Joko Subandriyo, S.T, Rizal Fadlan Abida, S.T, Sari Novita, S.T dan Armyanda Tussadiah, S. Kel pada tanggal 08-11 Mei 2018 melaksanakan penelitian mengenai “Kajian Kepekaan Wilayah Perairan Bintan-Batam Terhadap Sebaran Tumpahan Minyak” untuk mengumpulkan informasi dan data terbaru mengenai kejadian tumpahan minyak di perairan Bintan.

Lokasi pertama penelitian terletak di wilayah Desa Kawal kemudian Pantai Trikora, Pelabuhan Malangrapat Desa Berakit dan Pantai Sakera, sesuai dengan informasi yang diperoleh dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bintan sehari sebelumnya. Pada saat survei hanya ditemukan sebagial kecil sisa-sisa tumpahan minyak yang ada karena saat ini sudah masuk musim peralihan. Ketika menyisir sepanjang pantai timur Bintan, tim juga mewawancarai beberapa wrga desa yang terdampak tumpahan minyak. Menurut Ketua RT Desa Malangrapat Bapak Arip, kejadian tumpahan minyak ini sudah berlangsung sejak tahun 1980an, dan berulang setiap tahun, khususnya pada musim utara. Warga setempat menduga minyak yang sampai keperairan pesisir Indonesia merupakan minyak hasil tank cleaning kapal  tanker yang sengaja dibuang di wilayah Outer Port Limit (OPL). Warga  sangat berharap agar kejadian ini dapat segera diatasi, karena mempengaruhi hasil tangkapan nelayan.

Beerita terkait : Pusat Riset Kelautan Bersama Pemda Terkait Kaji Cemaran Minyak Bintan


Last Updated on Friday, 18 May 2018 08:58
 

Pusat Riset Kelautan Bersama Pemda Terkait Kaji Cemaran Minyak Bintan

E-mail Print PDF

Bintan, 8 Mei 2018. Kejadian tumpahan  minyak (oil spill) di kawasan perairan Indonesia seringkali terjadi,  khususnya di wilayah perairan Batam-Bintan yang merupakan jalur perdagangan laut. Peneliti  Pusat Riset Kelautan dibawah koordinator Dr. Widodo Pranowo, yang terdiri dari Dr. Budhi Gunadharma (tim Leader), August Daulat, M.Sc., Joko Subandriyo, S.T, Rizal Fadlan Abida, S.T, Sari Novita, S.T dan Armyanda Tussadiah, S. Kel pada tanggal 08-11 Mei 2018 melaksanakan penelitian mengenai “Kajian Kepekaan Wilayah Perairan Bintan-Batam Terhadap Sebaran Tumpahan Minyak” untuk mengumpulkan informasi dan data terbaru mengenai kejadian tumpahan minyak di perairan Bintan.

Hari pertama, tim berkunjung ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bintan untuk berkoordinasi sekaligus mencari informasi mengenai daerah-daerah mana saja yang rentan terdampak tumpahan minyak. Tim diterima oleh Kepala Seksi Konservasi Ulia Fachmi, M.Si. Bpk Ulia yang memberikan informasi bahwa kejadian tumpahan minyak di pesisir Bintan ini sudah terjadi  sejak lama, dan biasanya terjadi  pada musim utara. Menurut beliau penduduk terdampak tumpahan minyak biasanya membersihkan sendiri tumpahan minyak yang ada di pantai dengan cara mengubur atau menyimpan di dalam tong yang disediakan oleh pemerintah.  Kemudian Tim melanjutkan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bintan Bpk Asri, serta Badan Lingkungan Hidup Bintan Dr. Yuliman Gaman.


Last Updated on Monday, 21 May 2018 09:06