Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, S.Kom; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel; Novita Ayu Ryandhini, S.Kel;

Berita

Agenda Utama BRSDM : Transformasi Nomenklatur Organisasi

E-mail Print PDF


Jakarta, 24 Mei 2018. Bertempat di Ruang Teater Gedung II BRSDM KKP Lantai 6 Ancol Timur, berlangsung pertemuan perdana antara Kepala Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan yang baru Prof. Dr. Ir. Sjarief Widjaja, M.Sc, FRINA, yang baru saja dilantik pada 22 Mei 2018, dengan seluruh pegawai Pusat Riset Kelautan, Pusat Riset Perikanan, Pusat Pendidikan, dan Balai Besar Riset Sosial Ekonomi.

Menurut Prof. Sjarief, salah satu tugas bersama BRSDM adalah mempertahankan keberadaan Sekolah Umum Perikanan Menengah (SUPM), Politeknik dan Badan Riset agar tidak diserahkan kepada Pemerintah Provinsi, dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan. Prof. Sjarief mengungkapkan strateginya, bahwa BRSDM akan bertransformasi menjadi Direktorat Jenderal Aplikasi Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan & Perikanan. Dengan demikian, Ditjen ini bertugas mentransformasi budaya masyarakat maritim menjadi lebih kekinian mengikuti generasi zaman now menuju kesejahteraan yang lebih baik.

Menteri Susi Pudjiastuti memberi mandat kepada beliau untuk mewujudkannya dalam waktu 18 (delapan belas) bulan. Dalam waktu 2 (dua) bulan dari sekarang naskah akademik Direktorat Jenderal Aplikasi Riset & Sumber Daya Manusia Kelautan Perikanan ditargetkan selesai. Indikator kinerja utama (IKU) pun harus bertransformasi bukan lagi jumlah karya tulis ilmiah, paten dan lain sebagainya, melainkan menjadi jumlah desa yang telah bertransformasi kebudayaannya.

Pada kesempatan tersebut Prof. Sjarief mengajak kepada para peneliti KKP untuk melakukan proyeksi ke depan terhadap keberhasilan pembangunan maritim Indonesia sesuai dengan visi dari Presiden Joko Widodo.  Hingga saat ini PDB dari kelautan perikanan masihlah jauh dari yang diharapkan. Sumberdaya perikanan yang terbarukan, akan menjadi tantangan bersama untuk dikelola dengan baik dan direstorasi untuk generasi masa mendatang.

Stok perikanan dapat diperbaiki setelah dilakukan pemberantasan pelaku penangkapan ikan yang ilegal, tidak terlaporkan, dan tidak teregulasi. Saat ini restocking tidak hanya dilakukan dengan penebaran benih ikan, namun juga dibangun kawasan-kawasan reservasi ikan. Lokasi-lokasi reservasi ikan inipun dapat dijual sebagai objek wisata bahari. Dengan demikian maka, akan menjadi penggerak mikro ekonomi masyarakat lokal.

Hasil-hasil riset kelautan dan perikanan yang telah dicapai selama ini, diminta oleh Prof. Sharief, untuk dikumpulkan kemudian difokuskan diimplementasikan ke masyarakat dan juga komersialisasi kepada industrialisasi berbasis mikro ekonomi.


Last Updated on Thursday, 24 May 2018 12:19
 

Profil Jurnal Kelautan Nasional Terbit Di SINTA

E-mail Print PDF


Jakarta, 24 Mei 208. Jurnal Kelautan Nasional (JKN) yang diterbitkan oleh Pusat Riset Kelautan (Pusris Kelautan) tiap tahun menduduki  kategori jurnal S2 pada SINTA score yang dikeluarkan oleh ristekdikti. SINTA (Science and Technology Index) adalah sistem penelitian berbasis web yang berisi tentang pengukuran kinerja peneliti, institusi dan jurnal untuk mendorong budaya publikasi ilmiah, dengan komponen penelitian mencakup jumlah dokumen artikel/non artikel di Scopus maupun jumlah situasi di google scholar dan Scopus. Kategori S2 menunjukkan bahwa JKN telah terakreditasi B dengan  nilai 70-85.

Berita terkait :


Last Updated on Thursday, 24 May 2018 08:41
 

Selamat dan Sukses atas Dilantiknya Pejabat Madya Lingkup KKP

E-mail Print PDF



Last Updated on Thursday, 24 May 2018 08:11
 

Tour of Duty Eselon 1 KKP

E-mail Print PDF


Jakarta, 23 Mei 2018. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti  pada hari Selasa  22 Mei 2018 kemarin melantik  (4) empat pejabat Eselon 1 lingkup KKP  yang jabatannya di rotasi. Acara pelantikan secara resmi dilaksanakan di Gedung Bina Bahari (GMB) IV Kementerian Kelautan dan Perikanan.  Empat pejabat Eselon I yang dilantik dan dirotasi jabatannya, yakni: Sekretaris Jenderal KKP Rifky Effendi Hardijanto menjadi Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Direktur  Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Syarif Widjaya menjadi Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Dirjen PDSP KP) Nilanto Perbowo menjadi Sekretaris  Jenderal KKP, dan  Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) M. Zulficar Mochtar menjadi Direktur Jenderal Perikanan Tangkap.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan bahwa rotasi jabatan Eselon I merupakan hal yang lumrah terjadi dalam struktur organisasi. “Pergantian manajemen adalah suatu hal yang biasa dalam perjalanan organisasi. Tentu kita mencari orang yang tepat dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hari ini saya lega melihat tatanan baru di KKP. Saya yakin setiap individu mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan jabatan barunya,” papar Susi.

Susi turut menyoroti BRSDM sebagai sebagai institusi penting yang menjadi fokus utama pemerintah di tahun 2019. “Saya memohon pada Pak Syarif  yang kini menjabat sebagai Kepala BRSDM, sumber daya manusia menjadi pilar penting tahun ini dan tahun depan. SDM akan menjadi prioritas pembangunan” ujarnya.


Last Updated on Wednesday, 23 May 2018 07:42
 

Call For Paper "Natural Engineering and Social Science Perspective"

E-mail Print PDF




Last Updated on Tuesday, 22 May 2018 13:07
 

Jumlah Peneliti Madya Pusat Riset Kelautan Pun Bertambah

E-mail Print PDF

Jakarta, 21 Mei 2018. Satuan kerja (Satker) Pusat Riset Kelautan yang bermarkas di Komplek Bina Samudera Ancol Timur, Jakarta Utara saat ini memiliki 63 peneliti. Para peneliti tersebut terdiri dari berbagai bidang kepakaran yang beragam.
Pada tanggal 24 April 2018, Tim Penilai Peneliti Pusat (TP3) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengumumkan hasil sidangnya. Salah satu peneliti muda Pusat Riset Kelautan, Dr. Tubagus Solihudin, dinyatakan memenuhi syarat untuk naik jenjang jabatan fungsional menjadi Peneliti Madya.
Komposisi peneliti madya di Pusat Riset Kelautan pun akan meningkat menjadi 11 orang, dan jumlah peneliti muda berkurang menjadi 38. Adapun jumlah peneliti pertama hingga saat ini masih tetap 14 orang.
Secara lingkup Pusat Riset Kelautan, direncanakan pada tahun 2018 ini akan mengirimkan diklat peneliti lanjutan baik dari satker Pusat Riset Kelautan di Jakarta maupun dari satker Loka Penelitian Sumber Daya dan Kerentanan Pesisir Bungus Sumatera Barat (LPSDKP). Selain itu direncanakan pula akan dikirimkan diklat peneliti pertama yang terdiri dari para calon peneliti dari Pusriskel, LPSDKP, dan Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK) Wakatobi untuk tahun 2018/2019.
Diharapkan nantinya jumlah dan komposisi peneliti pada lingkup Pusat Riset Kelautan akan mampu memenuhi kebutuhan beban kerja yang ada di Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam mengemban amanah pembangunan nasional.

Berita terkait :


Last Updated on Monday, 21 May 2018 11:49