Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Berita

Konser Karya Ilmiah Nasional 2018

E-mail Print PDF



Last Updated on Tuesday, 28 August 2018 07:13
 

Hasil Riset Inovasi BRSDMKP Segera Dilaunching

E-mail Print PDF

Jakarta, 24 Agustus 2018. Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP), Prof. Sjarief Widjaja pada bulan September 2018 mendatang  berencana menggelar  acara Science Innovation and Bussines Matching, berupa paparan hasil riset dan display hasil produk dengan menghadirkan para pengusaha untuk membangun ketertarikan kerjasama.  Acara ini akan diagendakan secara rutin setiap bulan dengan pemaparan minimal 5 (lima) hasil riset inovasi, yang siap untuk dikerjasamakan dengan industri hingga menghasilkan kontrak bisnis. Prof. Sjarief menyampaikan bahwa, dana APBN untuk riset yang diterima oleh pemerintah merupakan dana yang bersumber dari masyarakat,  sehingga menjadikan dana tersebut sebagai “dana pinjaman” dari masyarakat yang harus dikembalikan dalam bentuk hasil riset yang dapat memberikan pemanfaatan untuk peningkatan hidup masyarakat. Sebagai contoh, hasil inovasi riset mengenai albumin dari ikan gabus dengan harga terjangkau dapat dijadikan pengganti albumin yang harganya mencapai jutaan rupiah. Disamping albumin, saat ini juga telah dihasilkan beberapa produk inovasi, yakni vaksin dan probiotik yang dapat segera dimanfaatkan.

Sesuai arahan Beliau pada pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat BRSDMKP, GMB III Lantai 7 pada hari Kamis, tanggal 23 Agustus 2018 kemarin diharapkan secara periodik BRSDMKP setiap bulannya dapat menampilkan hasil riset inovasi kepada publik, serta bekerjasama dengan industri untuk pemanfaatan secara langsung kepada masyarakat. Hadir pada pertemuan tersebut narasumber dari Kemenristekdikti, yakni Direktur Sistem Inovasi, Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi  Kemenristekdikti  Dr. Ir. Ophirtus Sumule, DEA, yang menyampaikan 7 (tujuh) elemen Tingkat Kesiapan Inovasi (KATSINOV), diantaranya adalah kesiapan teknologi, market, organisasi, partnership, produksi, investasi, dan resiko. Hadir pula Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, Kemenristekdikti  Ir. Kemal Prihatman, M. Eng. yang membagi  pengalaman beliau terkait  hilirisasi hasil riset inovasi.

Diskusi terkait hilirisasi hasil riset inovasi antara narasumber tersebut dengan Kepala Pusat Riset, Kepala Balai serta Pejabat Eselon 3 dan 4 masing-masing Pusat Riset dan Unit Kerja Lingkup BRSDMKP yang hadir berjalan dinamis.  Terdapat sebanyak kurang lebih 30 orang yang hadir, diantaranya dari Sekretariat BRSDM, Pusat Riset Perikanan, Pusat Riset Kelautan, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kelautan dan Perikanan, Balai Besar Riset Sosial Ekonomi, Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi, Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar, Balai Riset Perikanan  Laut, Balai Riset Budidaya Ikan Hias, dan lainnya. Hadir mewakili Kepala Pusat Riset Kelautan pada acara tersebut yakni Kepala Bagian Tata Usaha, Theresia Lolita N, M.Si., dan  staf Tata Usaha Sari Novita, S.T.



Last Updated on Friday, 24 August 2018 14:27
 

LPTK Wakatobi Gemakan Pandu Laut Nusantara: Bersihkan Sampah Di Pantai Melai One

E-mail Print PDF


Jakarta 21 Agustus 2018.  Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan Wakatobi (LPTK Wakatobi)  dan beberapa satker  KKP lain yang berada di Wakatobi,  yakni  Stasiun Karantina Pengendalian Mutu  dan Keamanan Hasil Perikanan Bau-Bau, Akademi Komunitas Kelautan Perikanan Wakatobi, dan Pos PSDKP Wakatobi ikut  melaksanakan kegiatan Gerakan Bersih Pantai dan Laut - Pandu Laut Nusantara yang dilaksanakan secara serentak di 75 titik se Indonesia pada tanggal 19 Agustus 2018. Kegiatan Gerakan Bersih Pantai dan Laut - Pandu Laut Nusantara dilaksanakan di Pantai Melai One, yang merupakan Zona Perlindungan Bahari pada Kawasan Taman Nasional Wakatobi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Wakatobi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Pos TNI AL Wanci, perwakilan BTNW, dan WWF.

Kepala LPTK Wakatobi Akhmatul Ferlin pada saat acara membagikan kepada para diver(penyelam) kantong sampah hasil rekayasa Perekayasa LPTK yang diberi nama Kantong Rumput Laut, untuk pelaksanaan pungut sampah di dasar perairan pesisir wakatobi. Kegiatan Bersih Pantai dan Laut diakhiri dengan bersama-sama menghadap laut dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan lagu Bagimu Negeri. “Hal ini sebagai wujud komitmen dan janii kita semua untuk mulai saat ini dan kedepan agar memandang laut sebagai masa depan bangsa” tutur Akhmatul Ferlin.

youtube : Pandu Laut Nusantara LPTK Wakatobi


Last Updated on Tuesday, 21 August 2018 09:15
 

Pusris Kelautan Dan Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi BATAN Resmi Jalin Kerjasama Riset

E-mail Print PDF


Jakarta, 20 Agustus 2018. Pada hari Kamis, 16 Agustus 2018 bertempat di Ruang Madya Gedung BATAN berlangsung acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Pusat Riset Kelautan (Pusris Kelautan), BRSDMKP  dan Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), BATAN tentang “Aplikasi Teknik Nuklir  Dalam Penelitian Di Bidang Kelautan”. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Pusat Riset Kelautan Drs. Riyanto Basuki, M.Si. dan Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi Drs. Totti Tjiptosumirat, M.Rur.Sci.

Acara penandantanganan dibuka dengan sambutan oleh Kepala PAIR dan Kepala Pusris Kelautan, dilanjutkan dengan pemaparan oleh peneliti PAIR Dr. Ali Arman Lubis dan Peneliti Pusris Kelautan Dr. Tubagus Solihuddin. Secara umum ruang lingkup kerjasama ini meliputi pemanfaatan teknologi radioisotop yang mencakup pengasaman air laut (ocean acidification), perubahan iklim (Climate change), pencemaran daerah pesisir dan laut, karbon biru (blue  carbon), sedimentasi dan umur (dating), paleoklimatologi, dan dinamika pesisir dan laut. Tampak hadir pada acara tersebut beberapa peneliti dari BATAN, diantaranya Peneliti Bidang Industri dan Lingkungan, Bidang Keselamatan Kerja dan Lingkungan, Bidang Pertanian, Bidang Prosis Radiasi, serta Balai Iradiasi, Elektromekanik dan Instrumentasi. Turut hadir mendampingi Kepala Pusris Kelautan, yakni Kepala Bidang Riset Mitigasi, Adaptasi dan Konservasi Triyono, M.T., Kepala Subbidang Konservasi Joko Hardono, M.E. Dan beberapa peneliti Blue Carbon diantaranya Dr. Novi Susetyo Adi, Dr. Agustin Rustam, Dr. Devi Dwiyanti, Agus Daulat, M.Sc. serta staf Bagian Kerjasama Pusris Kelautan Rochma Widya, M,Si., dan Sari Novita, S.T. Hadir pula perwakilan dari Biro Perencanaan Setjen KKP, Sekretariat BRSDMKP, dan Humas BRSDMKP.


Last Updated on Monday, 20 August 2018 13:13
 

Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 73

E-mail Print PDF

Jakarta, 17 Agustus 2018. Pagi tadi seluruh Pejabat, Peneliti dan Staf lingkup Pusat Riset Kelautan menghadiri Upacara  Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 di lapangan Sekolah Tinggi Perikanan Pasar Minggu. Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73. Kerja Kita Prestasi Bangsa.  

Last Updated on Friday, 17 August 2018 19:17
 

Tak Menjaga Laut, Manusia Akhirnya Memakan Plastik

E-mail Print PDF


Kita memakan plastik. Itu kesimpulan dari Christina Thiele dan Malcolm David Hudson, peneliti dari University of Southampton, yang mereka tulis dalam “Anda Memakan Plastik Mikro dalam Cara yang Tak Tarbayangkan”. Umat manusia tak hanya memakan plastik lewat ikan dan kerang, tapi banyak makanan lainnya.

Sebelumnya, pada Maret 2018 lalu, beberapa media internasional seperti BBC (pdf)menyiarkan penelitian yang dilakukan oleh State University of New York bersama Orb Media. Para peneliti menguji 259 botol air minum dari 11 merek di 8 negara, termasuk Indonesia. Ternyata, 93 persen air mineral botol yang menjadi sampel, terpapar mikroplastik.

Memang, belum ada kajian tentang bahaya mikroplastik ketika ia dikonsumsi manusia. Namun, Sherri Mason, profesor kimia dari State University of New York menyampaikan bahwa mikroplastik dapat berimbas pada kehidupan ekosistem daerah tersebut.

"Penelitian ini bukan hendak menuding merek tertentu, tapi menunjukkan bahwa [plastik] ini ada di mana-mana, menjadi bahan yang merangsek ke dalam masyarakat kita, dan meliputi air—semua produk yang kita konsumsi sehari-hari,” ungkap Mason seperti dikutip BBC.

Tak hanya itu, seorang ahli zoologi bernama Lucy Quinn, seperti ditulis BBC, menunjukkan ihwal bahwa studinya terhadap burung fulmar yang mati di pantai. Quinn menemukan bahwa burung fulmar yang mereka temukan mengandung 39 partikel plastik, dengan berat 0,32 gram.

“Saya tercengang ketika saya melihat balon di kerongkongannya, yang mungkin telah menyebabkan kematiannya, bersama bungkus plastik, sikat gigi dan bungkusnya. Saya merasa sangat prihatin dan harus melakukan sesuatu,” kata Quinn. Plastik-plastik itu sangat mungkin merusak kesehatan burung tersebut, dan memengaruhi kemampuan untuk berkembang biak, bahkan membunuhnya.

Last Updated on Wednesday, 15 August 2018 08:48 Read more...