Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

News

Journal Talk BRSDMKP : Meningkatkan Kualitas SDM KP dalam Penulisan Jurnal

E-mail Print PDF



Last Updated on Tuesday, 08 September 2020 14:40
 

Turut Berdukasita Atas Meninggalnya Ibu Mertua Dari Rikha Bramawanto

E-mail Print PDF




Last Updated on Tuesday, 08 September 2020 12:05
 

Turut Berdukacita Atas Meninggalnya Mertua dari Bapak Triyono

E-mail Print PDF


Last Updated on Tuesday, 08 September 2020 12:03
 

Seminar Online #4 LRSDKP : “Mitigasi Bencana Pesisir”

E-mail Print PDF

Seminar Onlin #4 LRSDKP : “Mitigasi Bencana Pesisir”

Selasa, 01 September 2020 | 10:00WIB - 12:00 WIB

Pengantar:
Nia Naelul Hasanah Ridwan, S.S., M. Soc., Sc | Kepala Loka Riset Sumber Daya dan Kerentanan Pesisir

Sambutan:
Dr. Rudi Alek Wahyudin, S.Pi., M.Si. | Plt. Kepala Pusat Riset Kelautan

Narasumber:
1. Herdiana Mutmainah, M.T | Peneliti - Loka Riset Sumber Daya dan Kerentanan Pesisir
2. Dr. Rini Kusumawardani, S. T., M. Sc., M. T. | Dosen Fakultas Teknik - Universitas Negeri Semarang
3. Dian Hadiyansyah, ST., MT. | Ketua IAGI Sumbar / Kasi PAT Bidang Air Tanah & Geologi - Dinas ESDM Prop. Sumatera Barat

Moderator:
Joko Hardono, S.Si., ME. | Kepala Sub Bidang Riset Konservasi, Pusat Riset Kelautan

Contact Person: Rabiatul Adawiyah (082283374828)

Pendaftaran: http://bit.ly/Webinar4LRSDKP

Live Youtube Pusriskel : https://youtu.be/my5gi2_BhZg


Last Updated on Tuesday, 01 September 2020 07:44
 

Dr. Moch. Saleh Nugrahadi Kemenkomarves & Dr. Dedi Adhuri LIPI dalam Webminar Pusriskel : Partisipasi Aktif Masyarakat Dorong Keberhasilan Pengelolaan Sampah

E-mail Print PDF

JAKARTA — Partisipasi aktif masyarakat dalam program pemerintah dalam hal pengelolaan sampah, dinyatakan memiliki pengaruh signifikan. Sehingga, penggalakan partisipasi ini menjadi satu hal penting dan utama dalam upaya pemerintah untuk mengurangi jumlah sampah yang tidak tertangani dengan baik dan menurunkan angka sampah darat yang masuk ke laut.

Plt. Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Kemenko Marves  Mochamad Saleh Nugrahadi, PhD menyatakan pengelolaan sampah harus dilakukan mulai dari hulu, yaitu dari sumber sampahnya.

“Jadi dilakukan pada asal muasal sampahnya, yaitu di masyarakat dan industri sebagai penghasil sampah. Ini didapat dari mana, ya dari data sampah yang didapatkan dari kajian langsung dari lapangan oleh Indonesia sendiri, bukan hanya hasil penelitian yang dilakukan secara global,” kata Saleh dalam seminar nasional terkait sampah laut, Kamis (27/8/2020). Data sampah yang valid, lanjutnya, akan menjadi dasar yang kuat dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sampah dalam mencapai target pengurangan sampah. “Setelah memiliki data sampah yang valid, yang selanjutnya adalah bagaimana cara merubah perilaku masyarakat untuk peduli dan berperan aktif dalam mengelola sampah serta berkolaborasi dengan pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah pun yang terlibat tidak hanya satu lembaga saja tapi merupakan kolaborasi dari 16 K/L dan semuanya berjalan dengan berpatokan pada regulasi yang ada. “Dari yang sudah dilakukan Kemenko Marves, hingga saat ini sudah berhasil mengurangi 11,2 persen sampah dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah dan edukasi yang terus menerus tentang bahaya sampah dan cara daur ulang serta penggunaan teknologi,” tandasnya.

Peneliti Sosial Antropologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dedi Supriadi Adhuri membenarkan bahwa partisipasi masyarakat merupakan poin penting dalam upaya penanganan sampah.

“Belajar dari kasus Selayar, pengelolaan sampah di pesisir memang membutuhkan suatu perspektif yang diawali dengan menemukan fokus kerja dan mengidentifikasi potensi yang ada di masyarakat,” kata Dedi dalam kesempatan yang sama. Jika sudah teridentifikasi, baik potensi dan praktik pengelolaan tradisional yang dilakukan masyarakat baru dilakukan penggabungan antara pengetahuan dasar masyarakat dengan sains terapan. “Dari titik ini, maka akan bisa dikembangkan jaringan, diskusi hingga mendorong partisipasi masyarakat dalam program pemerintah untuk mencapai pengelolaan pesisir yang adaptif dan kolaboratif,” ujarnya.

Setelah berjalan, maka perlu dilakukan analisa kebijakan multi level dan analisa konflik untuk mempertahankan skema kerja yang sudah ada. “Partisipasi ini bukan hanya pada partisipasi dalam bentuk kehadiran nyata di lokasi tapi juga partisipasi dalam bentuk kemauan untuk duduk bersama dalam membicarakan dan berinovasi dalam pengelolaan sampah,” pungkasnya.

Sumber Berita : cendananews


Last Updated on Friday, 28 August 2020 07:49
 

Penuturan Sjarief Widjaja dan Devi Dwiyanti Suryono : Pemerintah Dorong Pengelolaan Sampah Secara ‘Socio-Engineering’

E-mail Print PDF

JAKARTA — Upaya pemerintah untuk menerapkan pengelolaan sampah socio-engineering diharapkan mampu lebih meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola sampah dan masyarakat juga bisa mendapatkan manfaat dari hasil pengelolaan tersebut.

Kepala Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) Sjarief Widjaja menyatakan penggunaan plastik memang mempermudah kehidupan manusia dan harganya juga lebih murah dibandingkan bahan lainnya. “Tapi dengan semakin meningkatnya penggunaan plastik sekali pakai menimbulkan dampak ikutan yaitu, sampah plastik yang berujung hingga laut,” kata Sjarief dalam seminar online tentang sampah, Kamis (28/7/2020). Oleh karena itu, lanjutnya, penanganan sampah plastik ini harus diupayakan sesegera mungkin untuk menghindari semakin tercemarnya lingkungan dengan keberadaan sampah plastik yang kian hari semakin banyak jumlahnya. “Ini adalah tanggung jawab kita sebagai manusia untuk mengupayakan pengurangan beban Bumi dari masalah sampah ini. Beberapa alternatif yang bisa kita lakukan adalah mengembangkan material alternatif pengganti plastik sekali pakai yang bisa hancur di alam, mengurangi jumlah pemakaian plastik sekali pakai, melakukan tindakan daur ulang dan mengupayakan pengolahan sampah menjadi sumber daya lainnya,” urainya.

Tindakan daur ulang dan pengolahan plastik menjadi sumber daya lain ini, menurut Sjarief, bukan hanya bisa membuat alam berkurang beban sampahnya tapi juga mampu memberikan kebermanfaatan ekonomi. “Instalasi pengelolaan sampah yang disebarkan oleh pemerintah ini merupakan upaya untuk mengurangi beban alam dan juga upaya membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Harapannya bisa dimanfaatkan dan dijaga oleh masyarakat,” tandasnya.

Peneliti Manajemen Lingkungan Dr. Devi Dwiyanti Suryono menyampaikan dengan semakin tingginya tingkat pencemaran di laut mendorong penelitian dan inovasi dalam bidang pengelolaan sampah yang berbasis karakteristik masyarakat setempat. “Dengan mempertimbangkan keberadaan masyarakat, diharapkan pengelolaan sampah bisa bersifat bottom-up dan melibatkan masyarakat secara aktif, baik untuk membersihkan lingkungan maupun mendapatkan nilai tambah bersifat ekonomis,” kata Devi.

Penerapan sistem pengelolaan sampah yang berbasis karakteristik ini juga diharapkan bisa mendorong perubahan perilaku di masyarakat dan meningkatkan kepedulian masyarakat dalam membuang sampah. “Penerapan socio-engineering yang menggabungkan antara sosial budaya masyarakat dengan riset dan teknologi diperkirakan akan mendorong pengelolaan sampah yang lebih optimal,” ucapnya. Contohnya, seperti yang diterapkan di Muara Gembong sebagai ujung dari DAS Cisadane dan memiliki berbagai karakteristik penduduk. “Awalnya, dilakukan survei identifikasi sampah dari semua lokasi. Setelah itu, dilakukan penelaahan dan potensi yang ada di masyarakat sekitar. Juga dilihat apakah sudah ada yang melakukan pengolahan sampah atau belum,” urai Devi.

Berbekal hasil identifikasi dan survei karakteristik ini baru dirumuskan kebijakan, skema pengolahan, edukasi dan pengadaan teknologi untuk membantu masyarakat mengolah sampah yang ada. “Dengan menyelaraskan karakteristik dengan teknologi, terlihat pengembangan pengolahan sampah, baik dari partisipasi maupun awareness akan pentingnya melakukan manajemen sampah yang tepat. Artinya, lingkungan bersih dan ada nilai tambah juga bagi mereka,” pungkasnya.

Sumber Berita : cendananews


Last Updated on Friday, 28 August 2020 07:30